Laporkan Masalah

Rantai pasok, nilai tambah dan peran pemangku kepentingan dalam pengembangan industri susu di Jawa Tengah

AYUMI YUKI IRYANTI, Prof. Dr. Ir. Tridjoko Wisnu Murti, DEA dan Prof. Dr. Ir. Sudi Nurtini, SU

2016 | Tesis | S2 Ilmu Peternakan

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perkembangan industri persusuan di Jawa Tengah dan menentukan strategi pengembangan industri persusuan di Jawa tengah. Penelitian ini merupakan penelitian dasar dengan analisis desktriptif, analisis peran dan SWOT. Penelitian ini dilakukan di area sentra persusuan yaitu Kabupaten Semarang dan Kabupaten Boyolali. Hasil dari analisis perkembangan industri persusuan di Jawa Tengah adalah rantai pasok susu semakin efisien, terjadi perubahan sturktur pasar di tahun 2015 dari jenis pasar monopsoni ke pasar monopolistik, terdapat peningkatan jumlah industri pengolahan susu dari dua IPS menjadi delapan IPS susu dalam waktu lima tahun terakhir, terjadi peningkatan produksi susu secara umum dan kualitas susu semakin baik di tahun 2015 dengan indikator kadar fat (3,73%), protein (2,74%), laktosa (4,31%), TS (11,4%) dan angka TPC (2,76 juta cfu/ml). Perkembangan rantai pasok susu di tahun 2015 mengahasilkan nilai pada setiap mata rantainya. Nilai yang menjadi nilai tambah dihasilkan dari industri pengolahan susu skala kecil menengah adalah nilai tambah jumlah olahan susu, umur simpan, sosial ekonomi (tenaga kerja dan daya serap susu lokal) dan jangkauan pemasaran. Industri pengolahan susu skala kecil menengah memberikan nilai tambah dengan penyerapan tenaga kerja sehingga dapat mengurangi jumlah tuna karya 0,013% dan dapat menyerap susu lokal 0,016%. Nilai kompetitif yang dihasilkan dari olahan susu adalah nilai tambah berdasarkan kadar protein dan lemak, nilai tambah protein tertinggi yaitu pada olahan keju sebesar 2582,5% dan yang terendah pada olahan yogurt 75%. Nilai tambah dari lemak tertinggi yaitu pada olahan keju 4508,7% dan terendah pada olahan yogurt 35%. Analisis peran dilakukan berdasarkan analisis prescription, description dan expectation. Dinas peternakan dan kesehatan hewan Jawa Tengah, Dinas perindustrian dan perdagangan Jawa Tengah dan perguruan tinggi merupakan instansi yang memiliki peran dan sesuai harapan dari perkembangan industri persusuan di Jawa Tengah. Strategi pengembangan industri persusuan di Jawa Tengah sebagai berikut 1) memilih rantai pasok yang paling efisien, 2) meningkatkan pemanfaatan nilai tambah pada semua aspek 3) meningkatkan performa industri kecil menengah pengolah susu, 4) menjalin kerjasama antara pemangku kebijakan persusuan, 5) regulasi pemerintah yang mendukung perkembangan susu dalam negeri.

This study aims to analyze the development of dairy industry in Central and determine the development strategy of dairy industry in central Java. This research is basic which use desktriptif analysis, and SWOT of the role analysis. This research was conducted in the area of dairy centers namely Semarang regency and Boyolali. The results of the analysis of the development of dairy industry in Central Java is the supply chain of milk more efficiently, changes in its structure the market in 2015 of the type of monopsony market to a monopolistic market, there is an increase in the number of milk processing industry of the two IPS to eight IPS milk within the last five years, an increase in milk production and milk quality is generally getting better in 2015 with indicators of the levels of fat (3.73%), protein (2.74%), lactose (4.31%), TS (11.4%) and number TPC (2.76 million cfu / ml). The development of the milk supply chain in 2015 result in the value chain in each eye. The value of the added value produced from the milk processing industry small and medium scale is the number of value-added dairy products, shelf life, socio-economic (labor and absorptive capacity of the local dairy) and marketing reach. Dairy processing industry small and medium scale provide added value with employment so as to reduce the number of jobless 0.013% and can absorb local dairy 0.016%. Competitive value generated from processed milk is added value based on the levels of protein and fat, the highest value-added protein in processed cheese amounted to 2582.5%, and the lowest at 75% of processed yogurt. The added value of high fat processed cheese that is at 4508.7% and the lowest at 35% of processed yogurt. Analysis of the role performed by the analysis of prescription, description and expectation. Department of animal husbandry and animal health in Central Java, the Department of Industry and Trade of Central Java and universities are institutions that have a role and according to expectations of the development of dairy industry in Central Java. The development strategy of dairy industry in Central Java as follows 1) find the best supply chain 2) increasing utilitation of added valuefor all aspect 3) to increase production and quality of fresh milk, 4) improving the performance of small and medium industries milk processing to establish cooperation between stakeholders dairy, 5) government regulations that support the development of domestic milk.

Kata Kunci : Industri susu, rantai pasok, nilai tambah, strategi pengembangan

  1. S2-2016-370823-abstract.pdf  
  2. S2-2016-370823-bibliography.pdf  
  3. S2-2016-370823-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2016-370823-title.pdf