Laporkan Masalah

Analisis Pengaruh Komponen Manajemen Konstruksi terhadap Capaian Mutu Pemeliharaan Preventif Perkerasan Kaku (Studi Kasus: Ruas Jalan Nasional di Provinsi Riau dan Kepulauan Riau)

KONVERMAN BERKAT Z., Prof. Dr. Ir. Agus Taufik Mulyono, M.T.

2016 | Tesis | S2 Sistem dan Teknik Transportasi

Karakteristik mutu konstruksi dan kontribusi komponen manajemen konstruksi terhadap capaian mutu perlu diketahui, agar pekerjaan dapat dilaksanakan secara efektif dan efisien. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan karakteristik mutu yang diinginkan dalam pemeliharaan preventif perkerasan kaku, serta kontribusi komponen manajemen konstruksi terhadap capaian mutu dimaksud. Kuesioner disebar kepada para stakeholder penyelenggaraan Jalan Nasional di Provinsi Riau dan Kepulauan Riau. Responden yang mengembalikan kuesioner berjumlah 109, terdiri dari owner (36,70%); kontraktor (31,19%); dan konsultan (32,11%). Proses analisis data menggunakan prosedur Structural Equation Modeling dengan alat bantu software AMOS 21. Hasil penelitian menjelaskan bahwa pencapaian mutu pemeliharaan preventif perkerasan kaku dinilai dari ketidakterjadian kerusakan cracks, depression, faulting, pumping, surface texture defects, dan spalling, serta nilai IRI yang tetap terjaga pada kondisi mantap. Manajemen Konstruksi memberikan kontribusi sebesar 54% terhadap capaian mutu, sedangkan komponen yang mempengaruhi manajemen konstruksi secara signifikan adalah PPK, Kontraktor, Konsultan, Material, Administrasi Proyek, dan Lingkungan.

Construction quality characteristic and contribution of construction management component need to be defined, in order to do a project effectively and efficiently. The objective of this research is to get desirable construction quality in preventive maintenance of rigid pavement and contribution of construction management in achieving the quality. Questioners are spreaded to national road stakeholder in Riau and Riau Island Province. Total responden feedbacks are 109, which comes from owner 36,70%; contractor 31,19%; and consultant 32,11%. Data analysis is done using Structural Equation Modeling with AMOS 21 software. The result of this research shows that desirable quality of rigid pavement preventive maintenance are lackness of crack, depression, faulting, pumping, surface texture defects, spalling, and also keeping the IRI value less than 8. Construction management contribute 54% of quality result. In other hand, construction management is significantly influenced by PPK, contractor, consultan, material, projet administration, and environment.

Kata Kunci : Manajemen Konstruksi, Pemeliharaan Preventif, Structural Equation Modeling

  1. S2-2016-374959-abstract.pdf  
  2. S2-2016-374959-bibliography.pdf  
  3. S2-2016-374959-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2016-374959-title.pdf