Peran manajer lini Pemda dalam perencanaan pengembangan sumber daya manusia (SDM) aparatur pada Pemerintah Propinsi Sumatera Barat
SENTOSA, Ilham, Prof.Dr. Djamaludin Ancok
2003 | Tesis | Magister Administrasi PublikTanggung jawab praktek MSDM tidak lagi sepenuhnya diserahkan kepada departemen SDM melainkan bersama-sama dengan seluruh unit kerja dalam suatu organisasi. Ini berarti praktek MSDM menjadi tanggung jawab bersama antara manajer SDM dengan manajer lini. Penelitian ini bertujuan untuk mengelahui bagaimana peran manajer lini Pemda dalam perencanaan pengembangan SDM aparatur, kepuasan manajer lini Pemda terhadap pelaksanaan perencanaan pengembangan SDM aparatur dan bagaimana hubungan peran dengan kepuasan manajer lini Pemda terhadap perencanaan pengembangan SDM aparatur tersebut. Peran Manajer Lini Pemda dalam perencanaan pengembangan SDM aparatur sebagai variabel pengaruh dijelaskan dengan peran antar pribadi, peran informasional dan peran pengambilan keputusan. Variabel terpengaruh yaitu tingkat kepuasan manajer lini Pemda terhadap perencanaan pengembangan SDM aparatur dijelaskan dari kepuasan manajer lini Pemda terhadap pekerjaan, aspek pimpinan, rekan sekerja, mekanisme promosi dan gaji Penelitian bersifat deskriptif dengan metode penelitian survey, dilakukan pendekatan kualitatif dan kuantitatif untuk menganalisa data. Populasi yaitu pejabat struktural pada Pemerintah Propinsi Sumatera Barat dengan total sampling sejumlah 42 orang yaitu seluruh Kepala Badan, Kepala Dinas, Kepala Kantor dan Kepala Biro. Hasil penelitian menunjukkan manajer lini Pemda berperan dalam perencanaan pengembangan SDM aparatur pada masing-masing unit kerja dengan melaksanakan sistem pembinaan yang mencakup seluruh aspek pembinaan PNS secara terpadu, mulai dari perencanaan, pengadaan, penempatan, diklat, kesejahteraan, sampai pada pemberhentiannya. Dari hasil analisis regresi didapat angka korelasi 0.662, derajat variabel pengaruh sebesar 43,8%, adanya signifikance (0,000) dengan tingkat kepercayaan 95%, yang artinya semakin besar peran manajer lini Pemda terhadap perencanaan pengembangan SDM aparatur akan membuat Kepuasan manajer lini Pemda terhadap perencanaan pengembangan SDM aparatur cenderung meningkat. Demikian pula sebaliknya. Sebagai rekomendasi penelitian, perlu kerjasama tebih lanjut antara unit kerja/instansi dalam pengelolaan kepegawaian dengan koordinasi aktif dari BKD dan Badan Diklat, untuk mengakomodir dinamisasi organisasi Pemda. Peneliti juga menyarankan beberapa persyaratan yang harus dibebankan kepada Manajer Lini Pemda dalam peranannya untuk pelaksanaan perencanaan pengembangan SDM aparatur, yaitu harus mampu melakukan job analysis; analisa kinerja pegawai yang dihubungkan dengan reward and punishment: melakukan pengukuran analisa kebutuhan pegawai dan uraian pekerjaan, serta harus mempunyai kapasitas yang multi skill.
The responsibility of Human Resources Management implementation lies not wholly on the departement of Human Resources (HR) alone, but overall operational units in an organization. This means that HRM implementation becomes a shared responsibility between human resources manager and line manager. The current study aims at examining how fine managers og local government (Pemda) plat their role in implementing the development plan of their employee HR and how the relationship between their role and their satisfaction with the development plan such employee human resources. The role local government line manager play in the development plan of employee HR as the intervening variable determined using figurehead role, informational role and decision maker role. The intervened variable is the level of local government line manager's satisfaction with the development plan of employee human resources explained from the local government line manager's satisfaction with the work done, leadership aspect, colleagues, and promotion and payment mechanism. The study is descriptive in nature by using survey investigation. It employs qualitative and quantitative approaches in analyzing the data_ The populations are structural officers at Provincial Government of West Sumatera with the population the research of 42 people comprising all head of institution, head of departement, head of office and head of bureau. The result of the study demonstrates that local government's line manager play its role in the development plan of employee HR on each operational unit by implementing establishment system comprising all aspects of integrated civil servants establishment to dismissal. From the regression analysis, we found the correlation rate of 0,662, degree of intervening variable as much as 43,8 % and a significance 10,000) with the degree of reliability as much as 95 %. These mean that the more significance the role local government line manager played in the development plan or employee HR, the more satisfaction he will get from the very development plan or employee HR, and vice versa. The study recommend that further cooperation need to be increased between operational unit/department in managing the personnel with active coordination from human resources regional coordination department ang training and education department, to accommodate the dynamics of local government organization. The author recommend also several requirement to be met by the local government line manager in his role for the implementation of development plan of employee HR, that is : he must be able to perform job analysis; to analyze the staff performance in relation to reward and punishment; to measure the analysis of the staff needs and job description, and to have a multiskill capacity.
Kata Kunci : Aparatur Pemerintah Daerah,Pengembangan,Peran Manajer Lini, Human Resources Management, Line manager