Trem dalam Kota: Pendayagunaan Trem Trayek Yogyakarta Willem I di Kota Magelang 1898-1930-an
KUSMAHENDRA DWI SAPUTRO, Dr. Nur Aini Setiawati
2016 | Tesis | S2 Ilmu SejarahPembangunan jalur trem yang melintasi kota Magelang merupakan wujud penerapan teknologi Barat di Hindia Belanda. Kehadirannya bertujuan untuk menunjang kepentingan pemerintah kolonial dan kepentingan pihak-pihak swasta yang ikut terlibat dalam kegiatan ekonomi di wilayah ini. Trem merupakan solusi atas ketidakmampuan trasportasi tradisional dalam memenuhi kebutuhan pengangkutan. Kehadiran trem yang mampu memperpendek jarak dan mempercepat waktu tempuh perjalanan menjadikan trem sebagai moda transportasi utama masyarakat. Trem juga memberi corak perubahan pada wajah kota Magelang Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendayagunaan trem di wilayah Magelang terhadap perkembangan kota Magelang. Kajian ini menggunakan sumber-sumber sezaman, antara lain dokumen, literatur, majalah, dan surat kabar. Disamping itu, ada juga literatur kontemporer yang berkaitan dengan kereta api dan kota Magelang. Penelitian ini menyimpulkan bahwa kehadiran trem di kota Magelang menjadikan kota ini lebih terbuka terhadap perubahan, baik secara fisik maupun non fisik. Perubahan ini terjadi akibat adanya proses dialektis antara trem dengan masyarakat kota.
The development of tram line passing Magelang city was the appliance of western technology in Dutch East Indies. Its existence was aimed to support colonial governments interest and the private sectors which got involved in economic activities on the surrounding of the area. Tram was the solution of the tradional transportations disability to fulfill the needs of transportation. The tram which was able to cut the trips duration made it as the main transportation for society. Tram also changed the towns face. This analysis aims to know the impacts of trems application in Magelang towards the development of Magelang. This study uses the resources from the same period. These are documents, books, magazines and newspapers. In addition, there are contemporary sources related to the trains and Magelang town. This research concludes that tram made Magelang was open to any change both in physics and non-physics. The change happened due to the dialectical process between tram and society.
Kata Kunci : Kota, Magelang, Trem, Stoomtramweg.