Laporkan Masalah

Blackfeet People's Indigenous Mind as Reflected in Their Traditional Stories: A Levi-Straussian Structuralist Approach

FELISIANA LEMALIAT J, Prof. Heddy Shri Ahimsa- Putra, M.A., M.Phil., Ph.D

2016 | Tesis | S2 Pengkajian Amerika

Bangsa-bangsa pribumi Amerika sangat menghargai tradisi mendongeng sebagai sarana penting dalam melestarikan dan memperkuat budaya mereka sejak permulaan peradaban meraka. Bangsa Blackfeet adalah salah satunya. Mempelajari cerita-cerita tradisional mereka merupakan salah satu cara untuk memahami pandangan hidup orang-orang Blackfeet dan memahami bagaimana cerita tradisional itu dapat dipandang sebagai salah satu sarana dalam membangun integritas budaya mereka. Dua legenda dari budaya Blackfeet dipilih sebagai objek kajian dalam tesis ini, yaitu "The Blood-Clot Boy'dan The Dog and the Root Digger. "Tiga pertanyaan yang menjadi acuan dalam mengkaji kedua cerita tradisional tersebut adalah: (1) Struktur apa yang dapat diungkap dari teks cerita "The Blood-Clot Boy" yang diambil dari artikel John Maclean dalam The Journal of American Folklore dan teks cerita "The Dog and the Root Digger" yang diambil dari buku George Bird Grinnel yang berjudul Blackfeet Indian Stories?; (2) Bagiamana struktur tersebut mencerminkan nalar orang Blackfeet yang mendasari nilai-nilai budaya mereka?; dan (3) Bagaimana implikasi-implikasi nalar pribumi orang Blackfeet yang tercermin dalam struktur tersebut terhadap integritas budaya bangsa Blackfeet? Analisis dalam tesis ini didasarkan pada pendekatan dan metode strukturalis dari Claude Levi-Strauss. Kajiannya dilakukan dalam kerangka Pengkajian Amerika yang post-nationalist karena berorientasi pada sikap kritis terhadap budaya dominan di Amerika Serikat. Analisis dalam kajian ini menghasilkan tiga model struktur naratif. Model pertama adalah relasi struktural segitiga yang menghubungkan oposisi biner kelebihan makanan/ sumber makanan : kekurangan makanan/sumber makanan dan oposisi biner berbagi : tidak berbagi. Model kedua adalah struktur tiga-fase yang menggambarkan tiga tahapan yang membangun peristiwa-peristiwa dalam kedua cerita: ketidakseimbangan dalam ketersediaan makanan dan pembagian makanan --> pertahanan hidup secara material dan spiritual --> keseimbangan dalam ketersediaan makanan dan pembagian makanan. Model ketiga adalah relasi oposisi baik : jahat yang berkorelasi dengan oposisi berbagi : tidak berbagi. Ketiga model tersebut dipandang sebagai nalar mitis orang Blackfeet yang mencerminkan nalar pribumi mereka yang berkaitan dengan realita-realita ekonomi, sosial, spiritual, dan budaya dalam ketersediaan pangan, distribusi pangan, dan prinsip-prinsip pertahanan hidup. Ditemukan bahwa di era modern ini, integritas budaya orang Blackfeet dipertahankan melalui usaha-usaha mereka dalam menghidupkan kembali unsur-unsur budaya yang esensial bagi konstruksi-konstruksi nalar pribumi mereka. Unsur-unsur tersebut di antaranya adalah lingkungan alam, bahasa pribumi, cerita-cerita tradisional, praktek-praktek religius, artefak-artefak spiritual, dan bison. Fakta-fakta yang menunjukkan masih bertahannya unsur-unsur tersebut sampai hari ini telah membuktikan terjaganya integritas budaya Blackfeet.

Native Americans have been highly valuing storytelling as an important medium in preserving and strengthening their culture since the beginning of their civilization. Blackfeet people are one of them. Learning their traditional stories can be one way of gaining insight into the Blackfeet's worldview and explaining how the myths can be seen as one of media in establishing the native people's cultural integrity. Two Blackfeet legends were chosen as the objects of study in this thesis: "The Blood-Clot Boy" and The Dog and the Root Digger. "The study was guided by three research questions: (1) What structures can be revealed from Blackfeet legends entitled "The Blood-Clot Boy" taken from John Maclean's article in The Journal of American Folklore and "The Dog and the Root Digger" taken from George Bird Grinnel's Blackfeet Indian Stories?; (2) How do the structures reflect the Blackfeet's mind that underlies their cultural values?; and (3) How does Blackfeet indigenous mind reflected in the structures imply their cultural integrity? The analysis was performed using structuralist approach and method proposed by Claude Levi-Strauss. The study was carried out within post-nationalist American Studies framework since it is meant to be critical to U.S. dominant culture. The analysis resulted in there are three models of narrative structures. The first model is a triangle structural relation that interrelates over-abundance of food/ food source : scarcity in food/ food source binary opposition with sharing : not-sharing binary opposition. The second model is a three-phase structure that describes the three stages on which the two stories are constructed: imbalance in food availability and food distribution material and spiritual survival   balance in food availability and food distribution. The third model is an oppositional relation of good : evil in terms of sharing : not-sharing. Those models are considered the Blackfeet's mythical thoughts that reflect their indigenous mind concerning their economic, social, spiritual, and cultural realities in relation to food availability, food distribution, and survival principles. It has been found that in modern era, Blackfeet people's cultural integrity is preserved through their efforts in bringing back the cultural elements that are essential in the constructions of their indigenous mind. These elements comprise their natural environments, their native language, traditional stories, religious practices, spiritual artifacts, and the buffalos. The evident that show the continual existence of those elements today have proven the Blackfeet's cultural integrity.

Kata Kunci : narrative structure, indigenous mind, cultural integrity

  1. S2-2016-339557-abstract.pdf  
  2. S2-2016-339557-bibliography.pdf  
  3. S2-2016-339557-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2016-339557-title.pdf