DESAIN DAN ANALISIS KONDISI KEUANGAN PEMERINTAH DAERAH SE-JAWA DAN BALI TAHUN 2013 DAN 2014
NUR DEWI NATRINI, Irwan Taufiq Ritonga, M.Bus., Ph.D., Ak., CA
2016 | Tesis | S2 AkuntansiKondisi keuangan pemerintah menurut beberapa peneliti memberikan gambaran atas kemampuan pemerintah memenuhi kewajibannya baik dalam bentuk hutang ataupun pemenuhan pelayanan secara tepat waktu. Melalui penilaian atas kondisi keuangan maka pemerintah daerah dapat mengetahui bagaimana cara memenuhi kebutuhan publik, bagaimana menggunakan sumber daya, dan bagaimana memproses sumber daya sehingga lebih produktif. Pemerintah Indonesia sendiri melalui DJPK telah melakukan analisis kondisi keuangan menggunakan metode Brown (1993) meskipun terdapat beberapa kekurangan. Oleh karena itu, penelitian ini juga mengembangkan indikator kondisi keuangan sesuai Brown (1993) yang sudah dimodifikasi sesuai dengan kondisi pemerintah di Indonesia. Cara yang digunakan untuk mengembangkan indikator pada penelitian ini dengan membandingkan GASB No.34 dengan SAP PP 71 tahun 2010 dan SAP PP 24 Tahun 2005 serta ditambah dengan studi literatur dan validasi ahli. Hasil dari perbandingan tersebut diperoleh 10 indikator kondisi keuangan yang sesuai dengan kondisi atau kebijakan Pemerintah Indonesia. Tujuan dari analisis kondisi keuangan ialah untuk menilai kondisi keuangan secara seimbang pada masing-masing pemerintah daerah. Oleh karena itu, penelitian ini menggunakan teknik klaster yang dikembankan oleh Baidori (2015)
The financial condition of the government, according to some researchers provide an overview of the government's ability to meet its obligations in the form of debt or fulfillment services in a timely manner. Through an assessment of the financial condition of the local government can figure out how to meet the needs of the public, how to use the resources, and how to process the resources so that more productive. The Indonesian government itself through DJPK has performed an analysis of financial condition using the method of Brown (1993), although there are some drawbacks. Therefore, this study also develop indicators of financial condition in accordance Brown (1993) that has been modified in accordance with the conditions of government in Indonesia. The means used to develop indicators in this study by comparing the GASB 34 with SAP PP No. 71 of 2010 and SAP PP No. 24 of 2005 and coupled with the study of literature and expert validation. Results from this comparison was obtained on 10 indicators of financial condition in accordance with the conditions or the policy of the Government of Indonesia. The purpose of the analysis was to assess the financial condition of financial condition are balanced in each local government. Therefore, this study uses clustering techniques developed by Baidori (2015).
Kata Kunci : analisis kondisi keuangan, klaster, indikator