ANALISIS SUMBER PENGHIDUPAN PEMBUDIDAYA KERAMBA JARING APUNG DI DESA SENDANG KECAMATAN WONOGIRI KABUPATEN WONOGIRI
ZULFA NUR AULIATUN NISSA' , Suadi, S.Pi., M.Agr.Sc., Ph.D.;Ir. Sukardi, M.P.
2016 | Skripsi | S1 MANAJEMEN SUMBER DAYA PERIKANANPembudidaya Keramba Jaring Apung (KJA) di Desa Sendang Kecamatan Wonogiri telah memiliki sumber penghidupan tertentu untuk mempertahankan usahanya maupun kehidupannya secara umum. Perbedaan skala usaha juga menyebabkan adanya variasi strategi pengelolaan modal penghidupan. Perbedaan strategi dipengaruhi oleh kepemilikan dan akses terhadap modal serta kemampuan yang dimiliki pembudidaya. Tujuan penelitian ini adalah mengetahui modal penghidupan yang dimiliki pembudidaya ikan, permasalahan pengelolaan modal penghidupan, dan strategi pemanfaatan modal untuk menunjang usaha budidaya perikanan maupun kehidupan pembudidaya. Penelitian ini dilakukan pada bulan April hingga Mei 2016 di Desa Sendang Kecamatan Wonogiri Kabupaten Wonogiri dengan menggunakan metode survei terhadap 35 responden pembudidaya yang dipilih secara acak. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tersedianya modal alam yaitu perairan waduk Gajah Mungkur yang layak untuk kegiatan budidaya dan kemampuan teknis budidaya KJA yang baik serta permintaan pasar yang tinggi menjadi modal dasar untuk sumber penghidupan sebagai pembudidaya KJA di Desa Sendang Kecamatan Wonogiri. Permasalahan utama yang dihadapi 78,12% pembudidaya skala kecil dan seluruh pembudidaya skala besar adalah pancaroba (musim). Permasalahan lainnya yaitu kenaikan harga faktor produksi (35,41% responden). Strategi pemanfaatan modal yang dilakukan pembudidaya skala kecil dan skala menengah ketika pancaroba yaitu 80% responden dengan manipulasi teknologi, 68,75% responden dengan mengatur pola tebar, dan 48,96% responden dengan melakukan pola nafkah ganda, terutama ketika hasil budidaya menurun/paceklik. Terdapat perbedaan strategi ketika harga faktor produksi naik antara pembudidaya skala kecil dan menengah. Pembudidaya skala kecil memilih untuk meminjam Bank atau berhutang, sedangkan pembudidaya skala menengah hanya memanfaatkan tabungan yang dimilikinya. Strategi pengelolaan modal penghidupan yang lebih baik masih diperlukan untuk menghadapi kerentanan dalam usaha budidaya KJA di Desa Sendang.
Fish cage farming (KJA) at the Sendang village, sub-district of Wonogiri, Wonogiri regency have had certain sources of livelihood to sustain their business and life in general. The difference between the business scale also cause variations related to capital management strategy livelihood. The different strategies are influenced by ownership and access to capital and the ability possessed by each fish farmer. The purpose of this study was to determine the livelihood asset of fish farmers, the problems of livelihood asset management, and utilization strategy to support aquaculture businesses and the lives of farmers. This research was conducted from April to May 2016 in the Sendang village District of Wonogiri, Wonogiri regency using a survey of 35 respondents randomly selected farmers. Data were collected by using interviews, observation, and documentation. The results showed that the availability of natural capital, particularly Gajah Mungkur reservoir eases farmer to cultivate fish. The fish farmers also have good technical capabilities in cultivation fish in KJA and the cultivated species also has high market demand, and thus become the basis for livelihoods of farmers at the study site. The main problems faced by 78.12% small-scale farmers and all large-scale farmers were unpredicted season and seasonal transition. Another problem is the rise in the prices of production factors (35.41% respondents). The strategies to deal the problems include technological manipulation/adjustment (80% respondents), stocking of seed pattern (68.75% respondents), and income source diversification (48.96% respondents). There were differences between small and medium scale of fish farmer in dealing the rise of production factor price. The small-scale farmers choose to borrow from Bank, while medium-scale farmers only utilize their savings. The better livelihood management strategies were still required to address the vulnerabilities in the cultivation of KJA at the Sendang village.
Kata Kunci : Keramba jaring apung, modal penghidupan, pembudidaya, permasalahan strategi.