Laporkan Masalah

PUSAT TERAPI AUTISME DI SLEMAN YOGYAKARTA DENGAN PENDEKATAN SENSORY ENVIRONMENT UNTUK YAYASAN FAJAR NUGRAHA

ANASTASIA MARJORIE, Ir. Slamet Sudibyo, MT. ; Mario Lodeweik Lionar, S.T., M.Sc.

2016 | Skripsi | S1 ARSITEKTUR

Peningkatan jumlah anak autis di Indonesia yang semakin besar dan penyediaan fasilitas autis di Sleman baru memenuhi 37% dari kebutuhan, mendukung pembangunan therapy center di Sleman sebagai strategi yang tepat dalam memenuhi kebutuhan fasilitas untuk anak autis karena memiliki urgensi tinggi. Anak autis memiliki hambatan dalam perkembangan otak karena gangguan perkembangan neurobiologis berat sehingga mempengaruhi cara seseorang untuk berkomunikasi dan berelasi akibat tidak bias memproses input sensori yang diberikan. Perancangan bangunan ini dilakukan dengan pendekatan sensory environment, dimana pendekatan ini berangkat dari 2 premi bahwa anak autis memiliki isu dalam memproses input sensori dan arsitektur merupakan imput sensori terbesar. Dalam penelitian Michael Bauer, terbukti bad behavior anak autis berkurang setelah diberi sensory treatment. Pendekatan sensory environment terlihat dari pengorganisasian ruangan yang tidak dilakukan berdasarkan pengelompokan fungsi namun berdasarkan stimulasi sensori yang diberikan kepada anak, bentuk spasial baik interior dan eksterior yang menyelesaikan masalah navigasi anak, serta konfigurasi denah bangunan yang sesuai dengan kebutuhan aktivitas terapi. Perancangan bangunan ini juga memperhatikan kebutuhan dan sensitivias anak terhadap stimulasi sensori sehingga diharapkan bangunan ini dengan sendirinya dapat membantu penyembuhan anak autis.

The provision of facilities for autism in Sleman meets only 37% of needs while the number of autistic children in Indonesia increasing in rapid speed, renders building Sleman Therapy Center for Autism an appropriate strategy to remedy the drawbacks. Autistic children struggle to process sensory inputs due to brain development disorder. This therapy center designed with sensory environment approach rooted from two premises; children with autism have issues in processing sensory input and architecture is the largest sensory input. Michael Bauer�s study proved bad behavior of autistic children can be reduced by sensory treatment. The sensory environment design approach exerted in ways of organizing and grouping not only by function but also based on sensory stimulation spectrum given to children, spatial forms of both interior and exterior to solve autistic�s navigation problem, as well as the floor plan configuration according to the requisite of therapeutic activity. This building designed to be attentive to autistic needs and sensory sensitivity to support and cure children with autism.

Kata Kunci : autism, therapy, sensory environment

  1. S1-2016-333473-abstract.pdf  
  2. S1-2016-333473-bibliography.pdf  
  3. S1-2016-333473-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2016-333473-title.pdf