Peran Kepemimpinan pada PTS dalam Meningkatkan Kualitas Dosen (Studi Kasus di STIE Perbanas Surabaya, STIE Wilwatikta Surabaya dan STKIP Al Hikmah Surabaya)
CINDY CHARISMA SATRIYO, Dr. Ratminto, M.Pol.ADMIN; Prof. Ir. Sudjarwadi, M.Eng., Ph.D
2016 | Tesis | S2 MANAJEMEN PENDIDIKAN TINGGITujuan penelitian ini adalah pertama, untuk mengetahui dan mendeskripsikan pengelolaan kualitas dosen. Kedua, untuk mengetahui dan mendeskripsikan peran kepemimpinan dalam meningkatkan kualitas dosen. Ketiga, untuk mengetahui kekuatan dan kelemahan pemimpin dalam meningkatkan kualitas dosen. Keempat, untuk mengetahui dan mendeskripsikan suasana akademik yang dapat meningkatkan kualitas dosen. Penelitian ini menggunakan metode kombinasi yaitu penelitian kuantitatif dan kualitatif dengan desain concurrent triangulation. Lokasi penelitian dilaksanakan di STIE Perbanas Surabaya (ketegori utama), STIE Wilwatikta Surabaya (kategori madya) dan STKIP Al Hikmah Surabaya (kategori pratama). Hasil temuan penelitian ini adalah pertama, kualitas dosen dari ketiga perguruan tinggi swasta belum sesuai dengan SNPT yaitu jabatan akademik, sertifikasi dosen dan dosen belum melaksanakan tridharma perguruan tinggi secara optimal khususnya penelitian dan pengabdian masyarakat. Kedua, peran kepemimpinan dalam meningkatkan kualitas dosen yang paling dominan adalah pemberdayaan dosen dengan cara yang berbeda dalam menyusun kebijakan dan program pengembangan kualitas dosen yang disesuaikan dengan visi perguruan tinggi. Keberhasilan peran kepemimpinan dalam meningkatkan kualitas dosen ditentukan oleh keterlibatan yayasan. Ketiga, Kekuatan Ketua STIE Perbanas dan STKIP Al Hikmah Surabaya yaitu visioner, motivator, terbuka, komunikator yang baik, memiliki komitmen dan mampu menempatkan diri. Kekuatan Ketua STIE Wilwatikta Surabaya yaitu demokratis. Kelemahan Ketua STIE Perbanas Surabaya dan STKIP Al Hikmah Surabaya yaitu belum mampu menyesuaikan target yang ingin dicapai dengan kemampuan dosen. Kelemahan Ketua STIE Wilwatikta Surabaya yaitu tidak berani melakukan perubahan atau reformasi untuk memperbaiki kualitas dosen dan jarang melakukan evaluasi.. Keempat, suasana akademik yang kondusif di STIE Perbanas Surabaya dan STKIP Al Hikmah Surabaya dapat meningkatkan kualitas dosen dengan adanya interaksi antar civitas akademika dan didukung dengan fasilitas fisik yang sesuai standar. Sedangkan suasana akademik di STIE Wilwatitkta Surabaya hanya interaksi dosen dengan mahasiswa dalam perkuliahan sehingga belum dapat meningkatkan kualitas dosen.
The purposes of this research are to know and describe the quality of lecturers, to describe their leadership in improving their quality, to know the strength and weakness of the leader in enhance the quality of the lecturers, to describe the academic atmosphere which can enhance the quality of the lecturers. This research is using combination method which are quantity and qualitative research by concurrent triangulation design. Location research conducted in STIE Perbanas Surabaya (primary category), STIE Wilwatikta Surabaya (middle category) and STKIP Al Hikmah Surabaya (low category). The result of this research are, First, the quality of lecturers from these three private collage is not based on higher education national standard which are academic position, certification and lecturers haven�t implemented the tridharma higher education optimally especially research and community service. Second, the dominant leadership role in enhance the quality of lecturers are empowering lecturers in different ways by develop policy and improving quality program which adapted by the visions of the private college. The success of leadership role in enhance the quality of lecturer is determined by the foundation�s involvement. Third, the strengths leader of the STIE Perbanas Surabaya dan STKIP Al Hikmah Surabaya are visionary, motivated, open-minded, good communications skill, fully committed and adaptable. The strength leader of STIE Wilwatikta Surabaya is democratic. While the weakness leader of the STIE Perbanas Surabaya dan STKIP Al Hikmah Surabaya is has not been able to adjust the target to be achieved by the ability of the lecturer. The weakness leader of STIE Wilwatikta Surabaya is afraid of doing the transformation to enhance the quality of the lecturer and rarely do the evaluation. Fourth, the supporting academic atmosphere in STIE Perbanas Surabaya and STKIP Al Hikmah Surabaya that enhance the quality of the lecturer by any interactions between all unit in private college also good tangibility. While the academic athmosphere in STIE Wilwatika Surabaya only interaction between lecturers and students in classroom so it can not enhance the quality of the lecturers.
Kata Kunci : peran kepemimpinan, kualitas dosen, suasana akademik