PERUBAHAN PERILAKU PEREMPUAN PEMBATIK PASCA PEMBERDAYAAN "Studi Anggota Kelompok Batik Sido Mulyo Binaan LSM Yayasan Kanopi Indonesia Di Desa Wukirsari, Kecamatan Imogiri, Kabupaten Bantul"
MUHAMMAD FATHUL F F, Dr. Setiadi., M.Si; Dr. Atik Triratnawati.,M.A; Dr. Bambang Hudayana.,M.A
2016 | Tesis | S2 ILMU ANTROPOLOGIKetertarikan meneliti perempuan pembatik bermula dari keterlibatan peneliti dalam program pemberdayaan kelompok pembatik oleh Lembaga Swadaya Masyarakat Yayasan Kanopi Indonesia. Pemberdayaan melalui kelompok batik dilakukan dengan tujuan mencari solusi atas minimnya produktivitas dan penghasilan dari perempuan anggota kelompok pembatik. Penelitian ini untuk mengetahui partisipasi perempuan pembatik di kelompok binaan LSM, mengetahui bentuk-bentuk pemberdayaan LSM untuk menarik minat pembatik dalam pemberdayaan, dan mengetahui perubahan perilaku antar kelompok. Pengumpulan data dilakukan dalam kurun waktu waktu September 2015-Februari 2016 menggunakan metode observasi partisipatoris, wawancara, dan studi dokumentasi, serta studi literatur. Observasi partisipatori mengamati kegiatan perempuan pembatik di kelompok batik. Wawancara melibatkan tiga belas informan untuk mengungkap hal-hal yang tidak bisa ditangkap melalui observasi partisipatoris. Informan berasal dari pembatik di kelompok binaan LSM dan luar kelompok. Studi dokumentasi digunakan untuk menguatkan data-data penelitian. Studi literatur dipakai peneliti sebagai pendukung dan pembanding data penelitian (triangulasi data). Hasil penelitian menunjukkan bahwa: pertama, kehadiran kelompok batik memberikan dampak dalam penentuan keputusan perempuan dalam menentukan prioritas di ranah domestik dan kelompok; kedua, aktivitas membatik merupakan usaha menjaga hubungan antara LSM dengan kelompok binaan dan antar anggota kelompok dalam satu payung kelompok; ketiga, strategi LSM dengan mewacanakan peningkatan ekonomi mampu menarik minat pembatik dan diterima oleh pembatik, selama dalam prakteknya mereka mengakomodir potensi lokal yang sudah ada. Strategi ini penting hanya sebagai pintu masuk, namun untuk selanjutnya pengaruh budaya setempat bisa menjadi penghalang; keempat, hadirnya Lembaga Swadaya Masyarakat menjadi sarana transfer informasi dan pengetahuan, meskipun tidak semua informasi dan pengetahuan sesuai dengan kepentingan pembatik; kelima, keterlibatan pembatik dalam kelompok, baik dalam bingkai pemberdayaan bersama LSM maupun setelah pemberdayaan telah menciptakan respon dan strategi dalam kelompok. Respon dan strategi tidak hanya berkutat pada satu kelompok saja, namun menjalar ke kelompok lain. Permasalah domestik pembatik bisa berpengaruh ke ranah kelompok dan ranah kelompok terpengaruh oleh masalah domestik.
My research interest started from participated with Non-Government Organization Yayasan Kanopi Indonesia. Empowerment program was initiated by Yayasan Kanopi Indonesia to look for solution about lower productivity and income for batik makers in Batik Group. The aim of research is to know women's participation in Batik's Group with empowerment program, to know NGO's empowerment form to involve batik makers in batik's group, to know behavior changes of batik makers in batik's group. Data's collecting during September 2015-February 2016, it was used observation-participatory method, interview method, documentary method, and literature study. Observation-participatory used by researcher to see daily activity of batik makers in batik's group. Interview involved thirteen informants to uncover something that it can't be seen by observation-participatory in batik's group and batik makers families. Informant came from batik's group developed by NGO and other batik's group. Documentary used by researcher to support data. Literature study used by researcher to support and also compare data, it called data triangulation. The result of this research: first, the effect of batik's group was decide women's priority to choice domestic or batik's group; second, batik's activity as an effort to keep relationship between NGO, batik's group, and member of batik's group; third, NGO's strategies was using economic empowerment is interesting by batik makers to join with NGO's program. As long as NGO's strategies use local potential as a door to enter batik's group; fourth¸ NGO's was becoming tool to transfers information, although it is sometime not compatible with local desire; fifth¸ the involving of NGO in batik's group with empowerment program was created responds and strategies. Responds and strategies spread to other group. Domestic problem of batik makers was affecting batik's group and batik's group was affecting domestic problem of batik makers.
Kata Kunci : Women, Batik Makers, Batik's Group, Empowerment