PEMANFAATAN PENGINDERAAN JAUH DAN SISTEM INFORMASI GEOGRAFI DALAM PEMETAAN GENANGAN SKALA MIKRO UNTUK KAJIAN PERSEBARAN LEPTOSPIROSIS DI KECAMATAN TEMBALANG, KOTA SEMARANG, PROVINSI JAWA TENGAH
ZAIDA ULFA ANGGER P, Dr. R. Suharyadi, M.Sc
2016 | Skripsi | S1 KARTOGRAFI DAN PENGINDRAAN JAUHPerkembangan Kecamatan Tembalang yang semakin berkembang menyebabkan semakin meningkatnya perubahan penggunaan lahan yang tidak terkontrol dari lahan non terbangun menjadi lahan terbangun. Hal ini jika tidak didukung dengan sistem drainase dan kondisi fisik lahan yang baik akan menimbulkan berbagai masalah lingkungan, terutama timbulnya genangan pada saat hujan akibat kurangnya vegetasi sebagai resapan air. Kecamatan Tembalang termasuk dalam kecamatan dengan penderita leptospirosis cenderung tinggi dibandingkan dengan kecamatan lainnya yang berada di Kota Semarang sepanjang tahun 2013. Berdasarkan permasalahan tersebut, dapat dilakukan penelitian mengenai aplikasi penginderaan jauh dan sistem informasi geografis dalam melakukan pemodelan spasial parameter genangan skala mikro dan menganalisis hubungan antara genangan skala mikro dengan kasus penderita leptospirosis di Kecamatan Tembalang. Citra penginderaan jauh ini dapat digunakan untuk mengidentifikasi suatu fenomena dengan skala yang rinci dan memiliki akurasi yang baik. Penelitian ini bertujuan untuk : (1) Mengkaji kemampuan data penginderaan jauh dalam menyadap parameter genangan skala mikro di Kecamatan Tembalang, (2) Pemodelan spasial untuk analisis genangan skala mikro di Kecamatan Tembalang, (3) Menganalisis hubungan genangan skala mikro dengan kasus persebaran leptospirosis di Kecamatan Tembalang. Penelitian ini menggunakan citra satelit Quickbird dengan teknik interpretasi visual. Metode pengambilan sampel genangan skala mikro dengan menggunakan stratified random sampling. Metode pengolahan data adalah pemodelan spasial berjenjang tertimbang dimana pembobotan ini dibuat berdasarkan besar pengaruhnya terhadap timbulnya suatu genangan. Metode analisis yang digunakan untuk mengkaji hubungan genangan skala mikro dengan kasus leptospirosis adalah analisis spasial dengan melakukan tumpang susun (overlay) peta genangan skala mikro dengan peta persebaran penyakit leptospirosis. Analisis data dilakukan secara kuantitatif dengan pertimbangan jarak aktivitas dari tempat tinggal penderita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa (1) Kemampuan citra Quickbird dalam menyadap beberapa parameter genangan skala mikro melalui citra penginderaan jauh, dapat dikatakan memiliki akurasi yang sangat baik. Hal ini ditunjukkan berdasarkan tingkat akurasi penggunaan lahan sebesar 97,94% dan 72% untuk parameter tekstur tanah, (2) Berdasarkan hasil pemodelan spasial dengan metode berjenjang tertimbang diketahui bahwa peta genangan skala mikro memiliki akurasi yang baik sesuai dengan keberadaan genangan di lapangan. Hal ini ditunjukan dengan hasil uji akurasi genangan skala mikro sebesar 87,855% dengan luas 25,2968 km2 untuk potensi genangan tinggi dan 14,6848 km2 potensi genangan sedang. (3) Analisis spasial hubungan genangan skala mikro dengan kasus leptospirosis, menunjukkan bahwa terjadi hubungan positif antara 2 variabel tersebut dengan hasil 85, 29% kasus leptospirosis berada pada daerah potensi genangan tinggi dan 14,71% kasus berada pada daerah potensi genangan sedang.
The development of Tembalang District has risen and caused the rapidly changing of land use from non-built up area in to built up area. This phenomenon if do not support with proper drainage system and physical condition, it will causes many environmental problems. Such as a micro scale inundation which caused because of the heavy rain and there is no sufficient of vegetation as the resorb area. Tembalang District has a high number of leptospirosis cases in 2013. Based on this problem, this research are concern in the spatial modeling of inundation and the correlation between micro scale inundation and leptospirosis cases at Tembalang District. The purposes of this research are (1) Studying about the capability of remote sensing imagery for extracting the parameters of micro scale inundation. (2) Modeling of spatial phenomenon of micro scale inundation analyze. (3) Analyzing the correlation between the micro scale inundation and the distributions of leptospirosis cases at Tembalang District. This research used Quicbird imagery satellite with visual interpretation technic. The sampling method used stratified random sampling. Data processing that has been used in this research is spatial modeling with weighted algorithm, where the weighted number made by the most influenced factor of inundation phenomenon. The Analysis method has used in this research for studying about the correlation between micro scale inundation and leptospirosis cases was spatial analysis with used overlay micro scale inundation map and leptospirosis spread map. Data analysis is done with quantitative method with some considerations of the activity distance from victim living place. The result of this research shows that (1) The Capability of Quickbird imagery for extracting some parameters of micro scale inundation using remote sensing imagery can be conclude that this imagery has a very good accuracy. This were showing from the levels accuracy of land use was 97.94 % and 72% was soil texture parameter. (2) Based on the result of spatial modeling of the parameter with weighted algorithm shows that micro scale inundation map has a good accuracy and acceptable for analysis. This is show from the levels accuracy of 87,855% with an 25,2968 km2 for high inundation potential and an 14,6848 km2 for moderate inundation potential. (3) The spatial analysis of the correlation between micro scale inundation and leptospirosis cases shows that there is a positive correlation between 2 variables with result in 85.29% leptospirosis cases are used to happen at the highest potential of inundation and 14.71% cases are used to happen at the moderate potential of micro scale inundation.
Kata Kunci : genangan skala mikro, kasus leptospirosis, analisis spasial