Laporkan Masalah

PEMANFAATAN SATWA LIAR OLEH MASYARAKAT DESA DI SEKITAR IUPHHK-HA PT. SARI BUMI KUSUMA KALIMANTAN TENGAH

SITI HARJANTI, drh.Subeno, M.Sc.

2016 | Skripsi | S1 KEHUTANAN

Masyarakat desa di sekitar IUPHHK-HA PT. Sari Bumi Kusuma Kalimantan Tengah terdiri dari beberapa suku yaitu Suku Dayak, Suku Melayu dan Pendatang. Masyarakat desa tersebut masih bergantung dengan adanya hutan termasuk satwa liar. Beragamnya suku akan berpengaruh terhadap ragam pemanfaatan satwa liar yang dilakukan. Tujuan dari penelitian ini yaitu untuk mengetahui bentuk-bentuk pemanfaatan satwa liar, jenis-jenis satwa liar dan bagian tubuh satwa liar yang dimanfaatkan masyarakat serta status konservasinya; mengetahui motivasi dalam memanfaatkan satwa liar dan intensitas pemanfaatan; dan mengetahui jalur pemanfaatan satwa liar yang diperdagangkan. Penelitian dilakukan di 10 desa binaan PT. Sari Bumi Kusuma dengan menggunakan key informan. Informan yang dipilih yaitu tabib atau orang yang melakukan pengobatan secara tradisional, tokoh masyarakat, tokoh adat, pemburu dan masyarakat yang sering memanfaatkan satwa liar. Wawancara mendalam dilakukan kepada responden dengan berpedoman pada quisioner guide, pengamatan langsung dilapangan (ground check), dan tinggal di rumah warga (live in) selama 3 hari 2 malam. Bentuk pemanfaatan satwa liar yang dilakukan oleh masyarakat yaitu subsisten (36,867 %), bush meat (29,572 %), koleksi (21,514 %), budaya (12,048 %), dan komersil (0 %). Satwa liar yang dimanfaatkan berjumlah 63 jenis yang terdiri dari kelas mamalia, aves, amfibi, dan reptil. Beberapa jenis satwa liar yang dimanfaatkan termasuk jenis yang dilindungi, masuk dalam daftar terancam IUCN dan masuk dalam appendix CITES. Bagian tubuh satwa liar yang banyak dimanfaatkan yaitu daging, lemak, darah, kulit dan tulang (55,06 %). Mayoritas motivasi pemanfaatan yang dilakukan oleh masyarakat yaitu karena untuk memenuhi kebutuhan daging (47,114 %). Sebagian besar masyarakat hampir setiap minggu selalu masuk hutan untuk berburu. Rata-rata jumlah satwa yang diperoleh 1-3 ekor untuk kelas mamalia, reptil dan aves dan 1-8 ekor untuk kelas amfibi. Jumlah yang diperoleh tergantung dari banyaknya orang yang ikut berburu yaitu sendiri atau kelompok. Terdapat 2 jalur pemanfaatan satwa liar yang diperdagangkan yaitu secara lokal dan non lokal.

Villagers arround IUPHHK-HA PT. Sari Bumi Kusuma Central Kalimantan consist some tribe such as Dayak tribe, Melayu tribe and immigrants. That villagers still have depended on the forest, including its wildlife. The diversity of tribe influenced with many utilities of wildlife which they do. This research aimed to understand the utilization of wildlife types, species of wildlife being used, part of the animals body being utilized with its conservation status;to find tmotivation utilization of wildlife and intensity of use; and to know the track utilization of wildlife trade. This research was conducted in 10 villages which were developed by PT. Sari Bumi Kusuma used key informan. Those selected were tabib or traditional healer, important figures in the society, traditional figure of the society, hunter and people in the society who utilized wildlife often. Deep interview was also adopted by using questionnaire guide, ground check, and live in the house of villagers during 3 days and 2 nights. There were various forms of wildlife utilization adopted by villagers, such as subsistence (36,867 %), bush meat (29,572 %), collection (21,514 %), culture (12,048 %), and commercial (0 %). Sixty three species of wildlife were often being utilized, including those from mammal class, aves, amphibi, and reptile. Some of the wildlife being utilized were categorized as protected species which were in the list of threatened species, and list of appendix CITES. Parts of the wildlife body often being utilized were meat, fat, blood, skin and bone (55,06 %). Villagers utilizing wildlife often being motivated by fulfilling the demand of meat (47,114 %). Most of villagers hunting in the forest almost every week.The average number of animals obtained 1-3 individual of mammals class, reptiles class and aves class and 1-8 individual amphibians class. The number of wildlife being captured depended on the people went hunting. There were two commercial tracks in utilization of wildlife traded as local and non-local

Kata Kunci : masyarakat desa binaan, pemanfaatan satwa liar, satwa liar

  1. S1-2016-313244-title.pdf