GOOD GOVERNANCE AND PEACE BUILDING Peran Pemerintah Daerah Dalam Pembangunan Perdamaian Pasca Konflik Masyarakat Desa Lella Kecamatan Alor Selatan Dan Masyarakat Desa Lipang Kecamatan Alor Timur Laut Di Kabupaten Alor Provinsi Nusa Tenggara Timur
RONISIUS Y KAMINUKAN, Dr. Poppy S. Winanti, MPP, M.Sc
2016 | Tesis | S2 Ketahanan NasionalTesis ini menguraikan peran pemerintah daerah dalam pembangunan perdamaian pasca konflik masyarakat Desa Lella dan Desa Lipang di Kabupaten Alor Provinsi Nusa Tenggara Timur. Peran dimaksud berkaitan dengan peace keeping, peace making dan peace building sebagai bentuk intervensi penyelesaian konflik. Untuk mempertajam tesis ini, penulis menggunakan metode deskriptif - kualitatif melalui studi pustaka, observasi dan wawancara yang diarahkan untuk menjawab pertanyaan penelitian terkait penyebab konflik, dinamika dan dampaknya serta peran pemerintah daerah Kabupaten Alor dalam pembangunan perdamaian pasca konflik tersebut. Kesimpulan penelitian menunjukan bahwa konflik tersebut merupakan konflik yang disebabkan oleh ketiadaan batas wilayah administrasi pemerintahan yang jelas berbentuk tapal batas riil di lapangan sehingga kedua masyarakat terlibat dalam klaim kewilayahan untuk memperebutkan sekolah dasar inpres dan sumber mata air sebagai aset kepemilikannya yang berujung konflik semenjak tahun 1994 dan tereskalasi di tahun 2008 dan 2013. Eskalasi konflik juga didorong oleh dominannya kedua masyarakat menggantungkan kehidupan di bidang pertanian, sehingga lahan dan wilayah menjadi kebutuhan vital. Ditambah lagi dengan dinamika dan proses pendidikan di SD Inpres tersebut menimbulkan ketidakpuasan didalam masyarakat. Konflik tersebut berlangsung dalam tahapan pra konflik, konfrontasi, krisis, akibat dan pasca konflik yang tereskalasi kembali ke titik pra konflik, konfrontasi, krisis, akibat dan pasca konflik yang menimbulkan kerugian fisik, materiil maupun kerugian sosial yang dialami kedua masyarakat. Pemerintah daerah Kabupaten Alor telah mengaktualisasikan perannya dalam setiap dinamika dan tahapan konflik yang terjadi untuk mewujudkan perdamaian sebagai langkah intervensi konflik melalui serangkaian upaya peace keeping, peace making, maupun peace building. Kata Kunci : Konflik Batas Wilayah Administrasi Desa, Dinamika Konflik, Good Governance, Pembangunan Perdamaian
This thesis explains the role of local governments in peace-building post conflict between the community of Lella and Lipang village in Alor regency, East Nusa Tenggara province. The role is associated with peace keeping, peace making and peace building as a form of intervention to conflict resolution. To sharpen this thesis, the writer uses descriptive – qualitative method such as literature review, observation and direction interviews to answer the research question that related to the causes, dynamics and impact of the conflict and the role of Alor local government in the peace-building post conflict. This study concluded that the conflict caused by the absence of administrative boundaries between the two villages, in the form of real boundary in the field. So that both people from the two villages involved in territorial claim and to compete Inpres primary school and spring water as ownership asset. It then led to the conflict since 1994 and escalated in 2008 and 2013. The conflict escalation supported by the dominance of population that livelihood to agriculture. It makes the land and the area became a vital. Also, the dynamic and education process in Inpres primary school cause dissatisfaction in society. The conflict took place in stage of pre-conflict, confrontation, crisis, impact and escalation post conflict. It then returns to the same stage (pre-conflict until escalation post conflict) causing bodily harm, material and social loss. The government of Alor regency has been actualized the dynamic and its role in each stage of the conflict. It also creates peace as conflict intervention through peace keeping, peace making and peace building.
Kata Kunci : Konflik Batas Wilayah Administrasi Desa, Dinamika Konflik, Good Governance, Pembangunan Perdamaian/Conflict of administrative boundary village, conflict dynamic, good governance, peace building