Laporkan Masalah

ANALISA TEGANGAN BENTANG JEMBATAN BOX GIRDER PADA PROYEK JALAN LAYANG KAPTEN TENDEAN - BLOK M - CILEDUG PAKET SESKOAL

M IQBAL AL FARISI, Agus Kurniawan,ST.,MT.,Ph.D

2016 | Tugas Akhir | D3 TEKNIK SIPIL SV

Kebutuhan transportasi massal yang semakin meningkat tiap tahunnya, membuat pemerintah DKI Jakarta menyediakan angkutan berbasis Bus Rapid Transit (BRT). Karena keterbatasan lahan, Pemerintah DKI Jakarta membuat akses jalan bus diatas tanah. Dalam hal ini pembangunan Jalan Layang Non Tol Kapten Tendean - Blok M - Ciledug diharapkan dapat menjadi solusi keterbatasan yang ada. Metode yang digunakan dalam pembangunan jalan layang ini yaitu metode span by span segmental box girder dengan beton prategang. Beton prategang adalah beton bertulang yang telah diberikan tegangan tekan dalam untuk mengurangi tegangan tarik potensial dalam beton akibat beban kerja. Analisa bentang jembatan ini dimulai dari pengumpulan data dan literatur yang diperlukan. Analisa mengacu pada RSNI T-02-2005 dan Perencanaan Struktur Beton Pratekan Untuk Jembatan yang dikeluarkan oleh Direktorat Jenderal Bina Marga. Selanjutnya dilakukan pembebanan yang terjadi akibat berat sendiri, beban mati tambahan, beban lalu lintas, gaya rem, beban angin, dan beban gempa. Kemudian dari hasil analisa tersebut dilakukan kontrol tegangan akhir yang terjadi pada struktur utama jembatan. Setelah menganalisa tegangan yang terjadi pada bentang jembatan, kontrol tegangan terhadap 4 beban kombinasi menurut SNI 1725:2016 sudah aman. Tegangan ijin tekan beton yang disyaratkan adalah sebesar 20 mpa sedangkan tegangan ijin tarik beton yang diisyaratkan adalah sebesar 42.42 mpa. Untuk kombinasi 1 tegangan tariknya adalah sebesar 26.86 mpa dan tegangan tekan sebesar 56.42 mpa, untuk kombinasi 2 tegangan tariknya sebesar 26.41 mpa dan tegangan tekan sebesar 56.59 mpa, untuk kombinasi 3 tegangan tariknya sebesar 25.58 mpa dan tekan sebesar 56.94 mpa, dan terakhir untuk kombinsai 4 tegangan tarik sebesar 34.47 mpa dan tekan sebesar 40.66 mpa.

Mass transportation needs are increasing every year, this makes DKI Jakarta government providing transport-based Bus Rapid Transit (BRT). Because of limited land, Jakarta government make an bus access road over the ground. In this case construction of Non-Toll Kapten Tendean - Blok M - Ciledug flyover project expected to be a solution to this problem. The method used at flyover project is span by span segmental prestress box girder. Prestress concrete is concrete that has been given a compressive stress in the potential to reduce tensile stresses in the concrete due to workload. Analysis of bridge spans starting from collecting data and required literature. Analysis refers to �SNI 1725:2016� and �Perencanaan Struktur Beton Pratekan Untuk Jembatan� published by Direktorat Jenderal Bina Marga. Then input loading caused by self load, additional dead load, traffic load, brake force, wind load, dan earthquake load. Then from the result of the analysis control the final stress analysis of the main structure of bridge. After stress analysis of the box girder bridge span between pierhead P60 until P61 with a spans of 37,5 meters, stress analysis control to 4 load combination according to RSNI T-02-2005 it was safe enough. Allowable stresses of concrete required is 20 mpa, allowable stresses of concrete tensile required is 42.42 mpa. for first load combination tensile stress is 26.86 mpa and compressive stress is 56.42 mpa, for second load combination tensile stress is 26.41 mpa and compressive stress is 56.59 mpa, for third load combination tensile stress is 25.58 mpa and compressive stress is 56.94 mpa, and flast load combination tensile stress is 34.47 mpa and compressive stress is 40.66 mpa.

Kata Kunci : Jalan Layang, Box Girder, Beton Prategang, Analisa Tegangan / Flyover, Box Girder, Prestress Concrete, Stress Analysis