Laporkan Masalah

Pengaruh kepuasan kerja, self-efficacy, dan work locus of control terhadap komitmen organisasional pegawai Sekretariat Negara Republik Indonesia

MULADI, Guntur Ari, Prof.Dr. Miftah Thoha

2003 | Tesis | Magister Administrasi Publik

Komitmen organisasional pegawai merupakan variabel penting dan strategik, khususnya dalam kaitannya dengan pencapaian tujuan organisasi. Penelitian ini secara empirik bertujuan untuk mengetahui pengaruh dari variabel-variabel Kepuasan Kerja, Efikasi Diri dan Pusat Kendali kerja terhadap Komitmen Organisasional Pegawai Sekretariat Negara Republik Indonesia. Penelitian dilakukan dengan metode survey dengan menggunakan sampel sebanyak 116 orang pegawai yang diambil secara random. Metode analisis data yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif dan metode inferensi. Pengujian terhadap hipotesis penelitian dilakukan dengan metode regresi linier berganda. Berdasarkan hasil analisis data yang telah dilakukan, diperoleh hasil sebagai berikut: (1) Pegawai Setneg RI memiliki Komitmen Organisasional yang tergolong baik atau tinggi, kepuasan kerja yang tergolong baik atau tinggi, Efikasi Diri yang tergolong baik atau tinggi, dan Pusat Kendali Kerja yang tergolong tinggi. (2) Kepuasan Kerja, Efikasi Diri, dan Pusat Kendali Kerj baik secara individu maupun secara bersama-sama berpengaruh signifikan terhadap komitmen organisasional pegawai. (3) Di antara ketiga variabel bebas yang berpengaruh signifikan terhadap komitmen organisasional pegawai Setneg RI, ternyata Pusat Kendali Kerja merupakan variabel yang paling dominan pengaruhnya terhadap komitmen organisasional pegawai. (4) Koefisien determinasi sebesar R²=0,389 atau 38,9%, yang berarti perubahan yang terjadi pada komitmen organisasional pegawai Setneg RI, 38,9% disebabkan oleh perubahan yang terjadi secara bersama-sama pada Kepuasan Kerja, Efikasi Diri dan Pusat Kendali Kerja; sedangkan 61,1% sisanya ditentukan atau disebabkan oleh perubahan yang terjadi pada variabel- variabel lain selain dari ketiga variabel yang diteliti, sebagai contoh, kepemimpinan di Setneg RI, program pengembangan pegawai di Setneg RI dan lain- lain. Dalam upaya mempertahankan komitmen organisasional pegawai yang telah baik, maka saran yang dapat disampaikan berdasarkan hasil penelitian ini adalah: (1) mempertahankan kualitas lingkungan kerja, baik lingkungan kerja yang sifatnya fisik maupun psikis, (2) mempertahankan kualitas komunikasi antar pegawai dan pegawai dengan atasan, (3) mempertahankan kompensasi dan kesejahteraan pegawai, (4) memperbaiki kebijakan-kebijakan instansi di bidang kepegawaian, (5) memperbesar kesempatan bagi seluruh pegawai untuk meningkatkan kariernya, (6) pemberian penghargaan bagi para pegawai yang berprestasi, (7) mempertahankan kemampuan diri pegawai, (8) mempertahankan kemampuan diri pegawai dapat dilakukan melalui cara-cara: (a) memberikan kesempatan pendidikan lanjut bagi para pegawai yang layak, sesuai dengan latar belakang pendidikannya. Dengan demikian pegawai selalu memperoleh tambahan pengetahuan, khususnya yang sifatnya konseptual, (b) mempertahankan kemampuan pegawai dalam memecahkan masalah yang sifatnya pragmatis.

Organizational commitment is strategic and important variable, specially in the bearing of with attainment of organizational target. This research by empiric aim to to know influence of variables Job Satisfaction, Self-Efficacy and Work Locus of Control to Organizational Commitment officer of State Secretary Republic of Indonesia. This research conducted with method of survey by using sampel counted 116 taken officer people by random. Method analyse data which used in this research is descriptive method and method of inferensi. Examination to research hypothesis done with method of multiple linear regression. Pursuant to result analyse data which have been done, to be obtained result as follows: (1) Officer of Setneg RI have high or good pertained organizatioal commitment, satisfaction of high or good pertained job, high or good pertained self-efficacy, and high pertained work locus of control. (2) Job satisfaction, self-efficacy, and work locus of control either through individual and by together have an effect on isn't it to officer organizational commitment. (3) Among third free variable which have an effect on isn't it to organisasional komitmen officer of Setneg RI, in the reality work locus of control is most dominant variable influence of to officer organizational commitment. (4) Coefficient of determinasi equal to R²=0,389 or 38,9%, meaning change that happened at organizational commitment officer of Setneg RI, 38,9% because of change that happened by together at job satisfaction, self-efficacy, and work locus of control; while 61,1% the rest determined or because of change that happened at other variables apart from third accurate variable, for example, leadership in Setneg RI, program development of officer in Setneg RI and others. In the effort improving officer organizational commitment, he nce suggestion which earn to be submitted pursuant to this research result is: (1) improving the quality of job environment, good of job environment which in character physical and psychical, (2) improving the quality of communications between officer and officer with superior, (3) improving compensation and prosperity of officer, (4) improve;repairing policies of institution officer area, (5) enlarging opportunity for all officer to improve his career, ( 6) giving of appreciation to all officers which is have achievement, (7) improvement of ability of officer, (8) improvement of ability of officer self can be done through way: (a) give opportunity of education continue to all competent officers, as according to background education of him. Thereby officer always obtain;get knowledge addition, specially which is conceptual in character, (b) improve ability of officer in solving problem which is pragmatic in character.

Kata Kunci : Aparatur Pemerintah, Kepuasan Kerja, Komitmen Organisasional


    Tidak tersedia file untuk ditampilkan ke publik.