PENGUKURAN EFISIENSI PADA PUSKESMAS DI DAERAH ISTIMEWA YOGYAKARTA
SRI WIDODO , Prof. Indra Bastian, M.B.A.,Ph.D.
2016 | Tesis | S2 Ilmu AkuntansiPuskesmas merupakan organisasi kesehatan tingkat dasar yang memberikan pelayanan kepada masyarakat. Sesuai dengan delapan tujuan MDGs, bidang kesehatan menjadi prioritas pembangunan sehingga pelayanan Puskesmas semakin hari semakin diarahkan pada pencapaian kualitas mutu dengan tetap memperhatikan keterjangkauan biaya. Kinerja Puskesmas dianggap baik jika Puskesmas tersebut mampu memberikan produk kesehatan pada tingkat tertentu berdasarkan standar kualitas yang telah ditetapkan. Jika hal tersebut dapat dipenuhi, suatu Puskesmas dikatakan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui apakah standar kualitas tertentu yang meliputi biaya-biaya yang dikeluarkan oleh Puskesmas di DIY, bantuan operasional kesehatan serta jumlah tenaga medis yang tersedia di tiap puskesmas telah efisien. Penelitian ini menggunakan program Data Envelopment Analysis (DEA) berorientasi input untuk menghitung tingkat efisiensi Puskesmas. Sebanyak 73 Puskesmas yang tidak menyelenggarakan rawat inap di Daerah Istimewa Yogyakarta digunakan sebagai sampel dalam penelitian ini. Puskesmas dikatakan efisien jika hasil analisis DEA menunjukkan angka 100%. Puskesmas dengan nilai efisiensi dibawah 100% dikatakan tidak efisien. Berdasarkan hasil analisis DEA, 22 Puskesmas telah efisien, sedangkan sisanya, sebanyak 51 Puskesmas tidak efisien. Hal tersebut terjadi karena Puskesmas belum menggunakan ketiga input secara optimal. Agar menjadi efisien, Puskesmas-Puskesmas tersebut sebaiknya mengurangi alokasi penggunaan dana BOK, menambah alokasi dana untuk biaya obat dan BHP dengan tetap mempertahankan jumlah tenaga medis.
Puskesmas is the basic level of health organizations in Indonesia that provides health service to the society. Due to the eight goals of MDGs, the health sector is the top priority of development, so Puskesmas increasing their services day by day towards in achieving quality but still remaining the cost affordability. The performance of Puskesmas assesed well if it can provides a certain level of healthcare products based on the quality standards that have been set before . If it fullfiled, Puskesmas is efficient. The aim of this research is to determine whether the certain quality standards involving all of the costs incurred by health centers in DIY, health operational support and also the number of medical personnel who available in every Puskesmas are already efficient. This research using an input oriented of Data Envelopment Analysis (DEA) to calculate the efficiencies level of Puskesmas. A total of 73 Puskesmas that do not maintain hospitalization in Yogyakarta used as sample. If the results of DEA analysis showed 100%, the Puskesmas is efficient. Otherwise, if the result of DEA analysis have a value below 100%, it said to be inefficient. Based on the DEA analysis, 22 Puskesmas stated efficient, while the rest, 51 Puskesmas stated inefficient. It happens because there are not using the three inputs optimally yet. In order to be efficient, they should eliminate the allocation of BOK, increase the allocation of drugs and BHP cost but still maintains the number of medicalpersonnel.
Kata Kunci : efisiensi, puskesmas, DEA