Laporkan Masalah

KOMODIFIKASI LAHAN PERTANIAN (Studi Alih Fungsi Lahan Pertanian Di Desa Panggungharjo Sewon Bantul Yogyakarta

FITRIANATSANY, Dr. M. Najib Azca, M.A.

2016 | Tesis | S2 Sosiologi

Tesis yang berjudul Komodifikasi Lahan Pertanian (Studi Alih Fungsi Lahan Pertanian Di Desa Panggungharjo Sewon Bantul Yogyakarta) membahas tentang perubahan sosial yang terjadi di Desa Panggungharjo Sewon Bantul Yogyakarta. Terjadinya perubahan sosial ini membuat desa yang berada di pinggiran kota mengalami aglomerasi perkotaan. Terjadinya aglomerasi perkotaan ini membuat lahan pertanian yang ada di desa tersebut mengalami peralihan fungsi dari lahan pertanian menjadi bangunan non pertanian seperti perumahan. Alih fungsi lahan pertanian ini sudah ada sejak tahun 1990 hingga 2016. Adanya alih fungsi lahan pertanian tersebut berpengaruh pada lahan garapan dan pekerjaan petani di Desa Panggungharjo. Rumusan masalah dalam penelitian ini adalah bagaimana aspek-aspek perubahan sosial yang terjadi di Desa Panggungharjo Sewon Bantul Yogyakarta serta bagaimana strategi petani dan kelompok tani menanggapi dan mengadaptasikan diri terhadap perubahan tersebut? Metode penelitian yang dilakukan peneliti adalah metode penelitian kualitatif dengan unit analisa deskriptif analitis yakni memberikan gambaran tentang rasionalitas substantif dan rasionalitas formal yang mendasarkan pada aktivitas pertanian dan menggambarkan wujud dari rasionalitas tersebut sebagai respon atas situasi pasar yang dimunculkan penetrasi kapitalisme dalam pertanian. Teknik pengumpulan data yang dilakukan adalah wawancara mendalam dengan mengambil informan secara purposive. Infroman tersebut adalah perwakilan dari Kepala Dukuh, Petani dan juga Kelompok Tani Serta kelompok Wanita Tani. Hasil penelitian dilapangan menjelaskan bahwa terjadinya alih fungsi lahan pertanian terjadi akibat dari adanya perubahan sosial yakni dengan aspek-aspek seperti berikut: (1) urbanisasi; (2) perubahan pada aspek kultural; dan (3) perubahan pada aspek struktural. Selain aspek-aspek perubahan sosial yang terjadi di Desa Panggungharjo tersebut, petani dan kelompok tani juga memiliki strategi dan cara dalam memanfaatkan lahan pertanian yakni dengan diversifikasi pekerjaan bagi petani kelas bawah. Bagi petani kelas atas dan menengah, mereka memiliki stategi adaptasi dengan mendirikan usaha seperti laundri, kos-kosan, kontrakan dan juga warung. Strategi yang dilakukan oleh kelompok tani adalah dengan memanfaatkan lahan pertanian seperti melakukan sistem legowo untuk menghasilkan padi yang bagus dan berkualitas serta memanfaatkan sampah organik menjadi pupuk kompos. Sedangkan strategi yang dilakukan oleh Kelompok Wanita Tani adalah memberikan pemberdayaan kepada petani-petani kelas bawah untuk memanfaatkan hasil panen untuk dijadikan bahan pangan dan juga menanam sayur-mayur dan tanaman obat-obatan di poly bag dan pipa pralon. Kesimpulan dari penelitian ini terkait dengan alih fungsi lahan pertanian adalah lahan pertanian semakin menipis, berkurangnya variasi tanaman yang dapat ditanam pada lahan pertanian. Hasil panen berkurang dan varietas tanaman terbatas, terjadinya diversivikasi pekerjaan dan tidak adanya penerus yang menggarap lahan pertanian. Hal ini dikarenakan tingkan pendidikan masyarakat desa yang lebih tinggi dan banyak kegiatan di luar sektor pertanian yang berkembang lebih menjanjikan kesejahteraan masyarakat desa dibandingkan dengan bekerja di sektor pertanian.

Thesis with the title "The Commodification of Agricultural Land (Study of Agricultural Land Conversion in The village of Panggungharjo Sewon Bantul Yogyakarta)" discuss about the social changes that occurred in Panggungharjo Sewon Bantul Yogyakarta. The presence of social changes that occurred in the village on the outskirts of the city experienced an urban agglomeration. The occurrence of these urban agglomerations made agricultural land in the village is experiencing a transition function of agricultural land into non-agricultural buildings such as housing. The transformation of agricultural land has been around from 1990 to 2016. The presence of the agricultural land conversion impact on arable land and the work of farmers in the village Panggungharjo. Formulation of the problem in this research is how the aspects of social changes that occurred in the village of Panggungharjo Sewon Bantul Yogyakarta and how the strategy of farmers and farmer groups respond and adapt themselves to these changes? This study used a method of qualitative research with descriptive analysis unit which provides an overview of substantive rationality and formal rationality which was based on agricultural activities and describe the manifestation of rationality in response to market conditions that emerges from the penetration of capitalism in agriculture. Data collection techniques are in-depth interviews with rendomly informants. The infroman is representative of the Head of Hamlet, Farmers, groups of farmers and a group of Women Farmers. The results of the field study explain about the the conversion of agricultural land occurs as a result of the social changes that the following aspects: (1) urbanization; (2) changes in the cultural aspect; and (3) changes in the structural aspect. Besides the aspects of social changes that occurred in the village od Panggungharjo, farmers and farmers' groups also have a strategy and the way in exploiting the agricultural land with diversification jobs for the lower classes of farmers. For the upper and middle class farmers, they have adaptation strategies with established businesses such as laundry, rented house and stall. Strategies carried out by farmer groups is to utilize the farm, such as legowo system to produce good quality rice and utilize organic waste into compost. Whereas the strategy undertaken by the Group of Women Farmers is giving empowerment to the lower class farmers to utilize the harvest to be used as food, to grow vegetables and herbs in a poly bag and plumbing. The conclusion of this study related to the conversion of agricultural land are increasingly shrink agricultural land and reduced variety of plants that can be grown on agricultural land. Reduced yields and crop varieties is limited, the diversification of jobs and lack of successors who work on farms. This is because the level of public education is higher and many activities outside the agricultural sector which is growing more promising rural welfare than working in the agricultural sector.

Kata Kunci : Perubahan Sosial, Alih Fungsi Lahan Pertanian, Strategi Petani, Pemberdayaan

  1. S2-2016-371742-abstract.pdf  
  2. S2-2016-371742-bibliography.pdf  
  3. S2-2016-371742-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2016-371742-title.pdf