Laporkan Masalah

Kinerja Ekonomi Kecamatan Untuk Strategi Pembangunan Ekonomi di Kabupaten Wonogiri Tahun 2009-2013

ASIH DWI CAHYANI, Dr. Andri Kurniawan, M.Si

2016 | Skripsi | S1 PEMBANGUNAN WILAYAH

Kabupaten Wonogiri secara geografis didominasi oleh pegunungan dan perbukitan karst. Sebagian wilayahnya berada pada daerah bukit dan tanahnya tidak cukup subur. Kondisi daerah tersebut menjadi tantangan dalam proses pembangunan, khususnya di bidang ekonomi. Belum optimalnya pemanfaatan potensi yang ada di masing-masing kecamatan dalam pengembangan wilayah menjadikan pembangunan ekonomi daerah di Kabupaten Wonogiri masih belum merata. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan sektor potensial dalam perekonomian wilayah di Kabupaten Wonogiri sebagai bahan informasi dan pertimbangan dalam perencanaan pengembangan pembangunan dan strategi pengembangan wilayah. Penelitian ini menggunakan data sekunder berupa time series dari Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) kecamatan dan Kabupaten Wonogiri tahun 2009-2013. Tehnik analisis yang digunakan dalam penelitian ini Klassen Typology, analisis Location Quotient (LQ) dan Shift share. Hasil analisis Klassen Typology menunjukkan kecamatan yang tergolong kategori maju dan tumbuh dengan cepat yaitu Kecamatan Pracimantoro, Kecamatan Tirtomoyo, Kecamatan Baturetno, Kecamatan Manyaran, Kecamatan Wonogiri, Kecamatan Purwantoro, Kecamatan Jatisrono. Kecamatan yang berada pada kuadran I mayoritas dekat dengan kabupaten provinsi lain sehingga mobilitas tinggi yang berpengaruh pada kegiatan ekonomi. Hasil analisis Location Quotient menunjukkan sektor pertanian menjadi sektor basis di tujuh belas kecamatan dengan kontribusi terhadap PDRB Kabupaten Wonogiri dengan rata-rata sebesar 49,16 persen. Hasil analisis Shift Share menunjukkan bahwa sektor pertanian merupakan sektor kompetitif di delapan belas kecamatan dan rekomendasi strategi pengembangan potensi ekonomi yang diberikan didasarkan pada keunggulan wilayah, kinerja wilayah, tipologi wilayah dan dilihat dari topografinya.

Wonogiri regency is geographically dominated by mountains and karst. Most of its territory is in the region of the hill and the soil was not fertile enough. The condition of the area to be a challenge in the development process, especially in the economic field. Not optimal utilization of the potential that exists in each district in the development of the region make regional economic development in Wonogiri still uneven. This study aims to determine the potential sectors in the economy of the region in Wonogiri as information and consideration in planning of development and strategies for regional development, This study uses secondary data time series of Gross Domestic Product (GDP) and Wonogiri districts in 2009-2013. Analysis techniques used in this study Klassen Typology, Location Quotient (LQ) and Shift share. Klassen Typology analysis results show the district that belong to the category of developed and grew quickly Pracimantoro the District, District Tirtomoyo, District Baturetno, District Manyaran, District Wonogiri, District Purwantoro, District Jatisrono. District located in quadrant I, close to the majority of districts in other provinces so that high mobility effect on economic activity. Location Quotient analysis results show agriculture as a sector basis in seventeen districts with a contribution to the GDP Wonogiri with an average of 49.16 percent. Shift Share analysis results indicate that the agricultural sector is a competitive sector in eighteen districts and economic development potential strategic recommendations are given based on excellence area, performance area, the typology of the area and views of the topography.

Kata Kunci : Sektor potensial, Klassen Typology, Location Quotient, Shift Share, Pengembangan Wilayah

  1. S1-2016-267738-abstract.pdf  
  2. S1-2016-267738-bibliography.pdf  
  3. S1-2016-267738-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2016-267738-title.pdf