EFEK TERAPI IRON DEXTRAN PADA PASIEN PENYAKIT GINJAL KRONIK HEMODIALISIS RUTIN DI RUMAH SAKIT UNIVERSITAS GADJAH MADA YOGYAKARTA
TETY NURYATI, Dr. Tri Murti Andayani, Sp.FRS.,Apt.; dr. Fredie Irijanto, Ph.D, Sp.PD., KGH
2016 | Tesis | S2 Ilmu FarmasiAnemia berhubungan dengan peningkatan mortalitas dan morbiditas yang signifikan pada pasien penyakit ginjal kronik dengan hemodialisis (PGK-HD). Anemia defisiensi besi terjadi pada sebagian besar pasien dengan PGK-HD. Anemia defisiensi besi dapat membatasi efikasi terapi epoetin (EPO) pada pasien PGK-HD. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui efek terapi iron dextran pada pasien PGK-HD rutin ditinjau dari parameter perubahan nilai status besi (SI, TIBC, ST) dan kadar hemoglobin (Hb) pasien sebelum dan sesudah terapi iron dextran, dan kemungkinan muncul adverse drug event (ADE) selama terapi iron dextran. Penelitian ini merupakan penelitian analitik dengan menggunakan desain cross sectional retrospektif berdasarkan data rekam medis pasien PGK dengan HD rutin 2x/minggu, pasien dengan terapi EPO, nilai SI < 60 mikrogram/dl, ST < 50%, usia lebih besar sama dengan 18 tahun yang mendapat iron dextran selama 5 minggu dengan frekuensi pemberian 2x/minggu, pada periode Januari 2015-Desember 2015 di RS UGM Yogyakarta. Pasien yang memenuhi kriteria inklusi dilihat rata-rata perubahan nilai status besi dan kadar Hb setelah terapi iron dextran diberikan selama 5 minggu. Data dianalisis dengan uji statistik paired-t-test. Pasien juga dilihat kemungkinan muncul ADE dengan melihat perkembangan kondisi pasien yang tercatat di rekam medik pasien selama terapi iron dextran. Hasil penelitian terhadap 33 pasien menunjukkan bahwa penggunaan iron dextran untuk terapi anemia pada pasien PGK-HD memiliki efek dapat meningkatkan nilai SI dari 39 mikrogram/dl menjadi 62 mikrogram/dl (delta SI 23 mikrogram/dl), TIBC dari 148 mikrogram/dl menjadi 170 mikrogram/dl (delta TIBC 22 mikrogram/dl), ST dari 26,70 % menjadi 38,64% (delta ST 11,94 %) dan kadar Hb dari 10,13 g/dl menjadi 10,72 g/dl (delta Hb 0,59 g/dl) serta tidak ditemukan ADE selama penggunaan iron dextran. Hasil analisis statistik menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan terhadap perubahan nilai status besi dan Hb (p < 0,05).
Anemia is associated with significantly increased of mortality and morbidity in patients with chronic kidney disease who undergo hemodialysis (CKD-HD). Iron deficiency anemia occurs in most patients with CKD-HD. Iron deficiency anemia can limit the efficacy of epoetin therapy (EPO) in patients with CKD-HD. The aim of this study is to determine the efficacy of iron dextran therapy in patients with CKD-HD routinely reviewed fromiron status changes parameters (SI, TIBC, ST) and hemoglobin levels (Hb) of patients before and after iron dextran therapy, and the possibility of adverse drug event (ADE) occurrences during iron dextran therapy. This study was an analytical study using retrospective cross sectional design based on medical records of CKD patients taking HD routinely 2 times/week, patients receiving EPO therapy, SI level < 60 microgram/dl, ST level < 50%, and patients aged above 18 years old who received iron dextran for 5 weeks with frequency of 2 times/week; throughout January 2015-December 2015 in UGM Hospital of Yogyakarta. Patients who met the inclusion criteria were monitored for changes in iron status and hemoglobin levels after 5 weeks administration of iron dextran therapy. The obtained data were statistically analyzed using paired-t-test. Patients were also monitored for likely coming of ADE by observing the development of patients conditions recorded in patient medical records during iron dextran therapy. The study of 33 patients showed that the use of iron dextran for the treatment of anemia in patients with CKD-HD has the effect to increase the SI level from 39 microgram/dl to 62 microgram/dl (delta SI 23 microgram/dl), TIBC level from 148 microgram/dl to 170 microgram/dl (delta TIBC 22 microgram/dl), ST level from 26.70 % to 38.64% (delta ST 11.94 %), and Hb level from10.13 g/dl to10.72 g/dl (delta Hb 0.59 g/dl); also there was not found any ADE during iron dextran therapy. Statistical analysis showed a significant difference in changes of iron status and Hb levels (p < 0.05).
Kata Kunci : Kata kunci : Anemia, defisiensi besi, iron dextran