STRATEGI PENGHIDUPAN PERAJIN GERABAH DI DUSUN KLIPOH DESA WISATA KARANGANYAR, KECAMATAN BOROBUDUR, KABUPATEN MAGELANG
HIBATUL HAQQI, Prof. Dr. M. Baiquni M.A ; Joni Purwohandoyo S.Si M.Sc
2016 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAHPerbedaan musim yang terjadi Indonesia, memiliki perlakuan khusus dalam menjalankan aktivitas sehari-hari seperti yang dilakukan oleh perajin gerabah di Dusun Klipoh. Perbedaan musim memberikan pengaruh dalam proses produksi gerabah, karena pengaruh akan cahaya matahari sangat penting dalam proses produksi. Hal ini tentunya akan berdampak pada kondisi penghidupan masyarakat di Dusun Klipoh, khususnya bagi masyarakat yang bekerja di sektor kerajinan gerabah. Perbedaan musim ini akan mengakibatkan perubahan strategi dalam mengelola penghidupannya. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengidentifikasi karakteristik masyarakat perajin gerabah di Dusun Klipoh, (2) mendeskripsikan kondisi penghidupan perajin grabah tradisional dan modern di Dusun Klipoh, dan (3) menganalisis strategi penghidupan perajin grabah tradisional dan modern di Dusun Klipoh. Penelitian ini dilakukan di Dusun Klipoh, Desa Wisata Karanganyar, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif. Responden yang dipilih dalam penilitian ini yaitu perajin gerabah yang berada di Dusun Klipoh. Kemudian untuk teknik analisis penelitian ini menggunakan deskriptif kualitatif dengan perolehan data yang dilakukan melalui metode sensus. Hasil penelitian menunjukan perajin gerabah di Dusun Klipoh merupakan penduduk usia produktif yang memiliki tingkat pendidikan yang relatif rendah. Seluruh perajin merupakan penduduk asli. Sebagian besar perajin masih menggunakan alat yang sederhana dalam proses produksinya dengan hasil kerajinan seperti blengker, kendi, cobek. Sebagian kecil perajin sudah menggunakan alat modern dalam produksinya serta menghasilkan kerajinan yang lebih inovatif seperti asbak, cangkir, hingga keramik. Sebagian besar perajin gerabah di Dusun Klipoh memiliki kondisi aset, yang belum baik. Aset fisik dan finansial menjadi aset tumpuan bagi perajin gerabah dalam pemenuhan kebutuhan. Secara keseluruhan akses di dusun Klipoh sudah baik. Sedangkan untuk aktivitas pelaku usaha dipengaruhi oleh musim yaitu musim kemarau dan hujan. Ketika musim hujan, jumlah produksi lebih sedikit karena dalam proses produksi membutuhkan intensitas matahari. Menghadapi perbadaan kedua musim tersebut, perajin gerabah di Dusun Klipoh memiliki strategi penghidupan yang terdiri dari dua macam tipologi yaitu strategi penghidupan survival dan strategi penghidupan konsolidasi.
Climatology condition which causes Indonesia has two seasons gives impact to people’s daily activities, as how it happens to the pottery craftsmen in Dusun Klipoh, a sub-village administrative area. The seasons difference influences pottery production due to the importance of the sunlight. This matters to condition of community livelihood including those who work in the pottery creative sector. This condition will also cause the changes in livelihood strategy. This research aims to (1) describe the characteristic of pottery craftsmen in Dusun Klipoh, (2) describe the livelihood condition of both traditional and modern pottery craftsmen in Dusun Klipoh, and (3) analyse the livelihood strategy of both traditional and modern pottery craftsmen in Dusun Klipoh. This research was conducted in Dusun Klipoh, Karanganyar Tourism Village, Borobudur Sub-district, Magelang. The approach used was qualitative. Respondents chosen were the pottery craftsmen in Dusun Klipoh. Technique of analysis used in this research was qualitative descriptive and the data collecting method was census. The results of this research show that pottery craftsmen in Dusun Klipoh are in productive range of ages with relative low grade of education. All craftsmen are local people. Most of them still use the simple and traditional tool for the production which the products are such as jugs, cobek, and blengker. Most of the craftsmen have some not good conditions of assets. Physical and financial assets were the main assets to fulfill the daily necessities, while generally the access asset is good condition yet. Activities of the craftsmen are influenced by the seasons: wet and dry season. In wet season the amount of productions less than in dry season due to the lack of sunlight during the wet season. That condition makes them struggle in the livelihood strategy, they have two kinds of strategy: survival livelihood strategy and consolidation livelihood strategy.
Kata Kunci : Penghidupan Masyarakat, Strategi Penghidupan, Perbedaan Musim