KUALITAS HIDUP PEKERJA ALIH DAYA (OUTSOURCING) PADA PT ANGKASA PURA MANADO (Studi Fenomenologi)
MARSSEL MICHAEL SENGKEY, Dr. Bagus Riyono, M.A.,Psikolog
2016 | Tesis | S2 PsikologiIntisari Kualitas kehidupan merupakan masalah utama yang patut mendapat perhatian bagi banyak orang, termasuk pekerja alih daya (outsourcing). Dalam banyak kajian pekerja outsorcing mengalami banyak persoalan dalam hak kerja, ketidak pastian masa depan, penghasilan kecil, dan jaminan kerja yang rendah. Hal ini berpengaruh terhadap kualitas kehidupan umum yang terjadi pada kehidupan sehari-hari. Penelitian ini bertujuan untuk menjawab pertanyaanâ€bagaimana kualitas hidup pekerja alih daya di PT. Angkasa Pura Support Manado?†Pengambilan data dilakukan dengan wawancara terstruktur pada 3 subjek. Syarat subjek yang gunakan adalah pekerja alihdaya yang telah bekerja lebih dari 2 tahun di PT. Angkasa Pura Manado. Hasil yang diperoleh dari penelitian ini adalah, pertama, keyakinan akan nilai-nilai kehidupan yang dikembangkan dari pola budaya dan keyakinan religius, ternyata mampu memberikan peran besar bagi pekerja alih daya dalam memahami dan menarik makna atas kejadian kurang mengenakkan bagi kehidupannnya secara umum. Kerangka kualitas hidup juga terbantu ketika pekerja alih daya mampu mengembangkan kepekaan terhadap humor, yang setidaknya bisa membangkitkan suasana hati positif, serta modal menjalin hubungan baik dengan orang lain. Pekerja alih daya, dengan preferensi budaya dan nilai sosialnya cenderung membangun keyakinan bahwa bekerja keras akan menghasilkan konsekuensi logis berupa kesejahteraan dan ketercukupan, namun ternyata belum dicapai. Kedua, penelitian ini berhasil mengungkapkan afek-afek negatif yang dominan pada pekerja alih daya, yakni ketidakberdayaan, ketidakpastian dan rasa tidak aman. Yang mana hal tersebut merupakan dampak langsung dari sistem kerja alih daya saat ini. Menghadapi afek-afek tersebut, pekerja alih daya ternyata juga memiliki faktor penguat kualitas hidupnya, yakni faktor sosial yang diwujudkan dalam bentuk dukungan sosial dari keluarga maupun dari orang-orang terdekat, juga adanya peran relasi atau jaringan sosial dalam memberikanâ€sedikit†rasa aman. KataKunci: Pekerja Alih daya, Kualitas Hidup, Manado
Abstract Quality of life is a major problem that deserves attention for many people, including outsourced workers. In many studies outsorcing workers encountered many problems in the right to work, the uncertainty of the future, a small income, and job insecurity. This affects the quality of public life that occur in everyday life. This study aims to answer two questions �how the quality of life of workers outsourced PT. Angkasa Pura Support Manado? This study used a qualitative approach of phenomenology. Data were collected by structured interview in three subjects. Terms of use is the subject of outsourcing workers who have worked more than 2 years in PT. Angkasa Pura Manado. The results obtained from this study is, first, the belief in the values of life developed from patterns of cultural and religious beliefs, was able to provide a big role for outsourced workers to understand and draw meaning on events uncomfortable for general life. Framework for quality of life was also helped when outsourced workers were able to develop a sensitivity to joke, which at least can evoke a positive mood, as well as capital to establish good relationships with others. Outsourced workers, with a preference for cultural and social values tend to build confidence that the hard work will produce a logical consequence in the form of prosperity and plenty, but it has not been achieved. Second, this study has revealed the affects of the dominant negative on outsourced workers, the helplessness, uncertainty and insecurity. Which it is a direct result of the work system of outsourcing today. Facing the affects the workers of outsourcing it also has an amplifier factor the quality of life, namely social factors embodied in the form of social support from family or from nearbypeople, also the role of relationships or social networks in providing sense of security. Keyword: Quality of life, Outsourced workers, Manado
Kata Kunci : Pekerja Alih daya, Kualitas Hidup, Manado