SEKOLAH KEPEMIMPINAN FEMINIS BURUH RUMAHAN: Pemberdayaan Perempuan Melalui Penguatan Kapasitas oleh Yayasan Annisa Swasti (YASANTI)
OLGA AURORA NANDISWARA, Dr. Bambang Hudayana, M.A.
2016 | Skripsi | S1 ANTROPOLOGI BUDAYASkripsi ini membahas pemberdayaan perempuan yang dilakukan Yasanti terhadap kelompok buruh rumahan melalui program penguatan kapasitas dengan bentuk sekolah kepemimpinan berkelanjutan. Kegiatan ini merupakan bentuk kerjasama antara Yasanti dengan ILO-MAMPU (International Labour Organization-Maju Perempuan Indonesia untuk Penanggulangan Kemiskinan). Tema bahasan studi ini mengkaji hasil yang terlihat dari perubahan perilaku buruh rumahan peserta sekolah selama mengikuti kegiatan sekolah kepemimpinan terkait kesadaran untuk memperjuangkan hak-haknya sebagai perempuan dan pekerja. Penelitian dilakukan terhadap buruh rumahan di Dusun Bojong, Pleret, Bantul, dengan metode penelitian kualitatif, yakni dengan pendekatan observasi partisipasi serta wawancara mendalam. Informan penelitian ditentukan berdasarkan jenjang pendidikan peserta sekolah. Selain itu, informan juga terdiri dari pemimpin buruh rumahan dan peserta sekolah buruh rumahan yang aktif, sehingga dapat diketahui perubahan perilaku peseta sekolah selama mengikuti kegiatan sekolah buruh rumahan. Hasil studi menunjukkan bahwa kegiatan sekolah partisipatif baik kegiatan in class maupun out class, serta materi yang disediakan sesuai kebutuhan buruh rumahan sebagai perempuan di ranah domestik, tetapi tidak sebagai pekerja di ranah publik. Buruh rumahan yang berada di Bojong bekerja kepada usaha kecil, di mana usaha kecil tersebut juga masih memerlukan perlindungan dari pemerintah. Peserta sekolah cenderung belum dapat memperjuangkan hak-haknya sebagai pekerja kepada juragannya, karena rintangan sosial-budaya dan rendahnya keterampilan para peserta. Akibatnya, peserta sekolah masih terus terbelenggu dengan sistem kerja buruh rumahan yang cenderung mengesampingkan hak-hak pekerja.
This study discusses the empowerment of women by Yasanti on home-basedworkers'group through capacity building programs with sustainable leadership school. This activity is a form of cooperation between Yasanti and ILO -MAMPU (International Labor Organization - Maju Perempuan Indonesia untuk Penanggulangan Kemiskinan). This study observes the behavior of home-based workers during activities that related to awareness to fight for their rights as women and workers. The research conducted at home-based workers in Pleret, Bantul, with qualitative research methods, by observing members participation and in-depth interviews. The informants are determined based on education level. In addition, informants also consist of home-based worker leaders and active participants active in the school, so the changes in behavior can be seen during the home-based workers school activities. The study shows that the participatory school activities both in class and out class activity, as well as materials provided, according to the needs of home-based workers as women in the domestic sphere, but not as a worker in the public domain. Workers who are in Bojong, Pleret work for small businesses, which are still in need of protection from the government. The school participants, tends not been able to fight for their rights as workers, because of socio-cultural barriers and lack of skills of the participants. As a result, the school participants are still shackled by a system of labor housing, which tends to override the rights of workers.
Kata Kunci : pemberdayaan perempuan, buruh rumahan, dan hasil / empowerment of women, home-based workers, and results