Laporkan Masalah

PERAN PEMUDA DALAM UPAYA PENGEMBANGAN MUSEUM DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KETAHANAN BUDAYA WILAYAH (Studi pada Duta Museum Daerah Istimewa Yogyakarta)

M. LUKMAN HAKIM, Dr. Ahmad Zubaidi, M.Sc.; Prof. Dr. Djoko Soerjo, MA.

2016 | Tesis | S2 Ketahanan Nasional

Potensi dan keberadaan permuseuman di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) sangatlah besar, akan tetapi angka kunjunga ke museum di DIY masih sangat rendah dibandingkan dengan jumlah kunjungan wisatawan yang ada di DIY. Jumlah museum di DIY merupakan terbanyak kedua di Indonesia setelah Jakarta, museum di DIY terbagi dalam beberapa golongan mencakup museum pendidikan, museum perjuangan, dan museum seni budaya yang merupakan potensi untuk dikembangkan. Pengembangan permuseuman di DIY merupakan tugas dari seluruh elemen masyarakat di DIY, khususnya generasi muda. Dalam hal pengembangan permuseuman di DIY, generasi muda perlu diberdayakan untuk menumbuhkan sikap kesadaran akan potensi museum bagi generasi muda, salah satunya dengan dibentuknya Duta Museum. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran Duta Museum dalam upaya mengembangkan museum di DIY dan untuk menganalisis implikasinya dalam mendukung ketahanan budaya wilayah. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif, dimana subjek penelitian adalah Duta Museum, dan objek penelitian adalah perannya dalam upaya mengembangkan permuseuman di DIY dan implikasinya terhadap ketahanan budaya wilayah. Teknik pengumpulan data menggunakan studi pustaka, observasi, wawancara, dokumentasi, dan internet. Observasi dilakukan oleh peneliti dengan mengamati kegiatan yang dilakukan oleh Duta Museum baik secara langsung maupun melalui media. Wawancara dilakukan dengan metode in depth interview dengan informan yang terdiri dari Duta Museum, Dinas Kebudayaan DIY, dan pengelola museum yang tergabung dalam Badan Musyawarah Musea (Barahmus) DIY. Dokumentasi diperoleh dari anggota Duta Museum dan media sosial yang berupa koleksi foto terkait kegiatan promosi museum di DIY yang dilakukan oleh Duta Museum. Hasil temuan dalam penelitian ini antara lain berupa: (1) Duta Museum dalam upaya pengembangan museum melalui kegiatan promosi yang dilaksanakan bersama dengan Dinas Kebudayaan DIY, Barahmus dan juga komunitas permuseuman; melakukan kegiatan yang diorganisir oleh Ikatan Duta Museum secara mandiri; dan promosi museum secara individu oleh anggota Ikatan Duta Museum melalui media sosial pribadi. Hal tersebut banyak berpengaruh dalam mendukung meningkatnya jumlah angka kunjungan ke museum di DIY. (2) Meningkatnya jumlah angka kunjungan ke museum di DIY dipengaruhi oleh revitalisasi museum baik dalam bentuk fisik maupun non fisik dan promosi yang dilakukan Duta Museum. Hal tersebut juga berpengaruh dalam mendukung ketahanan budaya wilayah di DIY yang meliputi pelestarian budaya oleh museum dan kesadaran masyarakat tentang museum sebagai sarana pelestarian budaya dengan berkunjung ke museum.

The presence of museum in Special Region of Yogyakarta had a great potential, however a number of visits to the museum was still very low compared to the number of tourists visited the region. Yogyakarta declared as the second largest province in Indonesia after Jakarta, which had many potential museums that divided into several categories, educational museum; warfare museum; and art cultural museum. The development of museum in Yogyakarta was the role of all society elements, especially young generation. In terms of the museum development, they should be empowered to build self-awareness of museum potency for the young generation, one of the terms was by creating museum ambassador. This research aimed to analyze the role and effort of museum ambassador in developing museum in Yogyakarta and to analyze its implications in supporting regional cultural resilience. This research used descriptive-qualitative approach where the subject of study was museum ambassador and the object was the role in developing museum in special region of Yogyakarta and its implication towards regional cultural resilience. The data collection technique used literature review, observation, interview, documentation, and online source. The observation was used to observe activities carried out by the museum ambassador either directly or indirectly through the media. The interview was conducted through in-depth interview method, by choosing informants consists of museum ambassador, Bureau of Culture staff, and museum administrator who joined in Badan Musyawarah Musea (Barahmus) DIY. The documentation was obtained from member of museum ambassador and social media, such as a photo collection of museum promotional activities conducted by the museum ambassador. The conclusion were as follows: (1) museum ambassador in developing efforts through promoting activities supported by Bureau of Culture Yogyakarta, Barahmus, and museum community; conducting activities organized by association of museum ambassador; and promoting through social media of the association member. These would improve a number of tourist visit museum in Yogyakarta. (2) The increasing of museum visits was in accordance with the promotion and physical or non physical museum revitalization. As a result, it effected in supporting region cultural resilience by keeping museum cultural preservation and improving public awareness about the museum as a medium of cultural preservation by visiting the museum in special region of Yogyakarta.

Kata Kunci : Duta Museum, Pengembangan Museum, Ketahanan Budaya Wilayah

  1. S2-2016-371176-abstract.pdf  
  2. S2-2016-371176-bibliography.pdf  
  3. S2-2016-371176-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2016-371176-title.pdf