THE SYMBOLIC MEANING BEHIND NON-TRADITIONAL RUNNING EVENT: AN ANALYSIS ON THE COLOR RUN PHENOMENON
MARIA PENY R, ACHMAD MUNJID, M.A.,Ph.D
2016 | Tesis | S2 Pengkajian AmerikaPeningkatan jumlah partisipan olahraga lari yang signifikan, seperti dilaporkan Running USA, tidak dapat dipisahkan dari kemunculan berbagai acara lari yang bersifat rekreasi. The Color Run, kegiatan lari bertemakan warna yang paling populer, tidak hanya dikonsumsi sebagai olahraga. Terdapat makna lain yang diselipkan dalam kegiatan ini yang dikonstruksi dan diterima oleh partisipan. Ada tiga pertanyaan yang diangkat dalam penelitian ini: 1) Sejauh mana kegiatan lari non-tradisional, The Color Run, berbeda dari kegiatan lari tradisional? 2) Apa makna simbolis di balik The Color Run? 3) Bagaimana makna simbolis tersebut direkonstruksi? Dan mengapa hal tersebut penting? Penelitian ini adalah penelitian qualitatif. Semiotics reading diterapkan untuk meneliti data teks verbal dan visual. Hasil interpretasi data dituangkan dalam laporan deskriptif. The Color Run tidak terbatasi waktu dan bisa diikuti oleh siapapun. The Color Run melibatkan penggunaan berbagai atribut yang tidak mendukung kegiatan lari pada umumnya. Dokumentasi menarik selama pra, inti, dan pascakegiatan berlangsung dan testimoni yang dibagikan melalui media sosial menjadi kekuatan promosi kegiatan ini. Berbeda dari perlombaan lari tradisional yang diatur oleh organisasi formal dan nirlaba; The Color Run diselenggarakan oleh perusahaan for-profit. Ada empat makna simbolis yang ditemukan dalam fenomena The Color Run. Pertama, The Color Run ditawarkan kepada siapapun dari berbagai latar belakang, usia, dan teknik untuk menarik konsumen yang lebih luas. Kedua, The Color Run menawarkan porsi olahraga yang sedikit. The Color Run lebih merupakan kegiatan bersenang-senang. Ketiga, The Color Run memampukan partisipannya menyebut diri mereka sebagai pelari dengan meniru gaya seorang pelari. Selain itu, dengan porsi olahraga yang sedikit, The Color Run fokus pada persaingan pasar untuk memenangkan lebih banyak konsumen. Pada akhirnya, The Color Run menawarkan ilusi partisipasi yang sederajat dan inklusif, kebebasan dan kesempatan lebih dalam sebuah race-like non-traditional event. Walaupun merupakan kegiatan simulasi dan santai; The Color Run mampu memberikan citra hidup sehat, bahagia, menginspirasi, terlibat secara sosial seperti dalam persepsi partisipan. Citra yang dikonstruksi dalam persepsi partisipan tersebut cocok dengan makna yang direkonstruksi oleh The Color Run. Adalah iklan dan media sosial yang memampukan terjadinya proses komunikasi makna dan citra ini. The Color Run telah mentransformasi aktivitas konsumsi berdasarkan fungsi menjadi berdasarkan fun and playfulness.
The significant increasing numbers of participants who run and go jogging based on gender and age by 2013, as shown by Running USA report, cannot be separated from the emergence of fun, recreational running. The Color Run, as the most popular color-themed running events worldwide, is not only consumed as sport. There is other meaning embedded in the event. Three research questions are formulated in this study: 1) How does non-traditional running event, The Color Run, differ from traditional running events? 2) What is the symbolic meaning behind The Color Run? 3) How is the symbolic meaning of The Color Run reconstructed? And why is the symbolic meaning important? This is a qualitative study. In order to answer the problem questions, semiotics reading on the verbal or visual texts is considered appropriate. The interpretations are described in descriptive report. Considered more as social activity, The Color Run is untimed and can be followed by untrained runners. It entails many attributes and kits that do not necessarily support the activity of running itself. Attractive documentation taken during pre, core, or post-race and testimony shared in the social media become the influential force to promote and expand the event. While formal, non-profit regulatory bodies manage traditional races, The Color Run is organized by for-profit company. There are four symbolic meanings found behind The Color Run phenomenon. Firstly, The Color Run is offered to any participants from any background, age, and techniques to ensure broader consumers. Secondly, The Color Run offers small portion of sport. Instead, The Color Run is more about playful and having fun. Thirdly, The Color Run enables the participants to claim themselves as runners by affiliating certain styles of a runner. In addition, The Color Run concerns on its market competition to win largest consumers. Eventually, The Color Run offers the illusion of equal, inclusive participation, freedom, and more opportunities in a race-like non-traditional event. Although it is a simulated, fun, and playful event; The Color Run is able to present images of healthy, happy, inspiring, socially engaged which are agreed upon the participants’ perception. These images constructed in participants’ perception are matched with the meaning reconstructed by The Color Run. Advertising and social media enable the communication of meaning and images. Thus, The Color Run has transformed consumption from functionality to fun and playfulness.
Kata Kunci : The Color Run, connotation, consumer, denotation, image.