PELAKSANAAN ASSET RECOVERY DALAM PERKARA TINDAK PIDANA KORUPSI MENURUT HUKUM PIDANA DAN HUKUM PERDATA INDONESIA
HOTMA P.D. SITOMPOEL , Prof. Dr. Nindyo Pramono, S.H., M.S. ; Prof. Dr. Eddy O.S. Hiariej, S.H., M.Hum.
2016 | Disertasi | S3 Ilmu HukumPenegakan hukum secara efektif dalam perkara tindak pidana korupsi harus menghasilkan dihukumnya pelaku tindak pidana korupsi dan dihapuskannya atau setidaknya diminimalkannya kerugian negara melalui perampasan aset pelaku tindak pidana korupsi dan orang-orang yang terlibat atau ada hubungannya dengan tindak pidana korupsi. Namun penegakan hukum tersebut seringkali tidak tercapai sehingga kerugian negara akibat tindak pidana korupsi justru semakin bertambah. Bertitik tolak dari permasalahan tersebut diatas, penelitian disertasi ini bertujuan untuk menganalisa instrumen hukum pidana dan instrumen hukum perdata untuk mengembalikan aset kejahatan korupsi, selanjutnya mengeksplikasi dan mengevaluasi pelaksanaan dan hambatan yang terjadi dalam pelaksanaan instrumen hukum pidana dan instrumen hukum perdata tersebut. Penelitian dalam disertasi ini dilakukan dengan menggunakan metode penelitian hukum yuridis normatif dengan menitikberatkan pada data sekunder. Data yang diperoleh dianalisis secara kualitatif, selanjutnya kesimpulan penelitian ditarik melalui interpretasi berdasarkan kerangka teoritik dengan pola pikir yang logis, kritis dan sistematis. Penelitian ini menghasilkan pemahaman tentang cara mengatasi hambatan dalam pelaksanaan instrumen hukum pidana dan instrumen hukum perdata, sekaligus menemukan model yang ideal, dalam kepentingan pengembalian aset kejahatan korupsi di masa mendatang.
The effective law enforcement in corruption cases should resulted in the conviction of the offenders and eliminating or at the very least minimalizing the loss of the state finance by means of confiscating the assets of the offenders and those people whom are involved or related to the corruption. Nevertheless, law enforcement often fails to meet its purpose and in turn causing the increase in the loss of the state finance. In regards to the abovementioned matter, this dissertation research is intended to analyze the designed criminal and civil law legal instruments, which can be used to recover assets as the proceeds of corruption, henceforth to elaborate and evaluate the implementation and the obstacles faced in the implementation of those criminal and civil law legal instruments. This dissertation research is conducted using the method of a truly normative legal science focusing on secondary data. The collected data are analyzed qualitatively, henceforth the conclusion is based on interpretation of logic, critical and systematic theoretical mind frame. This research produces an understanding regarding methods of how to eliminate obstacles in implementing criminal and civil law legal instruments, at the same time to find an ideal method to recover assets proceeds of corruption in the future.
Kata Kunci : Tindak Pidana Korupsi, Perampasan Aset, Pidana, Perdata.