Kajian Ekosistem Mangrove Di Muara Sungai Batang Manggung Kecamatan Pariaman Utara Kota Pariaman Provinsi Sumatera Barat
NOVELISA SURYANI, Prof. Dr. M. Baiquni, M.A. ; Prof. Dr. rer.nat Muh. Aris Marfai, M.Sc.
2016 | Tesis | S2 GeografiBerbagai tekanan berupa kegiatan pembangunan berdampak pada keseimbangan ekosistem hutan mangrove. Penelitian ini bertujuan untuk: (i) mengkaji karakteristik vegetasi dan tingkat kerusakan ekosistem hutan mangrove, (ii) mengkaji kondisi fisik-kimia ekosistem hutan mangrove, dan (iii) menganalisis fungsi dan pemanfaatan hutan mangrove bagi lingkungan dan masyarakat. Metode pengambilan sampel dilakukan secara purposive sampling. Data karakteristik vegetasi diperoleh dari 3 stasiun pengamatan menggunakan metode transek garis dan petak contoh. Kondisi fisik-kimia diperoleh dari pengukuran lapangan dan analisis laboratorium. Wawancara mendalam dilakukan untuk memperoleh informasi mengenai fungsi dan pemanfaatan ekosistem hutan mangrove. Hasil penelitian menunjukkan INP (Indeks Nilai Penting) paling tinggi untuk tingkat pohon terdapat pada spesies Xylocarpus rumphii (133,8%), pada Stasiun I. Penguasaan tingkat pancang paling tinggi yaitu Sonneratia caseolaris, dengan INP 46,19% pada Stasiun III, sedangkan tingkat semai dan tumbuhan bawah yaitu spesies Rhizophora mucronata, dengan INP 66,32% pada Stasiun II. Ekosistem mangrove pada tingkat pohon termasuk rusak, dengan penutupan <50% dan kerapatan < 1000 pohon/ha. Penutupan untuk tingkat pancang, semai dan tumbuhan bawah, termasuk baik dengan kerapatan individu >1500 pohon/ha. Kondisi pH perairan rata-rata pada setiap stasiun berada di bawah standar baku mutu air laut, sehingga kurang mendukung untuk perkembangan vegetasi mangrove. Rata-rata suhu udara pada Stasiun I yaitu 30,7 �°C, menyebabkan rendahnya produksi spesies Xylocarpus rumphii karena tumbuh di atas suhu optimum. Parameter fisik-kimia lain memiliki kondisi yang sudah sesuai. Hutan mangrove mampu mencegah abrasi dan mengurangi intensitas badai, namun kurang optimal dalam penjeratan sedimen. Pemanfaatan mangrove dari perikanan berupa remis (Corbicula javanica), lokan (Polymesoda expansa), kepiting bakau (Syclla serrata), dan udang (Panaeus sp.). Spesies Oncosperma tigillarium (Nibung) dimanfaatkan oleh warga untuk membuat kursi, meja, atap rumah, pondok dan kapal. Pemanfaatan hasil hutan mangrove masih dalam batas wajar karena adanya kearifan lokal dari masyarakat setempat.
Many pressures such as construction activities will affected to the stability of mangrove ecosystems. This study aims to: (i) examined vegetation characteristic and the damage degree of mangrove ecosystems, (ii) examined the physical-chemical condition of mangrove ecosystems, and (iii) analyse the used of mangrove for environment and communities. The sampling technique is purposive sampling. Vegetation characteristic data obtained from 3 station trough line transect and plot sampling. Physical-chemical data obtained trough field measured and laboratorium analysis. Indepth interview was conducted to gain the information of function and mangrove using.The results show that the value of INP (Important Value Idex) at highest rate for tree level was Xylocarpus rumphii (133,8%) at Stasiun I. The most dominated species for sapling is Sonneratia caseolaris, which 46,19% of INP at Stasiun III, meanwhile the seedling and herbs dominate with Rhizhophora mucronata, which 66,32% of INP at Stasiun II. The tree level include in damage category, which < 50% covered area and the density <1000 tree/ha. For sapling, seedling and herbs include in good category, which density was >1500 tree/ha. The average condition of water pH at all station had lower standard, so its not support for mangrove growth. The average of air temperature at Statiun I was 30,7 �°C, caused lower production of Xylocarpus rumphii. Mangrove forest can prevent abrasion and reduce the storm intensity, but its not give the optimal function for sediment trap, because the kind of species no support for trapped the fine sediment. The mangrove using in fishery such as shellfish (Corbicula javanica), bivalvia (Polymesoda expansa), crab (Syclla serrata), and shrimp (Panaeus sp.). Oncosperma tigillarium was used by community for making chair, table, roof, cabin and ship. The mangrove was used by community in sustainable way.
Kata Kunci : ekosistem mangrove, fisik-kimia, INP, karakteristik vegetasi