Laporkan Masalah

PEMBERDAYAAN PEREMPUAN MELALUI ORGANISASI MASSA SEBAGAI SALAH SATU UPAYA PENCEGAHAN TINDAK KEKERASAN DALAM RUMAH TANGGA (KDRT) DI KABUPATEN BLITAR

MAWA DATUROHMAH, Dr. dr. Mubasysyir Hasanbasri, MA; Prof. dr. M. Hakimi, Ph.D., Sp.OG.(K)

2016 | Tesis | S2 Ilmu Kesehatan Masyarakat

Latar belakang. Kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) kasus universal yang bisa terjadi diberbagai belahan dunia. Pihak yang dirugikan dalam praktik ini adalah perempuan dan anak-anak. Sayangnya praktik KDRT sangat jarang dilaporkan karena perempuan merasa tabu membicarakan masalah keluarganya. Berdasarkan data yang dikumpulkan komnas perlindungan perempuan dan anak kasus KDRT di Indonesia mengalami peningkatan dari tahun 2008 sebanyak 54.425 kasus menjadi 143.586 pada tahun 2009. Di kabupaten Blitar pada tahun 2011 terdapat 64 kasus kekerasan terhadap perempuan dan sepanjang tahun 2012 hanya belasan kasus yang mampu diselesaikan. Upaya preventif perlu dilakukan untuk menekan kasus KDRT di Kabupaten Blitar dengan cara memberdayakan perempuan agar mandiri salah satunya dengan mendorong perempuan untuk aktif terlibat dalam organisasi sebagai upaya perluasan jaringan. Tujuan. Penelitian ini adalah untuk mengetahui dampak keikutsertaan perempuan dalam organisasi sebagai salah satu upaya pemberdayaan perempuan untuk mencegah terjadinya kekerasan dalam rumah tangga di kabupaten Blitar. Metode. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif dengan rancangan studi kasus. Pengambilan sampel melalui metode Sampel Jenuh. Pengambilan informasi menggunakan teknik wawancara mendalam dan dilakukan selama bulan Maret – Mei 2016 Hasil. Keikutsertaan korban di organisasi massa yang ada dalam upaya menyelesaikan masalah yang dihadapinya berdampak pada tingkat kemandirian korban antara lain adanya upaya untuk lapor diri, meningkatkan kepercayaan diri korban serta adanya keberanian korban dalam mengambil keputusan di dalam keluarga. Kesimpulan dan saran. Organisasi massa yang ada harus lebih mengadvokasikan perannya kepada masyarakat sehingga korban KDRT yang ada tahu, mampu serta mau untuk mencari pertolongan kepada pihak ketiga dalam menyelesaikan masalahnya.

Background. Domestic violence is universal case that can occur in various parts of the world. The aggrieved party in this practice are women and children. Unfortunately, the practice of domestic violence is very rarely reported because women find it taboo to talk about his family. Based on data collected by national commissions protection of women and children, domestic violence cases in Indonesia has increased from the year 2008 as many as 54.425 cases to 143. 586 in 2009. In the district of Blitar in 2011 there were 64 cases of violence against women and in 2012 only a dozen cases were able to be completed. Empowering women is one of strategy to suppress domestic violence cases in and to support women to be actively involved in the organization as an effort to expand the network. Research aims was to determine the impact of women's participation in the organization as part of efforts to empower women to prevent domestic violence in Blitar. Method. This study is a qualitative research with case study design. Sampling through methods Sample Saturated. Using information retrieval techniques and in-depth interviews conducted during March - Mei 2016. Result and discussion. The participation of victims in the mass organizations in an attempt to resolve his problems have an impact on the degree of independence among other victims to report their efforts of self, increased confidence of victims as well as victims of their courage in taking decisions in the family. Conclusion. Existing mass organizations should be advocating their role to the public so that victims of domestic violence know, able and willing to seek help to a third party in order to resolving the problem.

Kata Kunci : pemberdayaan, organisasi massa, KDRT

  1. S2-2016-354023-abstract.pdf  
  2. S2-2016-354023-bibliography.pdf  
  3. S2-2016-354023-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2016-354023-title.pdf