Laporkan Masalah

Evaluasi program kali bersih di Kota Pekalongan

PARWIYANTO, Herwan, Dr. Agus Dwiyanto

2003 | Tesis | Magister Administrasi Publik

Program Kali Bersih (PROKASIH) dilaksanakan di Kota Pekalongan sebagai suatu program untuk menangani pencemaran sungai guna memulihkan kondisi sungai yang tercemar. Program ini dipandang dapat menjadi jalan keluar untuk dapat mengatasi kerusakan lingkungan sungai. Limbah industri dituduh menjadi penyebab utama rusaknya ekosistem sungai yang dilalui limbah beracun tersebut. Oleh karena itu, penanganan limbah industri secara serius perlu dilakukan untuk mengontrol secara berkala, agar dapat menekan bahaya pencemaran yang ditimbulkan limbah industri. Kota Pekalongan sebagai kota yang memiliki industri batik yang berkembang cepat, juga dengan industri skala rumah tangga yang begitu banyak, saat ini mengalami masalah dengan adanya pencemaran Sungai Pekalongan yang makin tinggi pencemarannya seiring dengan bertumbuhnya industri batik. Batik Pekalongan merupakan komoditi andalan dalam perdagangan di Kota Pekalongan dan memiliki ciri yang khas sebagai hasil kerajinan rakyat. Hasil penelitian di lapangan diperoleh fakta bahwa pencemaran sungai makin tinggi, dari 78 perusahaan, 36 perusahaan telah memiliki IPAL, sedang 42 perusahaan belum memiliki IPAL. Namun, IPAL yang telah memenuhi baku mutu hanya 6 saja, berarti baku mutu lingkungan hanya mencapai 7,7 % dari industri yang dibina Bapedalda. Pencemaran masih ditambah dari unit industri batik skala rumah tangga yang tersebar di 37 kalurahan dari keseluruhan 46 kalurahan yang ada di Kota Pekalongan. Penegakan hukum masih lemah terhadap pelaku pencemaran, apalagi UULH No 23/1997 belum sepenuhnya dapat diterapkan. Evaluasi terhadap pelaksanaan PROKASIH di lapangan, masih banyak menghadapi kendala dan dapat dikatakan tidak berhasil menekan pencemaran sungai. Perlu upaya yang keras dalam meningkatkan dukungan kelompok sasaran PROKASIH dan upaya penegakan hukum dengan sanksi yang tegas terhadap pencemar.

The Clean River Program that have implemented at the City of Pekalongan as a treatment program to solve the river water pollution and prevent the river from pollutants. This program can be seen as a way out to solve the damage river environment. Industrial waste caused as a main factor that make the river ecosystem damage through water pollutant pass. Therefore, it is necessary to solve the industrial waste seriously to control by periodic, to minimize the damage impact of pollutant caused by industrial waste. The City of Pekalongan as a city with many batik industrial that grown fast, also many of home industry in large product, by now have a problem with the increase of water pollution at the river of Pekalongan in a row with batik industrial growth. Batik Pekalongan style as a main commodity in trading activity at Pekalongan has a specific type of traditional art craft. The summary of the research that the river pollutant increase in quantity, from 78 industry, there are 36 industry have waste water treatment unit, and 42 industry not yet. But, there are only 6 industry in environment quality standard, it means only 7,7 %. The pollutant also come from the batik’s home industry, there are 37 kalurahan from the total 46 kalurahan at Pekalongan City. The weakness at law enforcement to the polluters, and so The Environmental Law could not yet in implementation. The evaluation of Clean River Program, in fact the implementation faced constraints and unsuccessful to control the river pollution. This program need strong force in law enforcement to control polluters and strong force from the community or target group to reach the better condition on the next Clean River Program at Pekalongan.

Kata Kunci : Program Pemerintah Daerah Tk II, Kali Bersih

  1. S2-PAS-2002-HerwanParwiyanto-abstract.pdf  
  2. S2-PAS-2002-HerwanParwiyanto-bibliography.pdf  
  3. S2-PAS-2002-HerwanParwiyanto-tableofcontent.pdf  
  4. S2-PAS-2002-HerwanParwiyanto-title.pdf