THE IMPLEMENTATION OF FAMILY HOPE PROGRAM (PROGRAM KELUARGA HARAPAN/PKH) IN PANDAK SUB-DISTRICT BANTUL REGENCY
ERMAWATI S, Koji Fujimoto
2016 | Tesis | S2 Ekonomika PembangunanProgram Keluarga Harapan (PKH) adalah program bantuan bersyarat yang dilaksanakan di Indonesia sejak tahun 2007. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia dengan memberikan bantuan tunai bersyarat kepada rumah tangga untuk mengakses pelayanan kesehatan dan pendidikan. Tujuan umum dari PKH adalah mengurangi kemiskinan dan memutus rantai kemiskinan, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, dan merubah pola hidup keluarga miskin yang cenderung kurang peduli dengan peningkatan kesejahteraan. Bantuan tunai memberikan pengaruh pada pola konsumsi keluarga miskin. Ketika keluarga miskin mendapatkan bantuan tunai, hal ini akan mempengaruhi konsumsi dari keluarga tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana implementasi PKH dan mengetahui jenis pengeluaran oleh penerima manfaat yang dapat dipenuhi dengan bantuan tunai PKH. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus, mengambil sampel dari Kecamatan Pandak, salah satu kecamatan penerima manfaat PKH di Kabupaten Bantul. Penggunaan bantuan PKH diteliti lebih mendalam menggunakan kuesioner terhadap sampel 100 (seratus) orang keluarga sangat miskin sebagai penerima manfaat PKH dari 4 (empat) kelurahan di Kecamatan Pandak. Selain itu, metode kualitatif digunakan dalam teknik pengumpulan data, seperti wawancara informal dengan responden, yaitu penerima manfaat dan pemangku kepentingan terjait PKH dan pengumpulan dokumen-dokumen terkait. Implementasi PKH di Kecamatan Pandak berjalan sukses,dalam hal bantuan tunai PKH memberikan kontribusi untuk mencapai tujuan utama yaitu pendidikan dan kesehatan., meskipun hasil penelitian ini menunjukkan bahwa bantuan tunai tidak digunakan seluruhnya untuk kepentingan terkait pendidikan dan kesehatan saja. Bantuan tunai digunakan oleh 88.75% responden untuk kebutuhan terkait pendidikan, diikuti dengan penggunaan untuk pemenuhan kebutuhan hidup sehari-hari, seperti makanan dan kebutuhan sandang. Pengaruh langsung dari PKH hanya dapat dilihat dari kehadiran siswa ke sekolah dan partisipasi ibu hamil dan balita dalam pemeriksaan kesehatan. pengaruh terhadap pegentasan kemiskinan sangat kecil, hal ini dapat dilihat dari tidak adanya keluarga yang keluar dari kemiskinan.
Family Hope Program/Program Keluarga Harapan (PKH) is the first conditional cash transfer program in Indonesia that was launched in 2007. The program seeks to improve the quality of human capital by providing cash transfers conditional on households accessing specified health and education services. General objective of PKH is reducing poverty and breaking the cycle of poverty, improving the quality of human resources, as well as behavioral changing of poorest family that relatively less concern of increasing welfare. Cash transfer makes impact in consumption behavior. When more cash is available to the lowest income families, it is likely to be directed for consumption. The objective of this research is to assess how the implementation of PKH and investigate what expenditure that beneficiaries can cover using PKH transfer. This research used case study method, using sample taken from Pandak Sub-district, one of area in Bantul Regency. The usage of PKH cash transfer is investigated using questionnaire to 100 beneficiaries from 4 villages in Pandak Sub-districts. Besides, qualitative method is used in the data collection technique such as informal interviews with respondents of recipients, direct observation, and related documents collect. This study finds that PKH program in Pandak Sub-district has been successful in the sense of PKH funds contributed to achieve the original two goals (education and health) to a substantial degree (considerably). Technical problems occurs related the implementation of every process, such as bias in validation process, unfix schedule of payment every year, and verification process. The survey proved that fund/money transfers were not used entirely for education and health sector only. The fund is mostly used for education needs, then followed by household need, such as food and clothes. The beneficiaries also said that the fund was not sufficient. It became apparent that the fund allocated/distributed was not sufficient for every family. The impact of PKH only can be seen from school attendance and health participation. There is very limited impact on poverty alleviation, because not much family can leave from poverty.
Kata Kunci : Conditional Cash Transfer (CCT), Program Keluarga Harapan (PKH), household expenditure, Pandak Sub-District