Laporkan Masalah

PERAN KONSELING PANTI REHABILITASI DALAM MENANGANI PEMUDA KORBAN NARKOBA DAN IMPLIKASINYA TERHADAP KETAHANAN PRIBADI

RUSTI AISYA DILLIANA, Drs.Fathul Himam M.Psi,MA,Ph.D;Dr.Samsul Maarif,MA

2016 | Tesis | S2 Ketahanan Nasional

Penyalahgunaan narkoba ini sudah menjadi ancaman yang serius untuk masa depan bangsa Indonesia. Yogyakarta merupakan kota pelajar dari berbagai daerah bahkan dari luar Negeri juga, sehingga tidak menutup kemungkinan sangat rentan dari ancaman narkoba. Pengawasan masyarakat sangat diperlukan untuk menciptakan kawasan bebas narkoba, rujukan masyarakat ke tempat rehabilitasi untuk korban penyalahgunaan narkoba sangat membantu. Konselor yang professional dan berpengetahuan luas tentang residen (pecandu narkoba) yang bertugas di panti rehabilitasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui fungsi konseling yang dibawa oleh konselor dalam menangani pemuda korban narkoba di Panti Sosial Pamardi Putra Yogyakarta, dan untuk menganalisis dampak konseling yang dibawa konselor terhadap ketahanan pribadi pemuda korban narkoba di Panti Sosial Pamardi Putra Yogyakarta. Metode penelitian yang digunakan adalah metode penelitian kualitatif dengan pendekatan fenomenologi. Disini peneliti menggunakan wawancara yang mendalam, observasi, studi pustaka, online, dan dokumentasi. Teknik analisis yang digunakan oleh peneliti adalah open coding dan axial coding, peneliti kemudian menggunakan trianggulasi sumber data untuk mengecek data yang telah berhasil peneliti dapatkan. Analisis data ini menjelaskan peran konseling panti rehabilitasi dalam menangani pemuda korban narkoba implikasinya ketahanan pribadi di PSSP Yogyakarta. Hasil penelitian yang ditemukan oleh peneliti adalah peran konseling di PSPP Yogyakarta membutuhkan fungsi konseling dalam menciptakan kenyamanan dan fungsi konseling sebagai role model. Fungsi konseling tercipta melalui faktor konseling, sehingga mampu meningkatan ketahanan pribadi pemuda korban narkoba di PSPP Yogyakarta. Faktor konseling tersebut adalah intuisi, sharing is big power, open mind, positive thinking, panutan philosophy, pendekatan pengalaman, ulet, keteladanan, hypothetic question, pendekatan ekspresi, family milieu concept, emotional psychology, dan pengobatan cold turkey. Dampak dari fungsi konseling yang tercipta oleh faktor konseling ini, adalah komitmen pecandu narkoba untuk pulih (clean drug) dan residen (pecandu narkoba) sudah mampu memiliki keinginan untuk menciptakan cita-citanya dengan keuletan. Ketahanan pribadi yang telah terbentuk dan tertanam dengan kuat akan membuat residen (pecandu narkoba) mampu menghadapi tekanan lingkungan sosial dengan tangguh.

Drug abuse was serious threat for Indonesia future. Yogyakarta was the city of educator from variety of districts even from abroad too, so it was possible really susceptible from threat of drug. People in general had responsibility to monitor drug abuse for building the clean drug area; aspiration of society brought the victims of drug abuse to rehabilitation institution really helped. Counselor was who professional and educated about drug abuse would do in rehabilitation institution. Research purposes were to know counseling function which counselor brought to handle resident (drug user) in Panti Sosial Pamardi Putra Yogyakarta, and to analysis counseling impact which counselor brought to personal resilience of drug user in Panti Sosial Pamardi Putra Yogyakarta. The kind of research was used qualitative research by phenomenology approach. Here was research using depth interview, observation, literature, online, and documentation. Analysis technique used open coding and axial coding, then researcher checked by triangulation of resource data. Data analysis explained the role of counseling rehabilitation institution for handling the youth of drug victim by personal resilience implication in PSPP Yogyakarta. Research result was finding counseling role in PSPP Yogyakarta had essential counseling function for creating comfortable and counseling function as role model. Counseling function was created from counseling factor, so it could improve resilience the youth of drug victim in PSPP Yogyakarta. Counseling factor was intuition, sharing is big power, open mind, follow of philosophy, experience approach, tenacity, lead by example, hypothetic question, expression approach, family milieu concept, emotional psychology, and cold turkey treatment. The impact of counseling function which created by counseling factor was commitment drug user to recovery his self or clean drug. Resident (drug user) also had made wish by tenacity and strength in doing benefit for environment and his self. The impact of counseling function which created from counseling factor was commitment resident (drug user) to recovery his self or clean drug. Drug user had made his wishes to create his dream by tenacity and strength. Personal resilience had been plant strong in drug user�s mind to confront social environment pressure by tenacity and strength power.

Kata Kunci : Counseling, Drug, and Personal Resilience

  1. S2-2016-370592-abstract.pdf  
  2. S2-2016-370592-bibliography.pdf  
  3. S2-2016-370592-tableofcontent.pdf  
  4. S2-2016-370592-title.pdf