Laporkan Masalah

Eksplorasi Anti-Materialisme pada Mahasiswa dalam Konteks Indonesia

AFTINA NURUL HUSNA, Dr. Avin Fadilla Helmi, M.Si

2016 | Tesis | S2 Psikologi

Berbagai studi dalam psikologi telah membuktikan bahwa orientasi materialistis dan gaya hidup konsumeristis menimbulkan dampak negatif. Masalah ini membutuhkan solusi dan mengarahkan fokus penelitian kali ini untuk menemukan obat bagi materialisme dengan menyelidiki nilai-nilai hidup, aspirasi, dan cara hidup yang lebih sehat. Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi sikap hidup sejumlah anak muda Indonesia yang memandang diri mereka sebagai tidak materialistis dan selanjutnya mengkonseptualisasikan anti-materialisme. Mempertimbangkan bias kultural materialisme yang diteorikan dalam konteks masyarakat Barat, konseptualisme anti-materialisme tidak banyak mengacu pada literatur-literatur yang ada. Penelitian ini menggunakan pendekatan grounded-theory berdasarkan paradigma konstruktivisme sosial. Sebanyak 16 orang mahasiswa (usia 18-21 tahun, 12 wanita dan 4 pria) diwawancarai tentang sikap mereka terhadap materialisme dan cara mereka dalam menghadapi materialisme dan mengatasi hasrat material. Data ditranskripsi dan dianalisis berdasarkan metode grounded-theory (open coding, focused coding, axial coding, and theoretical coding). Materialisme adalah suatu keyakinan yang menempatkan harta kekayaan dan barang milik sebagai yang terpenting, yang mana keyakinan tersebut menyebabkan meningkatnya sikap memperturutkan dan memuaskan hasrat material. Sebagai lawannya, anti-materialisme adalah kemampuan mengendalikan dan menenangkan hasrat material menurut prinsip-prinsip dari nilai anti-materialisme (integrasi nilai agama, nilai sosial, dan nilai material yang fungsional-moderat) yang selanjutnya berperan membantu individu untuk mengaktualisasikan cara hidup tidak materialistis yang dicirikan dengan gaya hidup sederhana dan kedermawanan pada sesama. Temuan ini memperkaya wawasan tentang materialisme dan anti-materialisme sebagai nilai-nilai yang berinteraksi. Anti-materialisme pada anak muda Indonesia menonjolkan sifat dasar orang Indonesia yang religius, berorientasi pada keluarga, dan memprioritaskan kesejahteraan bersama, hubungan sosial yang baik, dan kesejahteraan yang holistis.

Studies in psychology provide firm evidence that materialistic orientation and consumeristic lifestyle are disadvantageous. This problem calls for solutions and directs focus of current research to seek remedy for materialism by investigating healthier life values, aspirations, and way of living. This research aimed to explore life attitude of several Indonesian young people who considered themselves as not-materialistic and subsequently conceptualized antimaterialism. Considering cultural bias of materialism theorized in Western context, conceptualization of antimaterialism was thus loosely derived from the existing literatures. This research used grounded-theory approach in the light of social constructivism paradigm. Sixteen university students (18-21 years old; 12 female and 4 male) were interviewed about their attitude toward materialism and their personal way of life in facing materialism and dealing with material desire. Data were transcribed and analysed following grounded-theory method (open coding, focused coding, axial coding, and theoretical coding). Materialism is a set of beliefs that put high importance on affluence and material possessions which increase self-indulgence and gratification of material desire. As opposition, antimaterialism is ability to control and temper material desire according to principles from antimaterialism values (integration of religious, social, and functional-moderate material value) which consequently enables individuals to actualize not-materialistic way of living characterized by simple/modest living and generosity to others. This finding sheds light on materialism and anti-materialism as interacting values. Antimaterialism of Indonesian young people signifies the nature of Indonesians as religious, family-oriented, and prioritizing communal welfare, good social relationship, and holistic well-being.

Kata Kunci : anti-materialisme, materialisme, mahasiswa, konteks Indonesia, penelitian grounded-theory

  1. S2-2016-354633-abstract.pdf  
  2. S2-2016-354633-bibliography.pdf  
  3. S2-2016-354633-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2016-354633-title.pdf