Laporkan Masalah

The Influence of Psychological Empowerment on Turnover Intentions Through Work Engagement and Affective Commitment: Study at PT Pembangkitan Jawa-Bali Head Office

ADELIA WAHYU ASTUTI , Rangga Almahendra, Dr., S.T., M.M.

2016 | Skripsi | S1 MANAJEMEN

PT Pembangkitan Jawa Bali (PT PJB) terus meningkatkan dan mengembangkan sumber daya manusia untuk menjadi lebih siap dan kompetitif dalam menjadi pemimpin dalam industri. Kurangnya studi faktor dan konsekuensi dari keterlibatan kerja dan komitmen, dan bias dalam hasil penilaian karyawan di PT PJB membuat penilaian karyawan kurang efektif daripada seharusnya. Selain itu, PT PJB belum mengukur kebermaknaan bekerja di indeks keterlibatan, yang dikatakan menjadi faktor signifikan untuk komitmen dan keterlibatan di penelitian sebelumnya. Berdasarkan pengamatan tersebut, penelitian ini bertujuan untuk menguji pengaruh pemberdayaan psikologis dari keinginan berpindah melalui keterlibatan kerja dan komitmen afektif. Model diperiksa menggunakan analisis faktor konfirmatori dan pemodelan persamaan struktural dengan data cross-sectional dari karyawan di kantor pusat PT PJB. Penelitian ini menghasilkan bahwa pemberdayaan psikologis memiliki pengaruh langsung dan tidak langsung terhadap keinginan berpindah. Komitmen afektif ditemukan tidak memiliki efek langsung dan tidak langsung yang signifikan dengan pemberdayaan psikologis dan keterlibatan kerja. Oleh karena itu, keterlibatan pekerjaan menjadi satu-satunya mediator dan ditunjukkan untuk memediasi sebagian pengaruh pemberdayaan psikologis terhadap keinginan berpindah di kantor pusat PT PJB.

PT Pembangkitan Jawa Bali (PT PJB) continuously improves and develops its human resource to be more ready and competitive in being the leader in the industry. Lack of study of actual factors and cosequences of engagement and commitment, and bias in the employees assessment results in PT PJB make the employees assessment less effective than it is supposed to be. In addition, PT PJB has not yet measured meaningfulness at work in the engagement index, which is said to be a significant factor for commitment and engagement by previous researchers. Based on that observation, this study aims to test the influence of psychological empowerment on turnover intentions through work engagement and affective commitment. The model is examined using confirmatory factor analysis and structural equations modeling with cross-sectional self-report data from employees in PT PJB’s head office. The study resulted that pychological empowerment resulted to have direct and indirect influences on turnover intentions. Affective commitment was found to have no significant direct effect with psychological empowerment and work engagement. Therefore, work engagement was resulted to be the only mediator and was shown to partially mediate the influence of psychological empowerment on turnover intentions in PT PJB’s head office.

Kata Kunci : psychological empowerment, work engagement, affective commitment, turnover intentions, influence, PT Pembangkitan Jawa Bali