Desain Struktur Pondasi Tiang Bor Jembatan Bendo Proyek Pembangunan Jalan Tol Ruas Ngawi-Kertosono Paket 3 Stasioning 118+700 sampai 139+760 PT. Adhi Karya
AZIM BI AL-KHOIR, Teguh Sudibyo, ST., MT.
2016 | Tugas Akhir | D3 TEKNIK SIPIL SVTujuan penulisan laporan ini adalah untuk menganalisa beban kerja yang terjadi pada abutment 1 Jembatan Bendo serta daya dukung pondasi tiang bor. Jenis penelitian ini adalah analisis data. Data yang digunakan adalah data gambar rencana dan data hasil penyelidikan tanah oleh PT. Ardhira berupa data SPT dan sondir. Data yang ada kemudian digunakan untuk menganalisa beban kerja dan daya dukung pada pondasi tiang bor. Setelah daya dukung pondasi diketahui, data tersebut digunakan untuk mendesain pondasi tiang bor. Desain pondasi tiang bor aman digunakan apabila hasil perhitungan pembesian tiang bor memiliki jarak antar tulangan yang lebih besar dari gambar rencana untuk sengkang, dan memiliki jumlah tulangan yang lebih sedikit dari gambar rencana untuk tulangan utama. Hasil dari perhitungan menunjukan tulangan minimum untuk tiang bor adalah 12 D 32 untuk tulangan utama dan D 13 - 105 untuk penampang sengkang, sedangkan dari gambar perencanaan diperoleh tulangan 32 D 32 untuk tulangan utama dan D 13 - 75 untuk penampang sengkang. Untuk tulangan pada pile cap yang digunakan pada tulangan lentur adalah minimal D 32 - 120 dan D 32 - 250, sedangkan pada gambar perencanaan didapat tulangan sebesar D 32 - 100 dan D 32 - 200, pada tulangan geser digunakan tulangan minimal D 16 - 600 untuk arah Y dan tulangan D 16 - 300 untuk arah X sedangkan pada gambar perencanaan didapat tulangan sebesar D 16 - 600 untuk arah Y dan D 16 - 300 untuk arah X. Jadi desain tiang bor pada gambar rencana aman digunakan.
The purpose of this report is to analyze the workload which occurs in abutment 1 of Bendo river bridge and the value of bored pile supporting foundations. The type of this research is data analysis. The data used is the image planning and soil investigation data by PT. Adhira which form SPT and sondir data. The existing data then used to analyze the workload and the value of bored pile supporting foundations. After the value of bored pile supporting foundations has been known, the data is used to design the bored pile foundation. The bored pile foundation is safe to be used if the calculation result of pile steeling has a larger inter-reinforcement distance than the plans for the cross bar and has the amount of reinforcement is less than the plans for the main reinforcement. The result of calculation indicate that minimum reinforcement for bored pile is 12 D 32 for the main reinforcement and D 13 - 105 for cross bar sectional, while from the image planning obtained reinforcement 32 D 32 for the main reinforcement and D 13 - 75 for cross bar sectional. For the reinforcement pile cap which is used in feasible reinforcement are minimal D 32 - 120 and D 32 - 250, but in the image planning gained the reinforcement of D 32 - 100 and D 32 - 200. In the shear reinforcement used a minimal reinforcement D 16-600 for Y direction and reinforcement D 16-300 for the X direction, while the image planning obtained reinforcement of D 16-600 for the Y direction and D 16-300 for direction X. So, the design of bored pile on planning is safe to use.
Kata Kunci : Jembatan Bendo, Abutment, beban kerja, Daya dukung, Desain struktur pondasi, Bendo river bridge, Abutment, Workload, Foundations support capacity, Design of bored pile structure