IMPLEMENTASI TEMPAT BAGI BAGI CALON NOTARIS DI KOTA PRABUMULIH SUMATERA SELATAN
DOROTEA LEMANUK, Sigid Riyanto,SH.,M.Si
2016 | Tesis | S2 KenotariatanPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menganalisis: (1) faktor-faktor yang menyebabkan notaris tidak bersedia menerima magang di Kota Prabumulih-Sumatera Selatan, dan (2) tindakan Majelis Pengawas Daerah terhadap penolakan magang bagi calon notaris di Kota Prabumulih ����¯�¿�½������¢������¯������¿������½������¯������¿������½ Sumatera Selatan. Penelitian ini merupakan penelitian hukum empiris yaitu penelitian yang didasarkan pada data primer lapangan atau terhadap masyarakat dan penelitian ini membutuhkan data primer sebagai data utama disamping data sekunder. Subjek penelitian dalam penelitian ini adalah Notaris yang menolak magang di Kota Prabumulih. Teknik pengambilan sampel yang digunakan adalah purposive sampling. Metode analisis yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode berpikir analisis kualitatif dan penarikan kesimpulannya menggunakan metode berpikir induktif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Implementasi tempat magang bagi Calon Notaris di Kota Prabumulih����¯�¿�½������¢������¯������¿������½������¯������¿������½Sumatera belum berjalan dengan baik. Hal ini ditunjukan dari fakta, bahwa dari 9 (sembilan) kantor Notaris yang ada di Kota Prabumulih hanya 1 (satu) kantor yang menerima Calon Notaris magang. Notaris-notaris yang menolak untuk menerima calon notaris magang dikarenakan karena beberapa faktor, antara lain: adanya kekhawatiran dalam merahasiakan akta, keterbatasan sarana dan prasarana, waktu magang, dan tidak adanya panduan dalam pelaksanaan magang. Terkait hal ini, Majelis Pengawas Daerah (MPD) sendiri tidak melakukan tindakan apapun atas fenomena yang ada, termasuk tidak memberikan sanksi berupa terguran tertulis. Hal tersebut dikarenakan MPD menilai bahwa persolan mengenai tempat magang bukanlah persoalan yang urgent dan tidak adanya laporan dari masyarakat, yaitu dari calon notaris yang ditolak magang dan notaris lainnya kepada pihak MPD.
This research intends to discover and analyse; (1) the factors that cause notaries unwilling to accept apprenticeship for notary candidates in Prabumulih-South Sumatera; and (2) MPD (Majelis Pengawas Daerah) action against the rejection of an apprenticeship for notary candidates in Prabumulih-South Sumatera. This reserch was an emphirical law research which basically focused on the primary field data/society and this research requires the primary data as a main data besides the secondary data. Subject of this research are Notary that reject an apprenticeship for notary candidates in Prabumulih and MPD (Majelis Pengawas Daerah) in Prabumulih. This research used purposive sampling with qualitative method as analysis data. The researcher entice conclusion used inductive method. The result of this research indicated that implementation of apprenticeship place for notary candidates has not been implemented properly. It was disclosed by fact that from nine notarial firm that willing to accept an apprenticeship for notary candidates rejection due to several factors, including restlesness of secrecy of deed/document, the limitations of the facilities and infarstructure, matter of apprenticeship time, and the absence of apprenticeship guidence. Related to this case, MPD not taking any action to solve that problems, including providing written admonition. MPD asess that apprenticeship place problems not an urgent issue and so far, MPD never received a complaint from society (notary candidates and other notaries).
Kata Kunci : Notary, Apprenticeship, Notary Candidates