Laporkan Masalah

KAITAN ANTARA NYERI KANKER DENGAN KUALITAS HIDUP PADA PENDERITA KANKER KOLOREKTAL DI POLIKLINIK TULIP RSUP. DR. SARDJITO YOGYAKARTA

AZZAKY, dr. Kartika Widayati, Sp.PD-KHOM.; dr. Johan Kurnianda, Sp.PDKHOM.;

2016 | Tesis-Spesialis | SP Ilmu Penyakit Dalam

Latar belakang. Di Indonesia, hampir 70% penderita kanker ditemukan dalam kondisi stadium yang sudah lanjut. Nyeri merupakan keluhan utama pada pasien kanker stadium lanjut. Kami ingin meneliti kaitan antara nyeri kanker dengan kualitas hidup pada penderita kanker kolorektal di Poliklinik Tulip RSUP Dr. Sardjito, yang sebelumnya belum pernah dilakukan. Tujuan Penelitian. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengetahui kaitan antara nyeri kanker dengan kualitas hidup pada penderita kanker kolorektal di Poliklinik Tulip RSUP Dr Sardjito. Metode. Nyeri diukur dengan VAS, sedangkan kualitas hidup diukur dengan kuisioner EORTC QLQ-30 dan EORTC QLQ-29 yang dilakukan sebanyak dua kali, yakni sebelum dan sesudah terapi. Digunakan uji wilcoxson signed ranks untuk mengetahui perbedaan kualitas hidup sebelum dan sesudah terapi, sedangkan untuk mengukur kenaikan atau penurunan skala nyeri dan kualitas hidup digunakan perhitungan perbedaan selisih skor komponen skala nyeri dan kualitas hidup sebelum dan sesudah terapi. Penelitian dilakukan mulai 1 Januari 2015 hingga 31 Agustus 2015. Hasil Penelitian. Didapatkan 75 subjek penelitian dalam kurun waktu 8 bulan. Didapatkan hasil bahwa sebelum dan sesudah terapi terdapat penurunan keluhan nyeri kencing, nyeri perut, nyeri pantat, kembung, BAB darah dan lendir, mulut kering, rambut rontok, ansietas, berat badan, body image, kentut, kebocoran feses, luka di kulit anus, BAB siang dan malam hari, malu pada saat BAB, masalah kantong, seks pria, impotensi pada pria, dyspareunia, skala nyeri, dyspneu, kelelahan, insomnia, nafsu makan, mual, konstipasi, diare, nyeri, dan masalah finansial. Sedangkan untuk physical functioning, role functioning, cognitive functioning, sexual functioning dan kualitas hidup mengalami peningkatan antara sebelum terapi dan sesudah terapi. Kesimpulan. Penelitian kami menunjukkan adanya penurunan skala nyeri antara pasien yang sudah mendapat terapi dibandingkan dengan pasien yang belum mendapat terapi. Sedangkan untuk physical functioning, role functioning, cognitive functioning, sexual functioning dan kualitas hidup pasien mengalami peningkatan antara sebelum terapi dan sesudah terapi.

Background. Almost 70 % of cancer patients in Indonesia are found in advanced stage condition. Pain is the main complaint in patients with advanced stage cancer. We wanted to study the correlation between cancer pain with the quality of life among patients with colorectal cancer in Tulip Oncology Clinic Dr. Sardjito General Hospital that had not been done. Objectives. The main objective of this study was to determine the association between cancer pain with the quality of life among patients with colorectal cancer in Tulip Oncology Clinic Dr.Sardjito General Hospital Methods. Pain was measured by VAS, while the quality of life was measured by EORTC QLQ - 30 questionnaire and EORTC QLQ 29. The measurements were done twice, before and after therapy. Wilcoxson signed ranks test was used to determine the difference between quality of life before and after treatment, whereas to measure the increase or decrease in pain and quality of life we calculated the difference of pain scale score and quality of life before and after treatment. The study was conducted from January 1, 2015 until August 31, 2015. Results. We got 75 research subjects within 8 months. It showed that before and after the therapy there were decreases in pain after urinating, abdominal pain, pain in the buttock, bloating, bloody and mucoid stool, dry mouth, hair loss, anxiety, weight, body image, flatulence, leakage of feces, sores on the skin of the anus, frequence of defecation on daytime and night, fell embarrassed of defecation, problems caring the stoma bag, impotensia in men, dyspareunia, pain scale, dyspnea, fatigue, insomnia, loss of appetite, nausea, constipation, diarrhea, pain, and financial problems. The physical functioning, role functioning, cognitive functioning, sexual functioning and quality of life increased after treatment. Conclusion. Our research shows a decrease in pain scale between patients who had received treatment compared with patients who have not received treatment. Physical functioning, role functioning, cognitive functioning, sexual functioning and quality of life of patients increase after treatment.

Kata Kunci : Colorectal cancer, quality of life, pain


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.