Laporkan Masalah

PERBEDAAN TINGKAT PENGETAHUAN PERAWATAN ORTODONTIK ANTARA REMAJA SMP PEDESAAN DAN PERKOTAAN DI WILAYAH YOGYAKARTA

RAFIKA CHINTYA DEWI, drg. Cendrawasih A.F., M.Kes.,Sp. Ort (K) ; drg. Sri Suparwitri, SU., Sp. Ort (K)

2016 | Skripsi | S1 ILMU KEPERAWATAN GIGI

Pengetahuan merupakan landasan dasar dari terbentuknya tindakan. Pengetahuan perawatan ortodontik menjadi sangat penting pada remaja karena pada remaja permintaan cenderung meningkat dan pada usia inilah paling tepat dilakukan perawatan. Faktor lingkungan memiliki kontribusi yang cukup besar untuk mempengaruhi pengetahuan perawatan ortodontik. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan tingkat pengetahuan perawatan ortodontik antara remaja SMP pedesaan dan perkotaan di wilayah Yogyakarta. Jenis penelitian ini adalah analitik observasional dengan desain Cross-Sectional. Subjek penelitian terdiri dari 2 kelompok yakni pedesaan dan perkotaan dengan masing-masing sampel kelompok populasi sebanyak 43 subjek. Alat ukur yang digunakan adalah kuisioner yang terdiri dari 21 butir pertanyaan dan pernyataan. Data dianalisis menggunakan analisis Independent t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan tingkat pengetahuan perawatan ortodontik antara remaja SMP pedesaan dan perkotaan di wilayah Yogyakarta (p < 0,05). Tingkat pengetahuan remaja SMP perkotaan lebih tinggi (X = 9,40) dari pada remaja SMP pedesaan (X = 8,05).

Knowledge is the foundation of formation of action. Knowledge orthodontic treatment becomes very important in teenagers because teenagers tend to increase demand and at this age the most appropriate treatment. Environmental factors have a substantial contribution to influencing knowledge orthodontic treatment. The purpose of this study was to determine differences in the level of knowledge of orthodontic treatment between rural and urban junior high school teens in the Yogyakarta area. This type of research is observational analytic with cross-sectional design. Subject of the study consisted of two groups, namely rural and urban areas with each sample group of the population of 43 subjects. Measuring instrument used was a questionnaire consisting of 21 items of questions and statements. Data were analyzed using the Independent t-test analysis. The results showed that there are different levels of knowledge of orthodontic treatment between rural and urban junior high teens in the Yogyakarta area (p <0.05). Junior adolescent knowledge level higher urban (X = 9,40) than in rural junior high school teens (X = 8,05).

Kata Kunci : pengetahuan, perawatan ortodontik, remaja awal, pedesaan, perkotaan.

  1. S1-2016-298834-abstract.pdf  
  2. S1-2016-298834-bibliography.pdf  
  3. S1-2016-298834-tableofcontent.pdf  
  4. S1-2016-298834-title.pdf