Penerbitan Obligasi Daerah Dalam Menunjang Ketahanan Ekonomi Daerah (Studi pada Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan)
DIAN INSANI A, Prof. Dr. Edy SUandi Hamid, M.Ec; Dr. John Suprihanto,MIM
2016 | Tesis | S2 Ketahanan NasionalPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis kondisi keuangan daerah Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, membuat simulasi penerbitan obligasi daerah oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, mengkaji peluang, kendala, dan tantangan penerbitan obligasi daerah oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan, serta menganalisis sumbangan penerbitan obligasi daerah dalam menunjang ketahanan ekonomi daerah. Penelitian ini merupakan penelitian campuran kuantitaif-kualitatif. Pengumpulan data dilakukan dengan metode wawancara, dokumentasi, dan studi pustaka. Terdapat dua metode analisis data, (1) analisis kuantitatif untuk menghitung rasio-rasio keuangan yang terkait dengan obligasi daerah, (2) analisis kualitatif untuk menguraikan data-data kuantitatif dan menjawab pertanyaan penelitian. Berdasarkan hasil penelitian, karena keterbatasan fiksal yang dimiliki, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan perlu menerbitkan obligasi daerah sebagai alternatif pembiayaan pembangunan. Berdasarkan simulasi penerbitan obligasi daerah, pada tahun 2015, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan dapat menerbitkan obligasi daerah hingga Rp 2.527.519.499.727,12 dan layak untuk menerbitkan obligasi daerah. Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan mempuyai peluang yang baik untuk menerbitkan obligasi daerah. Faktor yang mendukung penerbitan obligasi daerah yaitu kinerja keuangan yang baik, adanya peluang pasar yang besar, iklim investasi Provinsi Sulawesi Selatan yang cukup baik, serta adanya lembaga-lembaga yang menunjang penerbitan obligasi daerah. Namun demikian, Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan juga dihadapkan dengan adanya kendala dan tantangan yaitu : (1) masih adanya sikap mental ketergantungan pada dana APBN, (2) pemerintah daerah belum memahami obligasi daerah, (3) permasalahan politik, (4) masih adanya disharmonisasi peraturan perundangan terkait auditor yang berwenang melakukan audit atas laporan keuangan, serta (5) kondisi makroekonomi dan perekonomian global saat ini. Penerbitan obligasi daerah untuk membangun infrastruktur publik dapat menunjang ketahanan ekonomi daerah. Bagi pemerintah daerah, obligasi daerah dapat memberikan tambahan dana pembangunan sehingga pemerintah daerah dapat mandiri tidak tergantung pada APBN. Infrastruktur yang dibangun dengan obligasi daerah secara langsung maupun tidak langsung dapat pula mendatangkan penerimaan bagi daerah sehingga kinerja keuangan pemerintah daerah dapat semakin baik. Proyek-proyek yang didanai dengan obligasi daerah akan menciptakan kesempatan kerja, mengurangi kemiskinan, meningkatkan purchasing power parity masyarakat, meningkatkan tabungan dan investasi masyarakat, serta mengurangi ketimpangan pendapatan.
This study was aimed to analyze the financial condition of South Sulawesi Province Government, simulating an issuance of municipal bonds by the South Sulawesi Province Government, assessing the opportunities, threats and challenges of municipal bonds issuance by the South Sulawesi Province Government and analyzing the contribution of issuance of municipal bonds in supporting the regional economic resilience. Mixed methods was used in this study. Data collection was conducted by interview, documentation, and literature study. There were two data analysis methods, (1) quantitative analysis to analyze financial ratios related to municipal bonds, (2) qualitative analysis to disagregate the quantitative data and to answer research questions. Based on the research, due to fiscal constraints, South Sulawesi Province Government needs to issue municipal bonds as a financing alternative. Based on the simulation of municipal bonds issuance, in 2015, the South Sulawesi Province Government may issue municipal bonds up to Rp2.527.519.499.727.12 South Sulawesi Province Government had the opportunity issuing municipal bonds. Factors supporting the issuance of municipal bonds were a good financial performnace, huge market opportunity, investment climate in South Sulawesi province was quite good, and there were the institutions supporting the issuance of municipal bonds. However, the South Sulawesi Province Government also met many threats and challenges: (1) depending on APBN as a result of mental attitude, (2) local governments did not understand municipal bonds yet, (3)political problems, (4) disharmony of legislation related to the auditors that conduct audits of financial statements, and (5) macroeconomic and the current global economy conditions. Issuance of municipal bonds could support the regional economic resilience. For local government, municipal bonds could provide additional funds so that local governments might not depend on APBN. Infrastructure directly or indirectly built may create revenue for betterment of local government's financial performance.The projects funded by municipal bonds would create employment, reduce poverty, increase purchasing power parity, increase community savings and investment, as well as reducing income inequality.
Kata Kunci : Obligasi daerah, Ketahanan ekonomi daerah