Kinerja Rumah Sakit Daerah Kabupaten Sleman :: Studi tentang pelayanan publik
NURYANTO, Joko, Dr. Muhadjir Darwin
2003 | Tesis | Magister Administrasi PublikPelayanan di bidang kesehatan mempunyai peranan yang sangat penting dalam mewujudkan derajat kesehatan masyarakat yang tinggi, karena dengan derajat kesehatan masyarakat yang tinggi penyelenggaraan pembangunan dapat berjalan lancar dan lebih membuka peluang akan lahirnya generasi penerus yang lebih berkualitas Mengingat lemahnya mayoritas warga masyarakat di tengah persaingan para pelaku ekonomi penyedia pelayanan kesehatan, idealnya pemerintah selalu melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan perbaikan penyelenggaraan pelayanan kesehatan agar masyarakat dapat mengakses berbagai fasilitas yang sangat penting untuk memenuhi kebutuhan dalam rangka meningkatkan derajat kesehatannya. Untuk itu penilaian atau evaluasi yang berkesinambungan terhadap kinerja pelayanan publiknya merupakan salah satu langkah bijaksana sebagai rangkaian dari upaya perbaikan penyelenggaraan pelayanan tersebut. Tidak terkecuali dalam hal ini khususnya bagi RSUD Sleman yang merupakan rumah sakit pemerintah yang disediakan untuk melayani warga masyarakat di wilayah Kabupaten Sleman dan sekitarnya. Penelitian ini merupakan suatu studi kasus, yang secara diskriptif kualitatif, bertujuan untuk mengetahui kinerja Rumah Sakit Umum Daerah Kabupaten Sleman dalam melaksanakan pelayanan publik ditinjau dari aspek-aspek akuntabilitas, responsivitas, orientasi terhadap pelayanan, efisiensi, keramahan, dan fasilitas pelayanan dan untuk mengetahui faktor apakah menjadi yang mempengaruhi kinerjanya dalam melaksanakan pelayanan pada masyarakat pengguna jasa. Penelitian dilakukan di RSUD Sleman Jl. Magelang Km 13 Sleman. Data dikumpulkan dengan cara melakukan observasi, studi dokumen serta wawancara mendalam, kemudian dianalisis secara kualitatif. Hasil penelitian memberikan gambaran bahwa kinerja RSUD Sleman belum baik. Hal ini ditunjukkan dari aspek akuntabilitas yang belum baik karena peraturan yang menjadi acuan belum sesuai dengan kehendak atau aspirasi masyarakat sesuai dengan kepentingannnya, kinerja RSUD juga belum responsiv terhadap perkembangan kebutuhan/kepentingan pengguna jasa. Orientasi terhadap pelayanan dari petugas juga masih rendah. Dari segi waktu pelayanan belum efisien namun dari segi biaya pelayanan dipandang efisien. Kinerja petugas pelayanan di RSUD Sleman menunjukkan perilaku yang ramah namun fasilitas pelayanannya bagi masyarakat masih kurang memadahi. Dari hasil penelitian juga menunjukkan bahwa faktor yang mempengaruhi kinerjanya adalah gaya kepemimpinan, dan kerjasama, baik antar karyawan dalam satu unit kerja maupun dengan unit kerja lainnya. Sedang pemahaman terhadap visi-misi, dan sistem insentif tidak mempengaruhi kinerja RSUD Sleman. Hal ini karena visi dan misi yang telah dirumuskan tidak dipahami oleh para karyawan sehingga belum dapat menumbuhkan persepsi dan motivasi bagi karyawan dalam bekerja. Sedang sistem insentif belum berorientasi pada kinerja karyawan sehingga belum dapat memotivasi mereka untuk lebih berprestasi. Selain itu juga ditemukan, bahwa yang lebih memprihatinkan bagi warga sekitar RSUD (khususnya warga Dusun Trucuk dan Morangan, Triharjo) berkaitan dengan penyelenggaraan pelayanandi RSUD tersebut adalah masalah fasilitas pengolahan limbah yang belum ramah lingkungan. Hal tersebut nampak dari akibat langsung dan timbulnya kekhawatiran warga sekitar. Bila hal tersebut tidak segera ditangani dengan lebih serius dan profesional dapat mengancam kesehatan dan kehidupan masyarakat sekitar tersebut. Untuk mengoptimalkan akses masyarakat terhadap pelayanan terbaik RSUD Sleman dalam rangka pencapaian derajat kesehatan masyarakat yang tinggi, maka sangat penting bagi RSUD Sleman untuk melakukan berbagai penyederhanaan aturan dan prosedur pelayanan, serta selalu meningkatkan profesionalisme
Service in health sector plays a very important role in improving health quality of the society. Supported by high quality health, the development will be able to run smoothly and give more opportunities to create better quality generation. Considering the weaknesses of the Indonesian society in the competition among health service providers, the government should ideally improve its public health service in order that the publiccan acces the facilities for their health quality improvement. Therefore continuous assessment or evaluation becomes very important to improve the quality of health service. Sleman General Hospital (RSUD Sleman) as a state hospital which is intended to provide public health service must also implement continuous assesment. This research is a case study which aims to study the performance of Sleman General Hospital in providing public service. The performance was measured from the aspect of accountability, responsiveness, orientation toward service, efficiency, hospitality, and service facility. It also aims to identify the factors which infrluence the performance in providing the service to the customers. The research was conducted in Sleman General Hospital on Jalan Magelang Km 13 Sleman. It obtained the data from observation, document study, and in-depth interview. Then it analyzed the data qualitatively. The research results show that the performance of Sleman General Hospital is relatively low as shown by poor accountability. Its poor accoutability resulted from the fact that the regulation the hospital used as reference was not in line with the society’s expectation and aspiration. In addition, the hospital is also less responsive tho the changing need of the stakeholders. The orientation toward service is also ineficient although from the cost point of view, it is efficient. The staffs show good hospitality, but the service facility for the public is inadequate. The factors that affect the performance include leadership style and cooperation, both among the staffs in one work unit and among work unit. The understanding on the vissionmission and incentive system does not influence the performance of Sleman General Hospital. The reason is that the formulated vission-mission is not well understood by the employees, so it cannot accellerate their perception and motivation. Similarly, the incentive system is not oriented to the employees’ performance, so it does not motivate them for better achievement. The research also identified a problem of waste management that disturbs the communities around the hospital (especially in Trucuk and Morangan hamlets, Triharjo). The waste management does not use friendlyto environment facilities. This problem can be identified from its direct effect as well as from the restlessness that the people feel. If it is not professionally and mare seriously handled, the problem may pose danger to the health and life of the surrounding societies. In order to optmize the acces to a better service it provides for public, the hospital needs to do some simplification in its regulation and service procedures and to improve prfessionalism.
Kata Kunci : Kinerja Rumah Sakit Umum Daerah, Layanan