PENGARUH IMPLANTASI SEMEN IONOMER KACA (KETAC MOLAR���®) PADA SOKET PENCABUTAN GIGI TERHADAP EKSPRESI mRNA INTERLEUKIN-1Beta (Analisis dengan Real-time PCR)
ARLITA TRI SULISTYANDARI, Drg. Bambang Dwirahardjo, Sp.BM; Drg. Poerwati Soetji Rahajoe, Sp.BM
2016 | Tesis-Spesialis | SP ILMU BEDAH MULUTPencabutan gigi merupakan salah satu tindakan kedokteran gigi yang paling sering dilakukan dan merupakan awal mula terjadinya resorpsi tulang alveolar. Pemeliharaan tulang alveolar dapat dilakukan dengan bahan yang memacu regenerasi tulang. Di antara bahan penggganti tulang yang digunakan untuk mengisi defek, Semen Ionomer Kaca (SIK) merupakan salah satu bahan pengganti tulang yang memungkinkan terjadinya osteokonduksi karena sifat permukaannya yang porous dan kemampuan pertukaran ion sehingga memungkinkan terbentuknya tulang baru.Partikel kaca bioaktifnya dapat menurunkan inflamasi dengan menekan produksi TNF-Alpha sebagai sitokin pro inflamasi dan menurunkan proses fagositosis.Kandungan fluor dalam SIK juga diketahui memiliki daya antibakteri. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh implantasi Semen Ionomer Kaca pada soket pencabutan gigi terhadap ekspresiInterleukin-1 Beta, membandingkan 2 kelompok pada subyek yang sama yaitu soket yang dilakukan implantasi SIK dan yang tidak dilakukan implantasi SIK. Empat pasien usia 20-40 tahun menjalani dua pencabutan gigi pada rahang atas atau rahang bawah tanpa pembukaan flap dan tanpa penjahitan. Masing-masing pasien, soket yang satu dilakukan implantasi SIK dan soket yang lain tidak diberi implantasi SIK. Pemeriksaan ekspresi Interleukin-1 Beta dilakukan dengan proses real-time PCR pada hari ke-0, 3, dan 14. Hasil pemeriksaan real-time PCR menunjukkan ekspresi Interleukin-1 Beta pada hari ke-3 menurun 12 kali dan hari ke-14 menurun 7 kali, namun dari uji Friedman menunjukkan secara statistik tidak terdapat perbedaan ekspresi Interleukin-1 Beta yang signifikan antara kelompok perlakuan dan kelompok kontrol (P=0,105).
Tooth extraction is one of the most common dental procedure and considered as the starting point of alveolar bone resorption. Preservation ofthe alveolar bone can be achieved by materials to perform bone regeneration. Among bone substitutes used in dentistry to fill bone defects, Glass Ionomer Cement (GIC) is a bone substitute materials allows osteoconduction because of the surface porosity and ion exchange, so it�¢ï¿½ï¿½s possible to perform new bone formation. Bioactive glass particles may decrease inflammation by suppressing the production of TNF-Alpha as pro-inflammatory cytokine and decrease phagocytosis. Fluoride is considered to have antibacterial effect. The aim of the study was to evaluate the effect of GIC implantation in post-extraction socket on the level of interleukin-1 Beta expression, comparing 2 groups in the same subjects, GIC-filled socket with a not-filled one. Four patients aged 20-40 years underwent bilateral maxillary or mandibular extraction without elevation of full-thickness flaps and no suture was carried out.Each patient, one socket was filled using GIC, and the other one was not filled using GIC. Interleukin-1 Beta expression was measured by real-time PCR process on day 0, 3, and 14. The measurement using real-time PCR showed that the Interleukin-1 Beta expression on day 3 decreased 12 times and on day 14 decreased 7 times, but from the Friedman test was statistically no significant differences found on the level of Interleukin-1 Beta expression between GIC-filled socket compared with not-filled one (P=0,105).
Kata Kunci : Glass Ionomer Cement, Interleukin-1 Beta, Real-time PCR, Semen Ionomer Kaca, Interleukin-1 Beta, Real-time PCR