PERANCANGAN ECO - ISLAMIC BOARDING SCHOOL DI SOKARAJA
NADIYAH HAMDI, Dr. Ir. Ahmad Sarwadi, M.Eng ; Syam Rachma Marcillia, S.T., M.Eng., Ph.D.
2016 | Skripsi | S1 ARSITEKTURIslamic Boarding School / Pondok Pesantren Modern sudah merupakan wabah di Negara Indonesia. Terdapat 27.230 total pondok pesantren, 9.639 diantaranya adalah pondok pesantren modern dengan wilayah terbanyak yaitu Pulau Jawa sebesar 4.084 pondok pesantren modern. Meningkatnya keberpihakan pemerintah dalam pendidikan islam khususnya pondok pesantren menjadikan kiprah pondok pesantren semakin meningkat. Salah satunya ialah adanya kesepakatan Departemen Agama dengan Kementrian Lingkungan Hidup (2006) dalam mengusung Eco-Pesantren. Dalam konferensinya (2010), diharapkan eco - pesantren di Indonesia dapat menjadi proyek percontohan bagi Negara lain. Namun, 9 tahun berlalu kemunculan pondok pesantren yang didominasi oleh pondok pesantren modern adalah gedung gedung mewah dengan fasilitas fasilitas berteknologi yang cenderung dikedepankan. Bukan hal salah memang, namun apabila kembali pada akar dari berdirinya pondok pesantren yaitu lembaga yang membumi, dekat dengan alam. Alangkah baiknya kemunculan pondok pesantren modern bukan serta merta berdiri di tengah tengah kawasan rural dengan fasilitas fasilitas berteknologi, namun juga berwawasan lingkungan baik dalam berkehidupan maupun dari segi elemen yang menaunginya. Sokaraja adalah salah satu Kecamatan di Kabupaten Banyumas, merupakan daerah rural yang masuk dalam rencana pemekaran kota Purwokerto, Kabupaten Banyumas. Banyumas sendiri merupakan daerah yang terdiri dari masyarakat dengan kecenderungan agama tinggi dan mudah untuk diajak berbenah. Tercatat sudah terdapat 9 pondok pesantren model klasik di Sokaraja sendiri, hal ini mengindikasikan minat masyarakat yang masih tinggi. Langkah awal kemunculan Eco-pesantren modern sebagai inovasi baru dalam dunia pendidikan islam perlu dibarengi dengan pemilihan wilayah yang cenderung rural untuk menumbuhkan kebiasaan membumi yang mana nantinya wilayah tersebut berpotensi pula untuk menuju wilayah urban sehingga dengan demikian seiring dengan perkemangan wilayah tersebut dapat menciptakan rintisan pondok pesantren modern berwawasan lingkungan.
Islamic Boarding School / Pondok Pesantren Modern sudah merupakan wabah di Negara Indonesia. Terdapat 27.230 total pondok pesantren, 9.639 diantaranya adalah pondok pesantren modern dengan wilayah terbanyak yaitu Pulau Jawa sebesar 4.084 pondok pesantren modern. Meningkatnya keberpihakan pemerintah dalam pendidikan islam khususnya pondok pesantren menjadikan kiprah pondok pesantren semakin meningkat. Salah satunya ialah adanya kesepakatan Departemen Agama dengan Kementrian Lingkungan Hidup (2006) dalam mengusung Eco-Pesantren. Dalam konferensinya (2010), diharapkan eco - pesantren di Indonesia dapat menjadi proyek percontohan bagi Negara lain. Namun, 9 tahun berlalu kemunculan pondok pesantren yang didominasi oleh pondok pesantren modern adalah gedung gedung mewah dengan fasilitas fasilitas berteknologi yang cenderung dikedepankan. Bukan hal salah memang, namun apabila kembali pada akar dari berdirinya pondok pesantren yaitu lembaga yang membumi, dekat dengan alam. Alangkah baiknya kemunculan pondok pesantren modern bukan serta merta berdiri di tengah tengah kawasan rural dengan fasilitas fasilitas berteknologi, namun juga berwawasan lingkungan baik dalam berkehidupan maupun dari segi elemen yang menaunginya. Sokaraja adalah salah satu Kecamatan di Kabupaten Banyumas, merupakan daerah rural yang masuk dalam rencana pemekaran kota Purwokerto, Kabupaten Banyumas. Banyumas sendiri merupakan daerah yang terdiri dari masyarakat dengan kecenderungan agama tinggi dan mudah untuk diajak berbenah. Tercatat sudah terdapat 9 pondok pesantren model klasik di Sokaraja sendiri, hal ini mengindikasikan minat masyarakat yang masih tinggi. Langkah awal kemunculan Eco-pesantren modern sebagai inovasi baru dalam dunia pendidikan islam perlu dibarengi dengan pemilihan wilayah yang cenderung rural untuk menumbuhkan kebiasaan membumi yang mana nantinya wilayah tersebut berpotensi pula untuk menuju wilayah urban sehingga dengan demikian seiring dengan perkemangan wilayah tersebut dapat menciptakan rintisan pondok pesantren modern berwawasan lingkungan.
Kata Kunci : Islamic Boarding School, Eko-Pesantren.