Analisis kesiapan daerah dalam melaksanakan otonomi daerah ditinjau dari aspek keuangan :: Kasus kota Sawahlunto
LAPAU, Buyung, Dr. Soeratno, M.Ec
2001 | Tesis | Magister Ekonomika PembangunanPenelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesiapan daerah dalam melaksanakan otonomi daerah ditinjau dari aspek keuangan kasus Kota Sawahlunto, yang dilihat dari struktur penerimaan daerah, Derajat Otonomi Fiskal (DOF), nisbah Bantuan/Subsidi terhadap Total Penerimaan Daerah(TPD), Indek Kemampuan Rutin (IKR), peranan masing-masing Pajak Daerah, Retribusi Daerah dan Penerimaan Lain-lain terhadap PAD serta Proyeksi PAD lima tahun ke depan. Data yang digunakan adalah data sekunder runtun waktu (time series) mulai tahun 1985/1986 s.d 1999/2000, yang diperoleh dari publikasi Dinas Pendapatan Daerah, Bagian Keuangan dan Kantor Statistik Kota Sawahlunto. Untuk analisis dan pembahasan menggunakan alat analisis kontribusi PAD terhadap Total Penerimaan Daerah (TPD), Bantuan/Subsidi terhadap Total Penerimaan Daerah(TPD), PAD terhadap Pengeluaran Rutin, kontribusi masing-masing Pajak Daerah, Retribusi Daerah dan Penerimaan Lain-lain terhadap PAD serta metode bunga majemuk untuk menghitung proyeksi PAD lima tahun ke depan. Hasil penelitian menunjukan bahwa dilihat dari DOF kemandirian Kota Sawahlunto dalam melaksanakan otonomi daerah semakin menurun, ketergantungan terhadap bantuan/subsidi semakin menurun sedangkan kemampuan rutin semakin menurun. DOF yang semakin menurun yang diikuti dengan IKR yang juga semakin menurun, berarti adanya peningkatan penerimaan daerah dari komponen penerimaan daerah lainnya yaitu bagi hasil pajak/bukan pajak. Dari komponen PAD kontribusi terbesar diberikan oleh Retribusi Daerah, diikuti Pajak Daerah dan Penerimaan lain-lain.
This research attempts to analyze the finance aspecs of Sawahlunto monicipolity in order to face autonomy. That finance aspecs are regional are regional revenue structure, subsidy for total regional revenue, ruotine finance ability index, local tax, retribution, others revenue for regional original income and proyection of regional original income for next five years. The data is used in this research are time series for the period of 1985/1986-1999/2000, base on the publication of Regional Income Board, Finance Bureau and Central Bureau of Sawahlunto. To analize use the contribution of regional original income for total regional revenue,contribution of subsidy for total regional revenue, regional original revenue for ruotine expenditure and contribution local tax, retribution and others revenue for regional original income and also compound method for proyection next five years. The results of research show that DOF of Sawahlunto manicipality is very low. Dependency of local finance to subsidy is lower. It's mean there are increased local revenue from other local revenue componen, that are come from revenue sharing of tax/non tax. Local tax and retribution give the biggest contribution for regional original income and other are other revenues.
Kata Kunci : Keuangan Daerah, Otonomi Daerah