Laporkan Masalah

Pengembangan Komunitas di Kampung Dolanan

M. FATAH M., I Made Krisnajaya; Subando Agus Margono; Hadriyanus Suharyanto

2016 | Skripsi | S1 ILMU ADMINISTRASI NEGARA (MANAJEMEN DAN KEBIJAKAN PUBLIK)

Kenyataan sosial di dusun Pandes menunjukkan semakin asingnya nilai-nilai dolanan tradisional khususnya di kalangan anak-anak. Sejarah panjang dusun Pandes sebagai kampung dolanan yang memproduksi dolanan tradisional di masa lampau semakin terlupakan dan tidak dipahami oleh anak-anak. Berdasarkan kenyataan sosial inilah muncul prakarsa dari Wahyudi Anggoro Hadi untuk kembali mengangkat nilai-nilai dolanan tradisional di tengah kehidupan masyarakat dusun Pandes. Pada tahun 2006, Wahyudi bersama dengan beberapa warga lainnya memprakarsai upaya pengembangan komunitas untuk mengangkat kembali nilai-nilai dolanan di dusun Pandes. Dengan demikian, pengembangan komunitas merupakan metode atau cara rekayasa sosial berbasis pembangunan nilai yang dipergunakan untuk menjawab tantangan perubahan sosial yang telah mengancam keberadaan nilai dolanan tradisional. Pengembangan komunitas di dusun Pandes bertujuan mengembalikan eksistensi nilai-nilai dolanan yang pernah berkembang di masa lalu. Maka, pengembangan komunitas di kampung dolanan kemudian mengupayakan revitalisasi nilai dolanan melalui tahap kegiatan sosialisasi nilai dolanan, internalisasi nilai dolanan dan pelembagaan nilai dolanan. Tahap sosialisasi nilai dolanan di dusun Pandes dilakukan dengan mempergunakan produk dolanan sebagai media pendampingan anak-anak yang mengalami trauma pasca bencana. Pendampingan ini selain ditujukan untuk mengurangi beban trauma anak-anak tentu juga telah mengajarkan nilai yang terkandung di dalam dolanan kepada anak-anak. Tahap berikutnya ialah intenalisasi nilai dolanan dengan mengajarkan nilai dolanan yang meliputi nilai wirogo, wiromo dan wiroso kepada anak-anak di dusun Pandes melalui Paud Among Siwi. Selain itu, upaya intenalisasi nilai dolanan juga diwujudkan dengan mengupayakan redesain dan reinventarisasi nilai dolanan melalui wisata kampung dolanan, perpusatakaan kampung dolanan serta galeri pameran dolanan. Tahap terakhir ialah dengan mengupayakan pelembagaan pengelolaan pengembangan komunitas di kampung dolanan. Upaya ini terlaksana pada saat festival kampung dolanan tahun 2013. Upaya pelembagaan ini mengalami kegagalan karena pihak lembaga pedususan menolak ikut serta menangani upaya pengembangan komunitas di kampung dolanan. Kata Kunci: Pengembangan komunitas, Revitalisasi nilai dolanan

Social reality in the hamlet Pandes demonstrates the growing foreign dolanan traditional values, especially among children. The long history of the hamlet Pandes as dolanan village that produces traditional dolanan increasingly forgotten in the past and is not understood by children. Based on the social reality is emerging initiatives from Wahyudi Anggoro Hadi to again raise dolanan traditional values in public life Pandesvillage. In 2006, Wahyudi along with several other residents initiated a community development efforts to revive the values in the hamlet dolanan Pandes. Thus, a community development is a method or means of social engineering-based development value is used to answer the challenges of social change that has threatened the existence of the traditional dolanan value. Community development in the village Pandes aims to restore the existence of values dolanan that once flourished in the past. Thus, the development of communities in the villages dolanan then seek revitalization of the dolanan through stages of socialization dolanan value, internalization and institutionalization dolanan dolanan value. Socialization stage dolanan value in the hamlet Pandes done by using the product as a media advisory dolanan children experiencing post-disaster trauma. This assistance is intended to reduce the burden in addition to the trauma of children must also have taught the value contained in dolanan to children. The next stage is intenalisasi value dolanan to teach the value of dolanan which includes the value wirogo, wiromo and wiroso to children in the hamlet Among Siwi Pandes through early childhood. In addition, efforts intenalisasi dolanan value is also realized by pursuing redesigning and reinventarisasi dolanan value through dolanan tourist village, the village library and exhibition galleries dolanan dolanan. The last stage is to seek the institutionalization of the management of community development in the village dolanan. These efforts are carried out at the time of the village festival dolanan 2013. institutionalization efforts have failed because the institution has refused to participate pedususan handle community development efforts in the village dolanan.

Kata Kunci : Community development, revitalization dolanan value

  1. S1-2016-282654-abstract.pdf  
  2. S1-2016-282654-tableofcontent.pdf  
  3. S1-2016-282654-title.pdf