Laporkan Masalah

Evaluasi Pemahaman Auditee atas Temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) tentang Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (Studi Kasus pada Pemerintah Daerah Kabupaten Sleman)

ROSA NIKMATUL FAJRI, Prof. Dr. Slamet Sugiri, MBA., Ak

2016 | Tesis | S2 Akuntansi

penelitian ini membahas tentang evaluasi pemahaman auditee atas temuan badan pemeriksa keuangan tentang laporan keuangan Pemerintah Daerah (studi kasus pada Pemerintah Daerah Kabupaten Sleman).Dalam penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis tingkat pemahaman auditee atas temuan badan periksa keuangan tentang laporan keuangan pemerintah daerah, mengetahui dan menganalisis faktor-faktor yang mempengaruhi pemahaman auditee atas temuan badan pemeriksa keuangan tentang laporan keuangan pemerintah aerah dan mengetahui upaya-upaya yang dapat dilakukan guna meningkatkan pemahaman auditee atas temuan badan pemeriksa keuangan tentang laporan keuangan pemerintah daerah. Data yang digunakan bersumber dari data primer dan data sekunder. Sampel penelitian adalah entitas akuntansi (SKPD) yang terdapat temuan dalam laporan hasil pemeriksaan Kabupaten Sleman Tahun 2014. Metode pengumpulan data adalah menggunakan wawancara. Wawancara tersebut dianalisis menggunakan analisis data reduksi dan memberikan solusi yang diperlukan. Analisis data dari wawancara yang telah dilakukan, diperoleh hasil bahwa sebagian besar auditee (SKPD) telah memperhatikan atau memahami dengan baik pokok-pokok temuan hasil pemeriksaan laporan keuangan pemerintah daerah (72%) dan bagaimana melakukan tindaklanjut hasil pemeriksaan Badan pemeriksa keuangan dalam rangka memenuhi kewajiban seperti yang tertuang dalam rekomendasi (74%). Beda halnya dengan perhatian yang diberikan auditee atas unsur kondisi, kriteria, akibat dan sebab mengapa terjadi temuan (33%) serta komitmen (action plan) masih sedikit 63%, faktor-faktor yang mempengaruhi adalah auditee memiliki orientasi jangka pendek yang mengakibatkan tugas yang sangat menumpuk (overload) sehingga auditee cenderung memiliki skala prioritas untuk melakukan tugas yang dibebankan dan auditee lebih menganggap temuan-temuan badan pemeriksa keuangan itu hanya bersifat administratif yang artinya hal ini tidak terlalu mendesak (urgent). Hal ini disebabkan oleh adanya monatorium (rangkap tugas) dari pegawai yang sudah pensiun serta solusi yang diberikan melakukan sosialisasi atau memberikan informasi terkait hasil temuan yang tertuang dalam laporan hasil pemeriksaan agar temuan tersebut dapat dimengerti oleh auditee.

ABSTRACT This study discusses about the evaluation of auditee understanding to Badan Pemeriksa Keuangan finding about region government financial report (case study in Sleman Region Government). In this research aims to understand and analyze the comprehension level of the auditee to the findings on its region government financial report, to understand and analyze about the factors that influence the auditee understanding to the findings done by Badan Pemeriksa Keuangan about region government financial report and to understand recommendations to increase the comprehension of the auditee to the findings of Badan Pemeriksa Keuangan about region government financial report. The Data is based on the primary and the secondary data while the sampel is the accountancy organizations (SKPD) where there are some findings found in the laporan hasil pemeriksaan in Sleman regency in the year of 2014. The collecting data methode is interview. And then the results of the interview were analyzed using reduction data analysis and give some necessary solutions about it. The analyzed data taken from the enterview can be drawn procure result that most of the auditee have paid attention or have good proviciency on the primary findings in the report of supervision (72%) and how to make advance follow-up result to the inspection from the given recommendation (74%). However, auditee give a little notice to the finding items (condition, categories, result, and reason) 33% and the commitment (action plan) 63%, influence factors are auditee have short phase orientation which are resulted in overload tasks, that auditee have to make priority scale to execute their tasks. And the auditee consider that the supervision findings done by the Financial Supervisor Board is just as an administrative, meaning that it is not urgent because of monatorium task from the staff who has been pension or retired. The recommendation is socialized or given to inform about the findings in the result of supervision report, in order to make the auditee know about it.

Kata Kunci : Pemahaman, auditee, temuan dan Badan Pemeriksa Keuangan