Analisis Faktor Penarik dan Faktor Pendorong Wisatawan untuk Menginap di Hotel Syariah (Studi Kasus : Sofyan Hotel Betawi Jakarta)
AVIA CAESA PUTRI, 1. Dr. Tular Sudarmadi, M.A. ; 2. Dr. Mohammad Yusuf, M.A.
2016 | Skripsi | S1 PARIWISATAIndustri pariwisata halal sudah menjadi tren pariwisata di masa depan. Di banyak negara, industri pariwisata halal sedang gencar untuk dikembangkan termasuk di Indonesia. Indonesia mulai menerapkan prinsip-prinsip syariah terhadap atraksi, aksesibilitas, dan akomodasi di setiap daerah tujuan wisata. Hotel syariah merupakan salah satu contoh akomodasi bagi wisatawan muslim. Hotel syariah adalah hotel yang menerapkan prinsip-prinsip syariah dalam aktivitas perhotelannya. Sofyan Hotel Betawi Jakarta merupakan hotel syariah pertama dan sudah mendapatkan penghargaan tingkat dunia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui penerapan prinsip syariah yang dilakukan oleh Sofyan Hotel Betawi terhadap produk, pelayanan dan pengelolaan. Selain itu, dalam penelitian ini juga akan dibahas mengenai faktor penarik dan faktor pendorong wisatawan untuk menginap di hotel syariah. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif analitik. Data wawancara yang diperoleh kemudian diolah kedalam bentuk koding kemudian dideskripsikan menjadi informasi. Adapun berdasarkan sifat datanya, penelitian ini menggunakan data kualitatif karena data yang diperoleh tidak bernilai numerik atau nilainya bukan angka. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa produk, pelayanan dan pengelolaan yang diterapkan oleh Sofyan Hotel Betawi Jakarta sudah memenuhi kriteria Peratutan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif nomor 2 tahun 2014 tentang kriteria hotel syariah.Diketahui bahwa faktor-faktor yang paling menarik wisatawan untuk menginap adalah budaya, setelah itu kelompok rujukan dan keluarga dan yang terakhir adalah kelompok sosial. Sedangkan, Faktor pendorong yang mendorong wisatawan untuk menginap di Sofyan Hotel Betawi adalah keyakinan, sikap, motivasi kemudian persepsi dan gaya hidup.
Halal tourism industry has become a tourism future trend. In many countries, halal tourism industry is being aggressively to develop, including in Indonesia. Indonesia began to apply the principles of sharia to the attractions, accessibility, and accommodation in any tourist destination. Hotel sharia is one example of accommodation for Moslem tourist. Hotel sharia is a hotel that applying the principles of sharia in their activity. Sofyan Hotel Betawi Jakarta is the first Islamic hotel and has been awarded the world level. The purpose of this study was to determine the application of Sharia principles conducted by Sofyan Hotel Betawi for products, services and management. Additionally, in this study will also be discussed on the pull and push factors for travelers to stay at the hotel sharia. The method used in this research is descriptive and analytical. Interview data that has been obtained then processed into a form of coding later described as information. While based on characteristic of the data, this study used qualitative data. The results of this study indicate that the products, services and management applied by Sofyan Hotel Betawi Jakarta already eligible to Regulation of Ministerial Tourism and Economy Creative number 2 / 2014 on the criteria of syariah. Noted that factors which most attract tourists to stay is the culture, then reference groups and families, and also social group. Meanwhile, the push factor encouraging tourists to stay at the Hotel Sofyan Betawi is the beliefs, attitudes, motivations then perception and lifestyle
Kata Kunci : faktor penarik, faktor pendorong, hotel syariah / pull factor, push factor, sharia hotel