IDENTIFIKASI BOBOT PRIORITAS PEMELIHARAAN UNTUK BANGUNAN RUMAH SAKIT DENGAN METODE ANALYTICAL HIERARCHY PROCESS (AHP)
YUDAN YUNARKO, Agus Nugroho ST. MT. Ph.D
2016 | Tugas Akhir | D4 TEKNIK PENGELOLAAN DAN PEMELIHARAAN INFRASTRUKTUR SIPILPemeliharaan sarana rumah sakit mutlak dibutuhkan untuk memberikan rasa aman, dan nyaman bagi pengguna gedung seperti diamanatkan dalam Permen PU no. 45 tahun 2008. Biaya pemeliharaan yang dibutuhkan dalam pemeliharaan bangunan rumah sakit sangat besar, sehingga diperlukan pedoman untuk menyusun perencanaan prioritas penanganannya sebagai dasar pengambilan keputusan pemeliharaan di rumah sakit. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui bobot nilai setiap komponen gedung rumah sakit dan membuat rangking prioritas pemeliharaan bangunan Rumah Sakit. Faktor kriteria bangunan yaitu keamanan, keselamatan, kenyamanan, kesehatan dan kemudahan. Penelitian ini menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP). Pengumpulan data dalam penelitian ini dengan menggunakan kuesioner. Responden penelitian ini adalah tenaga medis dan petugas medis di Rumah Sakit Universitas Gadjah Mada, dengan total 50 responden, terdiri dari dokter, perawat, radiografer, ahli gizi dan analis. Hasil urutan prioritas pemeliharaan adalah sebagai berikut pelayanan medis 45,4 %, ruang penunjang 39,4% ruang administrasi 15,2%. Hasil prioritas level 2 IGD 19,9 %, IBS 15,63%, ICU 15,53%, hemodialisa 11,46%, rawat inap 10,53%, instalasi kebidanan (VK) 9,32%, radiologi 6,84%, rehab medik 6,17%, rawat jalan 5,33%. Ruang penunjang medis dan ruang penunjang non medis memiliki bobot yang sama yaitu 50 %. Ruang administrasi, ruang pimpinan dan ruang pendidikan memiliki bobot 33,33%. Hasil prioritas level 3 farmasi dan laboratorium 38,766%, ruang Jenazah 22,468%. Fasilitas penunjang non medis, ruang CSSD, ruang gizi, ruang sanitasi, dan ruang IPSRS memiliki bobot 25%.
The maintenance of hospital infrastructure is absolutely needed to give sense of security and comfort for the users of the building as it is instructed in Regulation of Minister of Public Worck No. 45/2008. The criteria factors of a building are security, safety, comfort, health, and convenience. Maintenance cost that is needed in the maintenance of a hospital is extremely big, so that it needs a guideline to formulate the management priority plan as the decision making foundation of hospital maintenance. The objective of the study is to know the value weight of every hospital component and to make a priority rank for hospital buildings maintenance. The method used in the study is Analytical Hierarchy Process (AHP). Data gathering in the study is bu using questioners. The responents of the study are medical personnel and medical officers in Gadjah Mada University Hospital, with total 50 respondents, including doctors, nurses, radiographer, nutritionist, and analyst. The order of maintenance priority is as follow : medical service 45.4%, supporting room 39.4 % and administration room 15.2%. The result of level 2 priority is Emergency Installation 19.9 %, Operating Room 15.63%, Intensive Care Unit, 15.53%, Hemodialysis 11.46%, Inpatient ward 10.53%, Delivery Room (VK) 9.32%, Radiology 6.84%, Medical Rehabilitation 6.17%, Outpatient 5.33%. Medical support room and non Medical Support room 50%. Administration Room, Management Room, and Education Room weigh 33.33%. The result of level 3 priority is Pharmacy and Laboratory 38.766%, mortuary 22.468%. Facility Non medical Support CSSD, Nutrition Room, Sanitation Room and IPSRS Room 25%.
Kata Kunci : Prioritas, pemeliharaan bagunan, rumah sakit, Analytical Hierarchy Process (AHP).