PENATAAN PERMUKIMAN DALAM MENGATASI KERENTANAN FISIK KAWASAN MEANDER TERHADAP BENCANA BANJIR DESA PROGOWATI, KECAMATAN MUNGKID
WIDARANI APRILLA A T, Dr. Ir. Ahmad Sarwadi, M.Eng. ; Ir. M. Santosa, MS.
2016 | Tesis | S2 Teknik ArsitekturKabupaten Magelang adalah sebuah Kabupaten di provinsi Jawa Tengah. Kabupaten Mgelang berada di cekungan sejumlah rangkaian pegunungan. Pada bagian tengah mengalir Kali Progo beserta anak sungainya menuju selatan, salah satunya adalah Kali Pabelan, dimana pertemuan kembali kedua kali tersebut terletak di desa Progowati. Disaat bencana lahar dingin tahun 2010, Kali Pabelan merupakan kali yang mengalami banjir lahar dingin terbesar. Banjir pada aliran Kali Pabelan menyebabkan tiga jembatan roboh dan juga mengakibatkan rumah dan sejumlah sawah di sekitar aliran sungai terendam pasir yang bercampur lumpur dan batu. Kondisi inilah yang menjadikan permukiman pada sisi sungai Kali Pabelan memiliki nilai kerentanan. Penelitan ini menggunakan pendekatan kualitatif rasionalistik, teori yang dikenal dengan buah pikiran yang dikonstruksikan menjadi suatu yang mengandung sejumlah problematik yang perlu diteliti lebih lanjut. Penelitian ini menekankan pada pemahaman permasalahan yang ada pada lapangan berdasarkan kondisi fisik lapangan. Dimulai dengan observasi lapangan, mengolah data kemudian dianalisis menggunakan teori terkait. Selanjutnya kesimpulan dari hasil analisis yang akan didapatkan pengembangan guideline dan pemecahan permasalahan. Hasil penelitian ini mengetahui area dan faktor yang mempengaruhi kerentanan, baik kerentanan permukiman maupun kerentanan terhadap kawasan. Kerentanan dinilai berdasarkan pada fungsi kawasan/tata guna lahan, jaringan sirkulasi, ruang terbuka, dan kondisi eksisting topografi dan ruang terbuka pada kawasan. Sehingga rekomendasi yang akan diarahkan pada penelitian ini adalah penataan kawasan yang sesuai dengan fungsi kawasan yaitu permukiman kawasan tepi sungai.
Magelang Regency is a regency in Central Java Province. Magelang Regency located in a basin and mountain system. At the center, flows Progo River and its tributaries to the south towards Indian Ocean, one of which is Pabelan River, where the re-confluence of those two rivers is located in the Progowati Village. When cold lava disaster occurred in 2010, Pabelan River ore one of rivers that suffered the most severe destruction from the floods, The flood from those streamline caused three bridges collapsed also resulted in a number of houses and paddy fields surrounding the river submerged in mixture of mud, sands and stones. This condition makes the settlements on the surrounding of Pabelan river vulnerable. This research uses a rational qualitative approach, a theory known as series of thoughts that constructed into one, which contains a number of problems that need further study. This study emphasizes on understanding the problems that exist in the field, based on the physical condition of the field. Starting with field observations, processing data then analyzed using related theories. Furthermore, the conclusions of the analysis results will be obtained through guideline development and problem solving. The results of this research are to know the area and the factors that affect vulnerability, both settlement vulnerability and also regional vulnerability. Vulnerability assessed based on the function of the area / land use, circulation network, open space, and the existing conditions of the topography and open spaces in the area, so that the recommendations will be directed in this study is the regional arrangement in accordance with the function of region that is settlement area of the river bank.
Kata Kunci : Kerentanan, Permukiman Tepi Sungai, Penataan Kawasan, Meander