KOMUNITAS RADIO SADAR BENCANA: PERAN DAN TANGGAPAN MASYARAKAT LERENG MERAPI PASCA ERUPSI 2010
BAGAS SUHARJO, dr. Setiadi, M.si
2016 | Skripsi | S1 ANTROPOLOGI BUDAYABagi masyarakat yang tinggal dikawasan rawan terjadi bahaya akibat bencana alam, informasi mengenai keadaan terbaru terkait lingkungannya mutlak diperlukan. Hanya saja, penyampaian informasi kepada masyarakat sampai saat ini masih belum dilakukan dengan baik. Untuk memenuhi kebutuhan akan informasi dan sebagai bentuk strategi adaptasi, masyarakat lereng merapi membentuk komunitas radio komunikasi yang di dukung dengan kualifikasi SAR (search and rescue) bagi para anggotanya. Sebut saja balerante 149.907, lowo rescue 149.660, dan SKSB 149.440, dan masih banyak lagi lainnya yang sering terlihat dan terdengar gaungnya pasca letusan 2010. Penelitian ini mencoba menjelaskan seluk beluk komunitas radio komunikasi yang merupakan bentuk adaptasi diwilayah lereng Merapi, khususnya lereng Merapi bagian selatan. Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan metode kualitatif yang dilakukan dalam berbagai tahapan. Pengumpulan data dilakukan dengan observasi partisipatif, wawancara mendalam dan didukung dengan studi pustaka. Informan kunci dipilih dari orang-orang yang diangap mengerti benar mengenai komunitas radio ini, yakni orang-orang yang terlibat langsung dan merupakan anggota aktif dari komunitas radio. Sementara itu informan tambahan diambil dari beberapa warga yang memanfaatkan frekuensi untuk mendapatkan informasi tentang keadaan terbaru terkait aktifitas merapi maupun keadaan cuaca. Hasil penelitian menunjukkan bahwa masyarakat lereng merapi, khususnya lereng merapi bagian selatan bukanlah masyarakat yang menyerah dan kalah dengan keadaan. Sebagai bukti dengan segala keterbatasan yang ada masyarakat mampu membentuk sistem informasi sebagai bentuk pertahanan diri dari kondisi alam merapi yang kadang tidak bersahabat. Masyarakat lereng merapi dan komunitas radionya, terbukti mampu dan tidak lagi harus menungu dan bergantung pada uluran tangan pemerintah dan lembaganya untuk di selamatkan ketika terjadi kondisi darurat. Ketika terjadi kondisi darurat, masyarakat merapi dan komunitas radionya terbukti lebih cepat dan handal memberikan respon daripada anggota SAR dari lembaga pemerintah, karena mereka lebih mengenal medan dan wilayah lereng merapi yang juga menjadi tempat tinggal mereka.
For people who lived in dangerous area that caused by nature disaster, the information about the situation near where they lived are really needed. But, this information is not sent well to community. To fulfill the information-needed and as a strategic of adaptation system, the Merapi mountainside people made a radio communication community that made by SAR qualify supported for the members. As like Balerante 149.907, Lowo Rescue 149.660, and SKSB 149.440, and other radio communication community that always be heard after the eruption in 2010. This research wants to explain the ins and the outs of radio communications community as an adaptation of Merapi mountainside people, especially the Southside of Merapi mountain. This research is made by step by step qualitative methods. The data collection made at the observation participation, in-depth interview and literature study. The key informants are the people who really understand about the radio community, that are engaged in this community and as an active member from each community. Beside that, the extra informant are chosen from the citizen who using the frequent for getting the information about the situation of Merapi mountain activity or weather condition. The result of this research is the mountainside people especially the south-side of mountain, are not the surrender and lose with the situation. As a proof of their capability, they can make the information system as their defense from Merapi activity that is not always be friendly. The Merapi mountainside people and their radio community are proved too able and they are no more waiting and depend to the government and their institutions for saving them when the emergency condition is happen. When the emergency situation is happen, the Merapi mountainside people and their radio community are get the fastest information and they can rely on the respond than the SAR members from the government institutions, because they are the Merapi mountainside people and their radio community are well-known the field and area of Merapi mountainside that they used to lived in.
Kata Kunci : informasi, komunitas