Laporkan Masalah

EVALUASI PENGGUNAAN ANTIHIPERLIPIDEMIA PADA PASIEN JANTUNG KORONER DI INSTALASI RAWAT JALAN RS SOERADJI TIRTONEGORO

HARINI, Dr. Fita Rahmawati, Sp.FRS., Apt.

2016 | Skripsi | S1 FARMASI

Hiperlipidemia merupakan salah satu faktor risiko terjadinya penyakit kardiovaskular. Pola pengobatan untuk hiperlipidemia yaitu dengan penggunaan antihiperlipidemia seperti golongan statin dan fibrat. Penggunaan antihiperlipidemia dan rasionalitas penggunaannya akan sangat berpengaruh terhadap outcome terapi. Penelitian ini dilakukan untuk mengetahui pola penggunaan antihiperlipidemia serta rasionalitas antihiperlipidemia pada penyakit jantung koroner di Rumah Sakit Soeradji Tirtonegoro (RSST). Penelitian ini dirancang secara cross - sectional. Teknik pengambilan sampel yang dipilih adalah dengan purposive sampling, yaitu pengambilan sampel didasarkan pada kriteria inklusi dan eksklusi yang telah ditetapkan. Pengumpulan data sampel dilakukan secara retrospektif dan diolah secara deskriptif. Dari penelitian ini, didapatkan 63 kasus dari 62 pasien jantung koroner dengan terapi antihiperlipidemia yang memenuhi kriteria inklusi. Data dilihat pola penggunaannya dan dievaluasi rasionalitasnya menurut pedoman AHA/ACC 2013 Guideline on The Treatment of Blood Cholesterol to Reduce Atherosclerotic Cardiovascular Risk in Adults dan Pedoman Tatalaksana Dislipidemia oleh PERKI tahun 2013. Pola penggunaan antihiperlipidemia yang digunakan yaitu simvastatin dengan dosis 10 mg dan 20 mg sebanyak 36 kasus dan 20 kasus. Untuk atorvastatin yaitu dosis 20 mg dan 40 mg berturut-turut 1 kasus dan 2 kasus. Pravastatin 20 mg digunakan pada 2 kasus. Gemfibrozil 300 mg digunakan pada 1 kasus dan kombinasi fenofibrat dengan statin pada 1 kasus. Rasionalitas pengobatan antihiperlipidemia pada pasien jantung koroner didapatkan bahwa tepat indikasi 62 kasus (98,4%); tepat pasien 56 pasien (90,3%); tepat obat 57 kasus (90,5%); dan tepat dosis 59 kasus (93,7%).

Hyperlipidemia is a risk factor for cardiovascular disease. Treatment for hyperlipidemia using antihiperlipidemia such as statins and fibrates. Usage of antihyperlipidemia and its rationality will very affect for the outcome of therapy. This study was conducted to determine usage and rationality of antihyperlipidemia in coronary heart disease’s patients at the Hospital of Soeradji Tirtonegoro (RSST). The study was designed as cross - sectional. The sampling technique is purposive sampling, based on inclusion and exclusion criteria that have been set. Data was obtained from medical record retrospectively and managed descriptively. From this research, found 63 cases of 62 patients with coronary heart disease using antihyperlipidemia therapy that fulfill the inclusion criteria. Rationality was evaluated using AHA/ACC 2013 Guideline on The Treatment of Blood Cholesterol to Reduce Atherosclerotic Cardiovascular Risk in Adults dan Pedoman Tatalaksana Dislipidemia oleh PERKI tahun 2013. Antihyperlipidemia’s usage patterns are used was simvastatin 10 mg and 20 mg around 36 cases and 20 cases. Atorvastatin 20 mg and 40 mg respectively 1 case and 2 cases. Pravastatin 20 mg used in the two cases. Gemfibrozil 300 mg used in the 1 case and the combination of fenofibrate with statins in 1 case. Rationality of antihyperlipidemia’s treatment in patients with coronary heart disease found that the precise indication of 62 cases (98.4%); the right of patients 56 patients (90.3%); proper medication 57 cases (90.5%); and right dose 59 cases (93.7%).

Kata Kunci : Evaluasi penggunaan obat, Rasionalitas, Hiperlipidemia, RSST, Evaluation of drugs usage, Rationality, Hyperlipidemia, RSST

  1. S1-2016-333474-abstract.pdf  
  2. S1-2016-333474-bibliography.pdf  
  3. S1-2016-333474-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2016-333474-title.pdf