Implementasi kebijakan penanggulangan penyalahgunaan Narkoba di kalangan pelajar
JUARI, Agus, Dr. Agus Dwiyanto
2003 | Tesis | Magister Administrasi PublikPemerintah mengeluarkan beberapa undang-undang, membetuk suatu badan dalam upaya penanganan masalah Narkoba. (Badan Narkotika Nasional), dan bersama masyarakat telah melakukan berbagai kegiatan dalam merespon masalah narkoba, tetapi kasus penyalahgunaan Narkoba dari tahun ketahun mengalami peningkatan. Data kejahatan Narkoba yang ditangani Polri selama beberapa tahun menunjukkan, pada tahun 1999 sebanyak 2.590 orang, tahun 2000 meningkat menjadi 4.955 orang, dan tahun 2001 sebanyak 4.924 orang. Di Yogyakarta yang dijuluki sebagai kota pelajar dan budaya sekitar 50% kasus tersangkanya adalah mahasiswa dan pelajar. Dengan kondisi tersebut, fokus permasalahan dalam penelitian ini adalah: ingin mengetahui bagaimana implementasi kebijakan penanggulangan penyalahgunaan narkoba di kota Yogyakarta, kebijakan ini mengacu pada UU no. 22 th 1997 tentang narkotika dan keberadaan Badan Narkotika. Sementara Faktorfaktor yang mempengaruhi keberhasilan kebijakan penanggulangan penyalahgunaan Narkoba dikalangan pelajar Penelitian ini akan menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Dengan mengambil lokasi di kota Yogyakarta, dimana kota yang dikenal dengan sebagai kota pendidikan ternyata juga menjadi kota yang rawan terhadap penyalahgunaan Narkoba. Beberapa informan dalam penelitian ini antara lain: dari pemerintah, sekolah, LSM., sementara data skunder meliputi profil kota Yogyakarta, beberapa data perkembangan kasus narkoba di kota Yogyakarta, beberapa program penanggulangan penyalahgunaan narkoba serta kegiatan yang dilakukan pemerintah, masyarakat/LSM dalam upaya penanggulangan penyalahgunaan narkoba. Sedangkan analisis data akan dilakukan adalah secara diskriptif kualitatif. Secara umum pelajar sudah mengetahui tentang narkoba, hanya tingkat pemahamannya yang berbeda. Pemahaman pelajar yang masih bervariasi masih memungkinkan terjadinya penyalahgunaan narkoba dikalangan pelajar. Beberapa faktor yang menyebabkan masih maraknya kasus penyalahgunaan narkoba. Antara lain kegiatan yang dilaksanakan oleh pemerintah belum banyak sedangkan di kota Yogyakarta belum ada lembaga pemerintah yang mengkonsentrasikan kegiatannya pada upaya penanggulangan penyalahgunaan Narkoba. Penanganan masalah penyalahgunaan narkoba selama ini banyak dilakukan oleh masyarakat yang ditandai dengan hadirnya beberapa LSM yang menaruh perhatian pada masalah narkoba. Materi yang dipsampaikan dalam kampanye dan penyuluhan sering kali tidak tepat sasaran. Saran yang bisa diberikan antara lain membentuk sebuah badan yang khusu menangani masalah Narkoba, menggalakkan kegiatan-kegiatan pencegahan penyalahgunan narkoba dengan berbasis masyarakat, penegakan hukum
Government had published the regulation and several activities to respon drugs abuse case, but drugs abuses cases in many years raised. Data’s drug crimes that was handled by POLRI, for many years showed the big rate in 1999 in amount of 2.590 people, raised to 4.955 people in 2000, and in 2001 in amount of 4.924 people. In Jogjakarta about 50% suspected cases are students. The focus of this study is to know how the implementations of drug abuse prevention policies in Yogyakarta based on UU no. 22 1997 about drugs and the ecsistence of drugs agency. The factor that had affected success of drug abuses prevebtion policies accured were government, society and strategi of law enforcement. This study will have used qualitatif methods in case study approach, the location in Jogjakarta of which known as intellectual city and also became the danger city of drug abuse. Some informans that will be elaborated in this study included governments, school and NGO, mean while secondary data included Jogjakarta profil, some drugh abuse case in Jogjakarta, some drugh abuse prevention programes instudent and activities that is executed by community in drugh abuse prevention effort, however, data anlisis will be executed qualitatif descriptively. Formally, the student had known about drugs but their understanding about it different from each others. It caused appeared many factor such as there’s no attenton from government agency to prevent the drug abuses. Only NGO and society had tried to effortdrug abuses prevention. By this study, recommended that formed agency wich handled the drud abuses, paticulary increasede in activities drug abuses prevention, law enforcesment and drug prevention based community
Kata Kunci : Kebijakan Kependidikan,Penanggulangan Narkoba, Drugs abuses