Kemampuan daerah dalam rangka pelaksanaan otonomi daerah ditinjau dari aspek keuangan :: Studi kasus di Kabupaten Sumba Timur, 1990/1991-1999/2000
ROMU, Stefanus Nggobi Kahewa, Dr. Soeratno, M.Ec
2001 | Tesis | Magister Ekonomika PembangunanTujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui kemampuan keuangan daerah Kabupaten Sumba Timur dalam rangka pelaksanaan otonomi daerah. Untuk mengukur kemampuan keuangan tersebut dilakukan dengan melihat pada tingkat pertumbuhan PAD. kontribusi masing-masing sumber terhadap PAD, indeks kemampuan rutin daerah, nisbah PAD terhadap total penerimaan daerah dan nisbah subsidi/bantuan pusat terhadap total penerimaan daerah. Penelitian ini juga bertujuan untuk memproyeksikan penerimaan PAD Kabupaten Sumba Timur selama lima tahun mendatang, yaitu tahun 2002-2006. Data yang digunakan dalam penelitian ini adalah data runtun waktu (time series) yaitu dari tahun 1990/1991 — 1999/2000. Alat analisis yang digunakan adalah analisis pertumbuhan, analisis kontribusi, dan analisis derajat otonomi fiskal. Hasil penelitian menyimpulkan bahwa pertumbuhan PAD kabupaten Sumba Timur mengalami perubahan yang berfluktuatif dengan rata-rata tingkat perubahan sebesar 11,42 persen, dengan kontribusi terbesar/dominan terhadap PAD adalah retribusi daerah namun memiliki trend yang cenderung menurun dan tidak signifikan dibandingkan dengan sektor Iainnya. Selanjutnya satu-satunya sumber penerimaan daerah yang memiliki trend meningkat signifikan adalah hanya pajak daerah. Proyeksi PAD dengan menggunakan trend geometri meningkat rata-rata sebesar 11,42 persen. Nisbah PAD terhadap total penerimaan daerah pun menurun secara tidak signifikan yang diikuti oleh menurunnya subsidilbantuan pemerintah pusat terhadap daerah karena ada peranan sumber penerimaan lain yang menopang PAD yaitu pos bagi hasil pajak dan bukan pajak, akan tetapi Kemampuan PAD dalam membiayai pengeluaran rutin daerah justru memiliki kecenderungan menurun dan tidak signifikan yang berarti, bahwa perubahan peningkatan PAD berada dibawah rata-rata peningkatan pengeluaran Kabupaten Sumba Timur.
This research attempts to analyze the financial capability of the Regency of Sumba Timur in facing the implenientation of the regional autonomy. The financial capability is measured by observing the growth rate of Regional Original Income (ROI), the contributing of each source the ROI, the index of regional routine capability, the ratio of ROI to total regional income, and the ratio of block grant to total regional income. In addition, this research also identifies the projection of ROI of this regency for the period of 2002 - 2006. The data used in this research are time series data for the period of 1990/1991-1999/2000. The analysis methods applied are growth analysis, contribution analysis, and fiscal autonomy level analysis. The findings of this research indicate that the ROI growth of the Regency of Sumba Timur has fluctuating changes with the average change of 11.42%. The biggest contribution to ROI comes from the regional retribution but its trend tends to decrease and is not significant compared to other sectors. The only regional income source with significantly increasing trend is the regional tax. The projecting of ROI using geometric trend shows an average increase of 11.42%. The ratio of ROI to the total regional income decrease insignificantly, followed by the decrease of block grant because there are other income sources supporting ROI, namely tax and non-tax shares . However, the capability of ROI to finance the regional routine expense tends to decrease and is not significant, meaning that the increase of ROI is below the average increase of the regional expense of Sumba Timur
Kata Kunci : Keuangan Daerah, Otonomi Daerah